Hal Yang Dianjurkan Dan Dilarang Ketika Melakukan Ziarah Kubur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Bagi umat muslim melakukan ibadah – ibadah sunnah untuk mengharapkan pahala tambahan dari Allah SWT. Salah satunya kunjungan kubur, Nabi Muhammad SAW juga melakukan kunjungan kubur untuk mendoakan orang nan telah meninggal. Terdapat perihal – perihal nan dianjurkan dan nan dilarang pada saat melaksanakan kunjungan kubur.

Hal nan pertama nan dianjurkan dalam melakukan kunjungan kubur adalah mengucapkan salam ketika memasuki area pemakaman. Nabi Muhammad SAW mengajarkan para sahabat – sahabatnya untuk mengucapkan salam saat memasuki are pemakaman,

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Artinya : “Salam keselamatan atas penunggu rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang nan terdahulu dari kita dan orang-orang nan belakangan, dan kami Insya Allah bakal menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian.”

Selain itu, perihal nan dianjurkan dalam melakukan ziarah, ialah mendoakan mayit nan dituju jika memang dia seorang muslim. Hal itu berfaedah bagi mayit nan diziarahi lantaran orang yang  berkunjung diperintahkan untuk mendoakannya dan memohon maaf untuknya, perihal itu unik bagi mayit nan meninggal adalah seorang muslim.

Bagi para peziarah terdapat perihal – perihal nan tidak diperbolehkan ketika melakukan kunjungan kubur. Hal nan pertama adalah tidak boleh memakai sandal ketika memasuki area pemakaman. Terdapat kisah Nabi Muhammad SAW nan memandang seseorang melangkah diantara kuburan dengan memakai sandal dan berkata,

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ» فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

Artinya : “Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!” Lalu orang tersebut memandang (orang nan meneriakinya). Tatkala dia mengenali (kalau orang itu adalah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia melepas kedua sandalnya dan melemparnya”

Kemudian, bagi para peziarah kubur dilarang untuk duduk di atas kuburan alias apalagi menginjaknya. Nabi Muhammad SAW bersabda, 

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Artinya : “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur”

Selanjutnya, perihal nan dilarang ketika berkunjung adalah tidak boleh meratapi mayit. Para peziarah diperbolehkan untuk menangis tetapi jangan sampai meratapi mayit. Nabi Muhammad SAW juga menangis ketika kunjungan kubur ibunya sehingga membikin orang nan disekitarnya ikut menangis. Tetapi jika sampai tingkat meratapi mayit, menangis dengan histeris, menampar pipi, merobek kerah, maka perihal ini diharamkan. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam