Hanya Berharap Mati Syahid, Apakah Bisa Diganjar Pahala Sama Dengan Syuhada?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Seorang Muslim sedang bermohon (ilustrasi). Islam tidak mengenal norma karma, namun Islam meyakini bahwa perbuatan manusia pasti bakal menghasilkan jawaban nan setimpal.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Rahmat Allah SWT sungguh luas bagi para hamba nan senantiasa bersungguh-sungguh meraih ridha-Nya. Bahkan seorang Muslim nan tidak melakukan ibadah dengan derajat nan tinggi, pun bisa meraihnya selama tulus dan tulus menjalaninya.

Diriwayatkan dari Sahl bin Hanif RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

 «مَن سَأَل الله تَعَالى الشَّهَادَة بِصِدق بَلَّغَه مَنَازِل الشُّهَدَاء وإِن مَات عَلَى فِرَاشِه»

"Siapa nan mengharapkan (meninggal bumi secara) syahid dengan penuh kesungguhan, maka Allah bakal mengangkat derajatnya sampai pada derajat orang-orang nan syahid, walaupun dia wafat di atas tempat tidurnya." (HR. Muslim)

Syarah atas hadits tersebut menjelaskan ihwal besarnya keistimewaan tulus dalam niat. Sebab, keikhlasan niat menjadi aspek tercapainya ganjaran dan pahala di sisi Allah SWT.

Dari hadits itu pula dapat diketahui, siapa nan sungguh-sungguh beriktikad mengerjakan suatu kebaikan shaleh dengan, tapi tidak bisa mengerjakannya, maka dia bakal diberi pahala atas ibadah nan sudah diniatkannya dengan penuh kesungguhan itu.

Maka dari situ jugalah, siapa nan bermohon dan meminta syahid di jalan Allah SWT, serta menolong agamanya dengan penuh keikhlasan dari lubuk hati terdalamnya, maka Allah SWT bakal mencatatkan untuknya pahala para syahid. 

Meskipun dia tidak melakukan apa nan telah diniatkannya itu dan meninggal dalam keadaan selain jihad. Adapun syahadah nan tercantum dalam hadits tersebut, maknanya adalah wafat saat melawan musuh nan semata-mata dilakukan hanya untuk meraih ridha Allah SWT.

Hikmah nan bisa dipetik dari hadits tersebut, di antaranya adalah keikhlasan niat menjadi argumen tercapainya pahala di sisi Allah. Bila niatnya tulus dalam mengerjakan suatu kebaikan shaleh, maka nan berkepentingan bakal mendapat pahala, meskipun dia tidak melaksanakan pekerjaan nan diharapkannya itu.

Hikmah kedua, hadits itu menunjukkan dibolehkannya mengharapkan syahid dan tulus dengannya. Hikmah ketiga, Allah SWT memberikan kemuliaan bagi umat Islam dengan mengganjar derajat nan tinggi di surga bagi hamba-Nya meski sedikit upaya nan dilakukan hamba tersebut.

Sumber: Hadeethenc 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam