Hari Perempuan Internasional; 7 Keutamaan Perempuan Dalam Al-qur’an Dan Hadist

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Hari Perempuan Internasional (IWD) diperingati setiap tanggal 8 Maret untuk merayakan pencapaian wanita di beragam bidang, seperti sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Hari ini juga menjadi seruan untuk bertindak guna mempercepat kesetaraan gender. 

Sejatinya, Hari Perempuan Internasional, nan dirayakan setiap tahun pada tanggal 8 Maret, merupakan momentum krusial untuk memperingati pencapaian, memperjuangkan kesetaraan gender, serta menggugah kesadaran bakal beragam rumor nan tetap dihadapi oleh wanita di seluruh dunia.

Selama seremoni Hari Perempuan Internasional ini, beragam aktivitas dilakukan, termasuk diskusi, konferensi, dan demonstrasi untuk mengadvokasi hak-hak wanita serta mendorong perubahan sosial nan lebih inklusif. Seiring dengan momentum ini, para aktivis, pemimpin, dan masyarakat secara luas berasosiasi untuk menghormati peran wanita dalam membangun bumi nan lebih setara dan merata bagi semua.

Islam mengajarkan bahwa perempuan, mempunyai kedudukan nan sangat istimewa. Oleh karenanya wanita muslimah haruslah menjaga harkat dan martabat mereka sebagai “Muslimah salihah”. Namun kudu kita garis bawahi, bukan hanya dititikberatkan pada wanita saja nan diharuskan menjaga diri mereka.

Namun kaum laki-laki pun dituntut untuk turut serta menjaga marwah para perempuan. Bahkan dalam hadist dan juga sejumlah ayat Al-Qur’an nan menjelaskan tentang keistimewaan seorang perempuan. Diantaranya sebagai berikut :

1. Perempuan solehah adalah perhiasan dunia

Islam menempatkan wanita sebagai makhluk paling mulia nan kudu dijaga. Allah SWT menciptakan wanita beserta keindahannya dari ujung kepala hingga kaki. Keindahan itu bukan hanya menilai dari bentuk saja, melainkan juga hati dan pikiran. Layaknya perhiasan, haruslah dijaga dan dirawat.

Sebuah hadist menyebutkan, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan bumi adalah isteri nan shalihah.” (HR Muslim dari Abdullah bin Amr).

Selain itu Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 34:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُۗ وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا ۝٣٤

Artinya : Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para wanita (istri) lantaran Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian nan lain (perempuan) dan lantaran mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka nan alim (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada lantaran Allah telah menjaga (mereka).

Perempuan-perempuan nan Anda khawatirkan bakal nusyuz, berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan langkah nan tidak menyakitkan). Akan tetapi, jika mereka menaatimu, janganlah Anda mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.

2. Perempuan adalah karunia, bukan musibah

Islam memandang wanita adalah karunia Allah SWT. Bersamanya kaum laki-laki bakal mendapatkan ketenangan lahir dan batin, dan bisa memberikan daya positif nan sangat bermanfaat, seperti rasa cinta, kasih sayang, dan motivasi hidup jika.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 72 :

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ ۝٧٢

Artinya : Allah menjadikan bagimu pasangan (suami alias istri) dari jenis Anda sendiri, menjadikan bagimu dari pasanganmu anak-anak dan cucu-cucu, serta menganugerahi Anda rezeki nan baik-baik. Mengapa terhadap nan batil mereka beriman, sedangkan terhadap nikmat Allah mereka ingkar?

3. Perempuan solehah lebih baik dari pada bidadari di surga

Para bidadari surga bakal kalah dari keistimewaan nan dimiliki oleh wanita salihah nan ada di dunia. Segala corak kebaikan nan dikerjakan oleh wanita di dunia, inilah nan membikin wanita lebih mulia dari para bidadari surga.

وفي الحديث أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن الآدميات من نساء أهل الدنيا أفضل من الحور العين سبعين ألف ضعف

Artinya, “Dalam hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Perempuan berjenis manusia asal bumi lebih utama daripada para bidadari surga 70.000 kali lipat,’”

4. Perempuan diberi pengecualian dalam beribadah

Sebagai perempuan, tentu bakal mengalami menstruasi dan nifas, perihal inilah nan menjadi pengecualian dari Allah SWT untuk tidak melaksanakan shalat alias puasa.

Rasulullah SAW telah bersabda: “Siapa saja wanita yg mengalami menstruasi maka sakitnya menstruasi nan mereka alami bakal menjadi Kafaroh (tebusan) bagi dosa-dosanya nan terdahulu.

5. Perempuan nan mengandung dan melahirkan setara dengan jihad

Pengorbanan luar biasa hidup dan meninggal seorang wanita ketika mengandung dan melahirkan disejajarkan dengan jihad. Sebuah hadist menyebutkan:

 “Mati syahid ada 7 selain nan terbunuh di jalan Allah, Orang nan meninggal lantaran thaun, syahid. Orang nan meninggal tenggelam, syahid. Orang nan meninggal lantaran ada luka parah di dalam perutnya, syahid. Orang nan meninggal sakit perut, syahid. Orang nan meninggal terbakar, syahid. Orang nan meninggal lantaran tertimpa barang keras, syahid. Dan wanita nan mati, sementara ada janin dalam kandungannya.” (HR. Abu Daud 3111).

6. Dapat masuk surga dari pintu manapun

Suatu bukti kasih sayang nan tidak terhingga dari Allah SWT kepada kaum wanita nan dapat masuk surga dari pintu mana pun. Tetapi, Rasulullah SAW juga telah menjelaskan bahwa wanita tersebut kudu melaksanakan empat hal, ialah menunaikan salat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, jauhi zina, dan berkhidmat kepada suami.

Rasulullah SAW bersabda;

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya bakal dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun nan kau mau”. (HR. Ahmad).

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya bakal dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun nan kau mau.” (HR. Ahmad)

7. Surga di bawah telapak kaki ibu

Semua tentu sudah mengetahuinya, bahwa dalam Islam diterangkan jika surga berada di bawah telapak kaki ibu. Hal ini juga menjelaskan bahwa pentingnya berkhidmat dan menghormati seorang ibu. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad nan riwayat pemimpin Ibnu Majah dari Mu’awiyah bin Jahimah r.a:

عن معاوية ابن جاهمة قال: أتيتُ النبي صلى الله عليه وآله وسلم فقلت: يا رسول الله، إني كنت أردت الجهاد معك أبتغي بذلك وجه الله والدار الآخرة، قال: «وَيْحَكَ، أَحَيَّةٌ أُمُّكَ؟» قلت: نعم يا رسول الله، قال: «فارْجِعْ فَبَرَّهَا»، ثم أتيته من الجانب الآخر فقلت: يا رسول الله إني كنت أردت الجهاد معك أبتغي بذلك وجه الله والدار الآخرة، قال: «وَيْحَكَ، أَحَيَّةٌ أُمُّكَ؟» قلت: نعم يا رسول الله، قال‏:‏ «فارْجِعْ فَبَرَّهَا»، ثم أتيته من أمامه فقلت‏:‏ يا رسول الله إني كنت أردت الجهاد معك أبتغي بذلك وجه الله والدار الآخرة قال‏:‏ «وَيْحَكَ، الْزَمْ رِجْلَهَا، فَثَمَّ الْجَنَّة

Dari Mu’awiyah ibn Jahimah, dia berkata, “Aku datang kepada Nabi saw., lampau saya berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh saya mau berjihad bersamamu, saya mengharap dengannya ridha Allah dan rumah alambaka (surga).” Beliau pun bersabda, “Celakalah engkau, apakah ibumu tetap hidup?” “Iya, wahai Rasulullah.” Jawabku. 

“Pulanglah, melakukan oke dengannya”. Kemudian saya menemuinya di arah sampinya seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh saya mau jihad bersamamu, saya mau dengannya meraih ridah Allah dan surga.” “Celakalah, apakah ibumu tetap hidup?” ‘Iya wahai Rasulullah” “Pulanglah, melakukan oke dengannya.

” Lalu saya mendatanginya dari arah depan, saya berkata, “Wahai Rasulullah sungguh saya mau berjihad bersamamu, saya mau dengannya meraih ridha Allah dan surga.” Beliau bersabda, “Celakalah, menetaplah di kakinya, maka surga ada di sana.”

Dari Musa bin Muhammad bin ‘Atha’, Abu Al-Malih, Maimunah, dari Ibnu ‘Abbas r.a., dia berbicara Rasulullah SAW bersabda: “Surga itu di bawah telapak kaki-kaki para ibu, siapa nan mereka kehendaki, maka mereka bakal memasukkannya, dan siapa nan mereka kehendaki, maka mereka bakal mengeluarkannya.”

Lewat Hari Perempuan Internasional ini, mari kita bersama-sama membangun masa depan nan lebih cerah dan setara bagi wanita dan laki-laki di seluruh dunia!. Seyogianya, momentum Hari Perempuan Internasional ini menjadi arena krusial untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan buat perempuan.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah