Kincai Media ,JAKARTA -- Dalam kehidupan modern yang serba cepat, mencari kekayaan kadang terasa lebih krusial daripada memastikan kehalalannya. Padahal, Rasulullah SAW pernah menasehati Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, bahwa Allah tidak menerima sholat tanpa wudhu dan tidak menerima infak dari kekayaan haram.
Pesan Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi pengingat bahwa seberapapun besar nilai infak seseorang, jika berasal dari sumber yang tidak halal, maka kebaikan tersebut tidak bakal diterima oleh Allah SWT.
Diriwayatkan Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani dalam kitab Washiyatul Mushtafa, Rasulullah SAW berpesan kepada Ali bin Abi Thalib.
"Hai Ali, Allah tidak bakal menerima sholat tanpa wudhu dan tidak menerima infak dari peralatan haram."
Barang yang haram selamanya bakal tetap haram, walaupun dia berupaya membersihkannya dengan langkah menyedekahkan peralatan tersebut.
Karena Allah tidak bakal menerima infak yang berasal dari peralatan yang haram, seperti hasil curian, merampok, ghashab (mengambil dengan kejam alias menggunakan kekayaan alias peralatan milik orang lain tanpa izin dan sepengetahuan pemiliknya), menipu dan lain-lain.
Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata, "Siapapun yang menginfakkan kekayaan yang berasal dari kekayaan yang haram di jalan kebaikan, maka dia seperti mencuci busana najis dengan air kencing. Pakaian najis itu tidak dapat disucikan, selain dengan air. Dan dosa itu tidak dapat dihapus, selain dengan kekayaan yang halal."
Dalam riwayat lain yang juga dituliskan Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani dalam kitab Washiyatul Mushtafa, Rasulullah SAW berpesan kepada Ali bin Abi Thalib.
"Hai AIi, orang Mukmin itu tidak bakal pernah berakhir dalam menambah agamanya selama dia tidak menyantap peralatan haram. Siapa saja yang menjauhi ustadz maka hatinya bakal meninggal dan buta dari alim kepada AIlah."
Kadar ketaatan seseorang kadang bertambah dan kadang berkurang tetapi kebanyakan ketaatan seorang Mukmin bakal selalu bertambah selama dia tetap mau menjalankan segala perintah Allah dan larangan-Nya. Tetapi ada satu perihal yang menjadi penghalang bertambahnya ketaatan seseorang, ialah menyantap peralatan yang haram. Karena itu, bersihkan diri kita dari menyantap peralatan yang haram.
Agar ketaatan kita bertambah dan ketaatan kita kepada Allah meningkat, maka berkumprllah dengan para ustadz yang mempunyai pengetahuan kepercayaan yang luas, baik dalam majelis taklim, majelis zikir dan lainnya. Sehingga kita bisa meningkatkan ketaatan dan keagamaan kita.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·