Hikmah Adanya Kesulitan Dan Kemudahan Yang Datang Silih Berganti Di Dunia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Seorang anak membaca Alquran.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Dalam menjalani kehidupan di dunia, pastilah anak cucu keturunan Nabi Adam Alaihissalam bakal menghadapi ujian, cobaan, kesulitan, dan kemudahan. Semua datang silih berganti untuk mengingatkan manusia nan berpikir, beriman, dan bertakwa.

Adanya kesulitan dan kemudahan dalam menjalani hidup di dunia, dalam pandangan ustadz tasawuf sangat krusial kehadirannya. Menurut Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam, adanya kebahagiaan (kemudahan) dan kesulitan nan datang silih berganti itu agar manusia tidak tergantung pada sesuatu selain Allah SWT. Sebab hanya Allah SWT tempat segala sesuatu bergantung.

"Allah melapangkan keadaan Anda agar Anda tidak selalu dalam kesempitan, dan Allah menyempitkan keadaan Anda agar Anda tidak selalu dalam kelapangan. Allah melepaskan Anda dari keduanya agar Anda tidak berjuntai pada sesuatu selain Allah." (Syekh Atha'illah, Al-Hikam)

Terjemah Al-Hikam karya Ustadz Bahreisy menambah penjelasan Syekh Atha'illah. Ia menerangkan, Allah mengubah-ubah keadaan manusia dari sedih menjadi gembira, dari sehat menjadi sakit, dari kaya menjadi miskin, dan dari terang menjadi gelap. Supaya manusia mengerti bahwa mereka tidak bebas dari norma ketentuan Allah SWT.

Semua itu agar manusia selalu berdiri di atas landasan "La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil azhimi." Artinya, tiada daya untuk melakukan sesuatu dan tiada kekuatan untuk melakukan sesuatu, selain dengan pertolongan Allah nan Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Allah SWT berfirman:

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا۟ بِمَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

"(Kami jelaskan nan demikian itu) agar Anda jangan bersungkawa cita terhadap apa nan luput dari kamu, dan agar Anda jangan terlalu ceria terhadap apa nan diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang nan sombong lagi membanggakan diri." (QS Al Hadid: 23)

Selanjutnya...

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam