Hukum Kentut Dan Kencing Di Dalam Air Saat Bulan Ramadhan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kincaimedia- Bagaimana norma kentut dan kencing di dalam Air saat Bulan Ramadhan? Pada dasarnya hal-hal nan membatalkan puasa adalah apa nan termaktub secara sharih (jelas) dalam Al-Qur’an dan al-Hadits, ialah makan, minum, haid, nifas, dan hubungan seksual. Tentu saja, selain itu ada hal-hal nan tetap diperselisihkan ulama, misalnya seperti kentut dan kencing di dalam air.

Yang jelas, kentut dan kencing di dalam air, jika diyakini adanya air alias barang lain nan masuk ke dalam lubang dubur (anus) alias lubang kemaluan (penis/vagina), maka menurut sebagian ustadz dapat membatalkan puasa. Akan tetapi, menurut sebagian ustadz nan lain tidak membatalkan puasa. Jika masuknya (benda) melalui ihlil (lubang penis) tidak melampaui kadar hasyafah. Karena lubang dubur, lubang kemaluan tidak mempunyai potensi mencerna makanan.

Dalam kitab Al-Minhaj al-Qawim dinyatakan:

الرابع الإِمْسَاكُ عَنْ دُخُولِ عَيْنٍ وَإِنْ قَلَّتْ كَسِمْسِمَةٍ أَوْ لَمْ تُؤْكلْ عَادَةٌ كَحَصَاةٍ مِنَ الظَّاهِرِ فِي مَنفذ مَفْتُوحٍ مَعَ تَعَمدِهِ دُخولها وَاخْتِيَارِهِ وَالْعِلْمِ بِأَنَّهُ مُفْطِرٌ إِلَى مَا يُسَمَّى جوْفًا كَبَاطِنِ الْأُذُنِ وَالْأَحْلِيلِ وَهُوَ مخرجُ الْبَوْلَ مِنَ الذَّكَرِ وَاللَّبنِ مِنَ الثدي فَإِذَا أَدْخَلَ فِي شَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَوَصَلَ إِلَى البَاطِنِ أَفطَرَ وَإِنْ كَانَ لَا يَنْفُذُ مِنْهُ إلى الدماغ في الأولى ولم يُجاوِزُ الدَّاخِل فيه الحشفة أو الحلمة في الثانية لوصوله إلى جوف. المنهج القويم شرح المقدمة الحضرمية للهيتمي – (ج ١ / ص ٢٩٦).

Artinya: “Yang keempat adalah menahan dari masuknya suatu barang (ke dalam tubuh), sekalipun hanya sedikit seperti biji-bijian; sekalipun bendanya tidak biasa dikonsumsi seperti kerikil. Benda-benda tersebut, berasal dari luar dan andaikan dimasukkan ke lubang-lubang terbuka pada tubuh hingga sampai pada perut alias nan semakna dengan perut dengan ada unsur kesengajaan, keadaan normal (tanpa paksaan), dan diketahui bahwa masuknya benda-benda tersebut dapat membatalkan puasa, maka dapat membatalkan puasa. 

Hal-hal nan semakna dengan perut seperti bagian dalam telinga alias ihlil. Ihlil ialah tempat keluarnya kencing dari seorang laki-laki dan tempat keluarnya air susu dari perempuan. Dengan demikian, andaikan seseorang sengaja memasukkan barang ke bagian-bagian dalam tersebut maka puasanya batal. 

Sekalipun ketika barang nan dimasukkan tidak sampai ke otak pada kasus nan pertama (benda dimasukkan lewat telinga) alias tidak bisa melalui hasyafah dan mata buah dada pada kasus nan kedua (benda dimasukkan lewat ihlil) dikarenakan barang tersebut sudah mencapai perut.”

Sama juga di dalam kitab Nihayah al-Zain dinyatakan:

وَمِثْلُ الْأَصْبَعِ غَائِطٌ خَرَجَ مِنْهُ وَلَمْ يَنْفَصِلْ ثُمَّ ضَمَّ دُبُرَهُ فَدَخَلَ مِنْهُ شَيْءٌ إِلَى دَاخِلِهِ فَيُفْطِرُ حَيْثُ تَحَقَّقَ دخول شَيْءٍ مِنْهُ بَعْدَ بُرُوزِهِ مِنْ مَعِدَّتِهِ. (نهاية الزين ) – ج ١ ص/٧٨.

Artinya: “Sama halnya dengan memasukkan jari-jari ke dalam bagian tubuh, (sama-sama membatalkan puasa) orang nan berak kemudian dia memutus beraknya nan tetap belum keluar seluruhnya dengan mengatupkan kembali duburnya, sehingga ada sebagian berak nan masuk lagi ke dalam duburnya. Sekiranya dapat dipastikan masuknya bagian dari berak setelah tampak keluar dari lambung.” 

Hukum Kentut dan Kencing di dalam Air Saat Bulan Ramadhan. Wallahu a’lam bishawab. [Baca juga: Hukum Wudhu Menggunakan Air Terkena Limbah]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah