Hukum Membaca Radhiyallahu Anhu Saat Tarawih

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kincaimedia– Jika ditanya, gimana norma membaca radhiyallahu Anhu saat shalat tarawih? Dan kenapa bacaannya tidak sama antar desa? nan jelas, norma membaca radhiyallahu anhu tidak disunnahkan ketika shalat tarawih lantaran tidak ada al-Qur’an alias hadits nan menganjurkannya. Tidak boleh meyakini taraddli sebagai ibadah nan disunnahkan pada saat tarawih, tapi cukup meyakini bahwa referensi itu disunnahkan secara umum.

Mengenai perbedaan ragam referensi nan berbeda-beda di beragam wilayah dapat dimaklumi. Sebab, referensi ini memang bukan dari Nabi Muhammad Saw. Dalam kitab Al-Majmu’ syarh Al-Muhadzdzab dikatakan:

المجموع شرح المهذب (٦/١٧٢)

يُسْتَحَبُّ الترضي وَالتَّرَحُمُ عَلَى الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ فَمَنْ بَعْدَهُمْ مِنْ الْعُلَمَاءِ وَالْعُبَّادِ وَسَائِرِ الْأَخيَارِ فَيُقَالُ رَضِيَ الله عَنْهُ أَوْ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ أَوْ رَحِمَهُ اللَّهَ وَنَحْوُ ذلك

Artinya: “Disunnahkan membaca taraddli, tarohhum kepada sahabat, tabi’in, ulama, mahir ibadah, dan orang terpilih. Bacaan taraddli adalah radhiyallahu anhu, rohmatullahi alaihi, rohimallahu alaihi dan sebagainya.”

Dalam kitab Bughyah Al-Mustarsyidin dijelaskan:

بغية المُسْتَرْشِدِينَ للسيد باعلوي الحضرمي (ص: ٥٦)

وَأَمَّا التَّرْضى عَنْ الصَّحَابَةِ فَلَمْ يَرِدْ بِخُصُوصِهِ هُنَا كَبَيْنَ تَسْلِيمَاتِ التَّرَاوِيحِ، بَلْ لهو بدعة إن أتي بِهِ يَقْصِدُ أَنَّهُ سُنَّةَ فِي هَذَا الْمَحَلَّ بِخُصُوصِهِ، لَا إِنْ أَتي بِهِ يقصد كونه سنة من حيث العُمُومِ لِإِجْمَاعِ المُسْلِمِينَ عَلَى سَنِّ التَّرَضي عَنْهُمْ، وَلَعَل الحِكْمَةَ فِي التَّرَضي عَنْهُمْ وَعَنْ العُلَمَاءِ وَالصَّلَحَاءِ التنويه بِعْلُو شَأْنهم وَالتنبِيهِ بِعِظَمِ مَقَامِهِمْ.

Artinya: “Mengucapkan taraddli (radliyallhu anhu) kepada sahabat (Abu bakar, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan, Ali Ra.) tidak dikenal secara unik seperti nan dilakukan di antara shalat tarawih. Membaca taraddli dengan meyakini alias bermaksud bahwa referensi tersebut disunnahkan pada saat shalat tarawih dihukumi bid’ah. Membaca taraddli tidak dihukumi bid’ah andaikan membacanya dengan bermaksud bahwa referensi tersebut disunnahkan kapan saja-bukan tertentu pada shalat tarawih. Mungkin hikmah penyebutan sahabat, para ulama, dan orang-orang shaleh ditujukan untuk mengingatkan tingginya derajat dan kedudukan mereka.” 

Demikian penjelasan norma membaca radhiyallahu Anhu saat shalat tarawih? Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawaab. [Baca juga: Kapan Batas Waktu Shalat Tarawih?]

Salman Akif Faylasuf

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah