Hukum Membuka Lembaran Al-qur’an Dengan Ludah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kincaimedia– Tadarus Al Qur’an merupakan ibadah nan ramai dilakukan saat bulan Ramadhan. Hampir bisa kita temukan di seluruh masjid alias mushala, setelah tarawih bergantian membaca Al Qur’an dengan pengeras suara.  Lantas gimana norma membuka lembaran Al-Qur’an dengan ludah?

Nah berangkaian dengan tadarus Al Qur’an ini salah satu pertanyaan nan sering ditanyakan adalah perihal membuka lembaran mushaf dengan tangan nan dibasahi ludah saat membacanya. Karena terkadang kita kesulitan ketika hendak membuka laman mushaf, lebih lebih mushaf milik masjid nan jarang dibuka. Lantas bolehkah membuka lembaran mushaf saat tadarus Al Qur’an dengan tangan nan dibasahi ludah?

Dalam literatur islam tepatnya kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah juz 23 laman 143, dijelaskan bahwa bulan ramadhan merupakan momen nan tepat untuk memperbanyak dzikir dan membaca Al Qur’an. Karena malaikat Jibril setiap malam pada bulan Ramadhan mengajari Nabi Saw membaca Al Qur’an. Tak pelak banyak umat Islam menggelar tadarus Al Qur’an di masjid alias mushala saat bulan Ramadhan. 

يُسْتَحَبُّ فِي رَمَضَانَ اسْتِحْبَابًا مُؤَكَّدًا مُدَارَسَةُ الْقُرْآنِ وَكَثْرَةُ تِلَاوَتِهِ، وَتَكُونُ مُدَارَسَةُ الْقُرْآنِ بِأَنْ يَقْرَأَ عَلَى غَيْرِهِ وَيَقْرَأَ غَيْرُهُ عَلَيْهِ، وَدَلِيل الاِسْتِحْبَابِ أَنَّ جِبْرِيل كَانَ يَلْقَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كُل لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ مُسْتَحَبَّةٌ مُطْلَقًا، 

Artinya: “Disunnahkan pada bulan Ramadhan dengan sunnah muakkad mempelajari Al Qur’an dan memperbanyak membacanya. Belajar Al Qur’an bisa dengan langkah seseorang membaca dan nan lain mendengarkan. Adapun dalil kesunnahannya adalah bahwa malaikat Jibril berjumpa Nabi Saw setiap malam Ramadhan kemudian beliau berdua belajar dan membaca Al Qur’an.”

Perihal membuka lembaran mushaf saat tadarus Al Qur’an dengan tangan nan dibasahi ludah, Syaikh Abdul Hamid Al Syarwani Al Dagasthani Al Makki menjelaskan dalam kitabnya bahwa norma membuka lembaran mushaf dengan tangan nan dibasahi ludah adalah diperbolehkan jika tujuannya untuk mempermudah membuka lembaran mushaf dan tidak ada unsur melecehkan Al Qur’an.

قَالَ فِي الْمَجْمُوعِ قَالَ الْقَاضِي وَلَا تُمَكِّنُ الصَّبْيَانِ مِنْ مَحوِ الْأَلْوَاحِ بِالْأَقْدَارِ وَمِنْهُ يُؤْخَذُ أَنَّهُمْ يُمْنَعُونَ أَيْضًا مِنْ مَحُوهَا بِالْبَصَاقِ وَبِهِ صَرَّحَ ابْنُ الْعِمَا اهـ . وَفِي الْقَلْيُوبِي عَلَى الْمَحَلِّي يَجُوزُ مَا لَا يُشْعِرُ بِالْإِهانَةِ كَالْبَصَاقِ عَلَى اللَّوْحِ لِمَحْوِهِ؛ لِأَنَّهُ إِعَانَةٌ اهـ. وَفِي فَتَاوَى الْجَمَالِ الرَّمْلِي جَوَازُ ذَلِكَ حَيْثُ قُصِدَ بِهَا لَإِعَانَةُ عَلَى مَحْوِ الْكِتَابَة

Artinya:” Imam Nawawi berbicara dalam kitabnya Al-Majmu’: Qadhi Husain Bin Muhammad Al Marwizi berkata, “Jangan izinkan anak-anak mengelap papan dengan periuk,” dan dari sini disimpulkan bahwa mereka juga dilarang mengelapnya dengan ludah dan demikian pendapat Ibnu Al ‘Ima.

Dalam kita Al-Qalyubi syarah kitab Al Mahalli, diperbolehkan menghapus sesuatu nan tidak terasa menghina, misalnya meludah di papan, untuk menghapusnya. Karena itu adalah bantuan. Dalam fatwa al-Jamal al-Ramli perihal ini diperbolehkan lantaran dimaksudkan untuk membantu menghapus tulisan.”

Demikian penjelasan Hukum membuka lembaran mushaf saat tadarus Al-Qur’an dengan tangan nan dibasahi ludah, semoga berfaedah Wallahu a’lam bissawab. [Baca juga: Bacaan Lengkap Shalawat Munjiyat]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah