Hukum Menceraikan Wanita Yang Sedang Hamil

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA — Beredar di media sosial wanita nan sedang mengandung diceraikan oleh suaminya lantaran suami memilih menikahi selingkuhannya. Dia kudu mengurus sendiri semua kebutuhan calon anaknya hingga menolak libur kerja meskipun tengah mengandung tua.

Netizen lantas ramai berkomentar hingga mempertanyakan apakah boleh menceraikan istri nan sedang hamil. Jadi gimana hukumnya menceraikan istri nan sedang mengandung dalam Islam? Apakah kudu menunggu sampai bayi tersebut lahir?

Dikutip dari kitab Fiqih Perempuan Kontemporer oleh Farid Nu’man, menurut pendapat Jumhur ulama, bahwa menceraikan istri pada saat mengandung adalah boleh. Bahkan Imam Ahmad menyebutnya pisah nan sejalan dengan sunnah.  Ini berasas hadits sahih..

“… kemudian ceraikanlah dia pada waktu suci dan hamil,”

Imam nawawi memberikan komentar nan artinya “Di dalamnya, terdapat dalil bagi diperbolehkan mencerai wanita nan jelas kehamilannya, itulah madzhab asy Syafi'i. Ibnu al-Mundzir berkata, 'Dengan ini pula pendapat kebanyakan ulama, di antara mereka adalah Thawus, al-Hasan, Ibnu Sirin, Rabi`ah, Hammad bin Abi Sulaiman, Malik, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Abu Ubaid, Ibnu al-Mundzir, 'Aku juga beranggapan demikian. Dengan ini juga, pendapat sebagian Malikiyah.

Namun, sebagian Malikiyah lainnya mengharamkannya, dan Ibnu al-Mundzir meriwayatkan bahwa al-Hasan al-Bashri memakruhkan. Demikianlah keterangan lanjutan dari Imam an-Nawawi dalam kitabnya tersebut. Namun, pendapat nan membolehkan adalah lebih sesuai dengan nash syari`at.

Cerai saat mengandung menurut norma di Indonesia

Di Indonesia, sebagian kalangan menganggap bahwa perceraian baru dianggap sah jika disahkan oleh pengadilan, misal Majelis Tarjih Muhammadiyah, ini untuk meminimalkan nomor perceraian. Adapun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap perceraian nan terjadi di luar persidangan kudu dilaporkan ke pengadilan untuk diputuskan sah alias tidaknya.

Namun secara fiqih, jika syarat-syarat perceraian sudah terpenuhi, maka perceraian itu sah walaupun belum disidangkan oleh pengadilan agama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam