Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal Dengan Qadha Puasa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Pada bulan Syawal, ada cukup banyak amalan nan bisa dikerjakan. Salah satu ibadah nan sunnah dilakukan di bulan Syawal adalah melakukan puasa 6 hari di bulan syawal. Akan tetapi, terkadang dijumpai beberapa orang nan tetap mempunyai tanggungan puasa Ramadhan dan mau menggabungkan puasa syawal dengan qadha Ramadhan. Lantas, gimana norma menggabungkan niat puasa syawal dengan qadha puasa

Dalam literatur kitab fikih, dijumpai beberapa keterangan mengenai norma menggabungkan beberapa puasa lantaran terjadi dalam satu waktu. Seperti terjadinya puasa Asyura di hari puasa senin alias kamis alias terjadinya puasa senin alias kamis di enam hari bulan syawal.

Apabila seseorang menggabung niat beberapa puasa sunnah seperti puasa Asyura dan puasa senin kamis, maka hukumnya adalah boleh dan dinyatakan mendapatkan pahala keduanya. Hal ini sebagaimana dalam kitab I’anatut Thalibin, Juz 2, laman 271 berikut,

)تنبيه) إعلم أنه قد يوجد للصوم سببان كوقوع عرفة أو عاشوراء يوم اثنين أو خميس أو وقوع اثنين أو خميس في ستة شوال فيزداد تأكده رعاية لوجود السببين فإن نواهما حصلا 

Artinya : “ (Peringatan) Ketahuilah bahwa sesungguhnya terkadang dijumpai beberapa karena dalam satu puasa. Seperti terjadinya puasa Arafah alias Asyura di hari puasa senin alias kamis alias terjadinya puasaa senin alias kamis di enam hari bulan syawal, maka kesunnahannya menjadi lebih muakkad lantaran menjaga dari adanya beberapa karena puasa. Apabila seseorang beriktikad untuk puasa keduanya maka mendapatkan pahala keduanya.”

Selain itu, menurut Syekh Zakaria al-Anshari andaikan seseorang melakukan puasa sunnah seperti puasa 6 hari bulan syawal, jika diniati puasa lain seperti qadha Ramadhan tanpa meniatkan puasa Asyura’, maka tetap mendapatkan pahala keduanya. Hal ini lantaran nan dikehendaki puasa tersebut adalah adanya puasa meskipun dalam rangka qadha Ramadhan.

Sebagaimana dalam kitab Fathul Wahhab, juz 1, laman 206 berikut,

(وتعيينه) أي الفرض قال في المجموع، وينبغي اشتراط التعيين في الصوم الراتب كعرفة وعاشوراء وأيام البيض وستة من شوال كرواتب الصلاة وأجيب بأن الصوم في الايام المذكورة منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت أيضا كتحية المسجد، لان المقصود وجوب صوم فيها

Artinya : “(Dan menentukan fardu) Imam Nawawi berbicara dalam kitab Majmu’, semestinya dalam puasa ratib disyaratkan adanya ta’yin, seperti puasa Asyura, hari hari terang, enam hari bulan syawal sebagaimana shalat rawatib. Pendapat ini dibantah dengan memandang bahwa puasa pada hari tersebut dipalingkan, apalagi seandainya seseorang beriktikad puasa lainnya maka tetap mendapatkan pahala puasa, sebagaimana dalam sholat tahiyatul masjid. Karena tujuannya adalah adanya puasa di hari itu.”

Dari penjelasan di atas bahwa norma menggabungkan niat puasa Syawal dengan Qadha Puasa diperbolehkan dalam Islam. Untuk itu, orang nan mau melaksanakan puasa Sunnah Syawal, sekaligus Qadha Ramadhan, maka diperbolehkan perbuatan nan demikian.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah