Hukum Ziarah Kubur Di Akhir Sya’ban

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Ziarah kubur adalah praktik nan mempunyai kedalaman makna dalam kepercayaan Islam. Ini merupakan kunjungan ke kuburan untuk mengenang dan menghormati orang nan telah meninggal dunia. Praktik ini mempunyai nilai spiritual dan sosial nan besar dalam kehidupan umat Islam. Dalam tulisan ini, norma kunjungan kubur di akhir Sya’ban?

Sejatinya, kunjungan kubur bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari aliran kepercayaan Islam nan praktikkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Tujuannya adalah untuk mengenang orang nan telah meninggal, mendoakan mereka, serta mengambil ikhtibar dari praktek kunjungan nan kita lakukan.

Sebab tak bisa dipungkiri, makna utama dari kunjungan kubur adalah mengingat kematian sebagai bagian alamiah dari kehidupan. Ini menjadi pengingat bagi orang nan tetap hidup, sungguh rapuhnya kehidupan bumi serta pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat.

Syekh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyati dalamm kitab I’anah Thalibin, Jilid II , laman 161 menjelaskan bahwa norma kunjungan kubur dalam Islam, hukumnya adalah sunnah. Untuk itu, dianjurkan untuk mengunjungi makam orang tua, terutama bagi mereka nan tetap mempunyai hubungan darah, meskipun tinggal di negara lain.

ويتأكد ندب الزيارة في حق الأقارب، خصوصا الأبوين، ولو كانوا ببلد آخر غير البلد الذي هو فيه، فقد روى الحاكم عن أبي هريرة رضي الله عنه: من زار قبر أبويه أو أحدهما في كل جمعة مرة غفر الله له، وكان بارا بوالديه. وفي رواية: من زار قبر والديه كل جمعة أو أحدهما، فقرأ عنده يس والقرآن الحكيم، غفر له بعدد ذلك آية أو حرفا.

Artinya; sunnah untuk menziarahi kuburan orang tua, terutama bagi mereka nan tinggal di negara lain. Dalam sabda riwayat Al-Hakim dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa nan menziarahi kuburan kedua orang tuanya alias salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah bakal mengampuni dosanya dan menjadikannya orang nan berkhidmat kepada kedua orang tuanya.”

Dalam riwayat lain termaktub: “Barangsiapa nan menziarahi kuburan kedua orang tuanya alias salah satunya setiap hari Jumat, lampau membaca surat Yasin dan Al-Quran, maka Allah bakal mengampuni dosanya sebanyak jumlah ayat alias huruf nan dia baca.”

Sementara itu, Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab, Jilid V, laman 284 menjelaskan bahwa kunjungan kubur dalam Islam hukumnya adalah sunnah. Pasalnya, dalam beberapa haadis Nabi Muhammad mengutarakan tentang faedah dari kunjungan kubur, di antaranya sebagai pengingat kematian.

( ويستحب [ للرجال ] زيارة القبور ، لما روى أبو هريرة رضي الله عنه قال { زار رسول الله صلى الله عليه وسلم قبر أمه فبكى وأبكى من حوله ; ثم قال : إني استأذنت ربي عز وجل أن أستغفر لها فلم يأذن لي واستأذنته في أن أزور قبرها فأذن لي ; فزوروا القبور فإنها تذكركم الموت } والمستحب أن يقول السلام عليكم دار قوم مؤمنين ، وإنا .إن شاء الله بكم لاحقون ، ويدعو لهم

Artinya; Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mengunjungi kunjungan kuburan, berasas hadits nan riwayat oleh Abu Hurairah , beliau berkata, “Rasulullah SAW pernah mengunjungi makam ibundanya, lampau beliau menangis dan membikin orang-orang di sekitarnya menangis.

Kemudian beliau berkata, ‘Aku telah meminta izin kepada Rabbku nan Maha Mulia untuk memohon pembebasan baginya, tetapi Dia tidak mengizinkanku. Lalu saya memohon izin untuk mengunjungi makamnya, dan Dia mengizinkanku. Oleh lantaran itu, kunjungilah kuburan, lantaran perihal itu bakal mengingatkan kalian tentang kematian.'”

Sunnah untuk mengucapkan: “Assalamu’alaikum, wahai penunggu rumah orang-orang beriman. Kami Insya Allah bakal menyusul kalian.” Dan berdoalah untuk mereka.

Demikian norma kunjungan kubur di bulan Sya’ban. Semoga bermanfaat. [Baca juga: Doa Ziarah di Makam Rasulullah] 

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah