Ingin Berkurban Pada Idul Adha Tapi Nyicil Bayarnya, Memang Boleh?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Hari Raya Idul Adha 1445 H semakin mendekat ialah pada 17 Juni 2024 berasas SKB tiga menteri. Seiring dengan persiapan umat Muslim untuk merayakan hari besar ini, banyak nan mulai membeli hewan kurban sebagai bagian dari ritual ibadah.

Pembelian hewan kurban seperti sapi, kambing, alias domba biasanya dilakukan beberapa pekan sebelum Idul Adha untuk memastikan hewan dalam kondisi terbaik saat hari H. Tradisi berkurban ini tidak hanya menjadi simbol ketaatan dan pengorbanan kepada Allah, tetapi juga sebagai corak solidaritas sosial, lantaran daging kurban bakal dibagikan kepada mereka nan membutuhkan.

Namun, kejadian pembelian hewan kurban dengan langkah mencicil kian marak terjadi. Banyak orang mempertanyakan apakah metode pembayaran ini dibolehkan dalam Islam. Lantas apa hukumnya?

Guru Besar Fiqih Perbandingan di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, Saad Al Hilali memulai penjelasannya dengan menyampaikan bahwa dalam membelanjakan kekayaan tentu kudu logis dan mempertimbangkan keadaan finansial masing-masing. Ia juga menekankan, berkurban adalah kebaikan ibadah untuk mereka nan mampu.

"Kurban adalah ibadah bagi nan mampu. Jadi gimana langkah orang nan tidak bisa bayar angsuran alias utang tersebut. Ya selain jika nan berkepentingan tidak rasional, alias telah tertipu iklan," jelasnya, dilansir Masrawy.

Al-Hilali juga menyampaikan, meminjam duit untuk beli hewan kurban memang sah-sah saja. Namun seorang Muslim juga kudu menggunakan nalarnya dan memikirkan kemaslahatan keadaan dirinya dan keluarganya.

Dia juga mengingatkan, berkurban menurut kebanyakan ustadz hukumnya adalah sunnah. Dalam hadits nan diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

"Siapa nan mempunyai keluasan (rezeki) tetapi enggan berkurban, maka jangan dekati tempat sholat kami." (HR Ibnu Majah)

Dalam lafadz nan berbeda, sebagaimana dilansir Islamweb, Nabi Muhammad SAW bersabda:

من كان له مال فلم يضح فلا يقربن مصلانا

"Siapa nan mempunyai kekayaan (untuk berkurban), tetapi enggan berkurban, maka jangan dekati tempat sholat kami." (HR Al Hakim)

Imam An-Nawawi dalam kitabnya, Al Majmu, menjelaskan kebanyakan ustadz beranggapan bahwa berkurban adalah sunnah muakkad bagi orang-orang nan mempunyai kelebihan kekayaan namalain orang kaya. Adapun sunnah muakkad adalah sunnah nan kadar anjurannya itu lebih kuat alias lebih diutamakan untuk dikerjakan.

Sumber:

 https://www.masrawy.com/islameyat/others-islamic_ppl_news/details/2023/6/20/2430728/%D8%A7%D9%84%D9%87%D9%84%D8%A7%D9%84%D9%8A-%D8%A3%D8%B5%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%B6%D8%AD%D9%8A%D8%A9-%D9%84%D8%A3%D9%87%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%A8%D9%8A%D8%AA-%D9%88%D8%A5%D9%86-%D8%AA%D8%B5%D8%AF%D9%82%D8%AA-%D9%81%D9%87%D9%8A-%D8%B3-%D9%86%D8%A9-%D9%88-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%8A-%D9%8A%D8%B9%D9%88%D8%B2%D9%87-%D8%A7%D9%84%D8%A8%D9%8A%D8%AA#ISLAMEYAT-FEATURE

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam