Ini Model Pendidikan Yang Diisyaratkan Nabi Muhammad Saw

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Sejarah perjalanan Islam telah menunjukkan gimana model pendidikan nan sejati. Ini tergambarkan dari gimana Alquran dan hadits menjelaskan mengenai perihal tersebut.

Allah SWT mengangkat derajat umat Islam dengan menghadirkan tokoh-tokoh teladan. Allah SWT berfirman, "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan nan baik bagimu (yaitu) bagi orang nan mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan nan banyak mengingat Allah." (QS Al-Ahzab Ayat 21)

Allah SWT juga berfirman, "Mereka itulah (para nabi) nan telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka." (QS Al-An'am Ayat 90)

Majunya sebuah negara tentu tak lepas dari sosok-sosok nan bisa menjadi suri teladan. Teladan-teladan inilah nan bisa mendorong para pemuda dan pemudi untuk mengikuti jejak tokoh panutan itu. Pendidikan melalui teladan adalah salah satu sarana pendidikan nan paling strategis.

Dalam perihal itulah, Nabi Muhammad SAW menghadirkan banyak sosok ke tengah umat Muslim. Nabi SAW melakukan pendekatan untuk menghadirkan tokoh-tokoh nan dapat menjadi teladan ke tengah umat Islam. Agar kemudian bisa diteladani oleh umat Islam secara keseluruhan.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, "Di antara umatku, nan paling belas kasih terhadap umatku adalah Abu Bakar, sedangkan nan paling tegas terhadap perintah Allah adalah umar, nan paling pemalu adalah Utsman, nan paling mengetahui legal haram adalah Mu'adz bin Jabal, dan nan paling mengetahui tentang fara'idl (ilmu tentang pembagian kekayaan waris) adalah Zaid bin Tsabit.

Serta nan paling bagus bacaannya adalah Ubay bin Ka'ab, dan setiap umat mempunyai orang kepercayaan, sedangkan orang kepercayaan umat ini adalah Abu 'Ubaidah bin Jarrah." (Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami')

Rasulullah SAW bersabda, "Ikutilah orang-orang setelahku, (terutama) Abu Bakar dan Umar." Beliau juga bersabda, "Hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin setelahku agar berada dalam kebenaran." (HR At-Tirmidzi)

Generasi terdahulu pun sangat berhati-hati dalam mengikuti seorang ulama. Karena, tokoh panutan berakibat besar dalam membangun adab nan mulia.

Sumber:

 https://www.islamweb.net/ar/article/232312/%D8%A5%D8%A8%D8%B1%D8%A7%D8%B2-%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%AF%D9%88%D8%A7%D8%AA-%D9%84%D9%84%D8%B4%D8%A8%D8%A7%D8%A8

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam