Ini Peringatan Untuk Pelakor Perusak Rumah Tangga Orang Lain Dari Alquran Dan Hadits

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA — Sosok pedangdut berinisial TS belakangan viral lantaran diduga merebut suami seorang WNA asal Korea, Amy. Rumah tangganya nan berumur 16 tahun dan dikaruniahi 4 orang anak, runtuh sejak kehadiran pedangdut nan pernah terjerat kasus prostitusi itu.

Dalam curhatannya di media sosial, Amy mengaku, suaminya apalagi telah membujuk terang-terangan pedangdut TS ke rumahnya dan justru mengusir dirinya ke appartemen tempat mereka sebelumnya berselingkuh. 

Amy juga dilarang menghubungi dan berjumpa dengan anak-anaknya. Bahkan ketika Amy berupaya merebut anaknya nan tetap berumur satu bulan dari gendongan pelakor TS di sebuah rumah sakit, tidak dizinikan oleh suaminya. Untuk sekadar memberikan ASI dengan meminta pertolongan pihak rumah sakit, pun tidak dizinkan oleh suaminya.

Video curhatannya nan kehilangan suami dan keempat anaknya akibat ulah pelakor mendapatkan support dari warganet. Warganet bergerak secara masif memberikan dukungan kepada Amy dengan meminta support kepada Polri, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Komnas Anak, dan Komnas Perempuan melalui akun-akun media sosial mereka. Lalu gimana sebenarnya norma perebut laki orang (pelakor) dałam Islam?

Agama Islam sangat menentang dan mengharamkan perzinaah alias perselingkuhan. Pelakunya, apalagi bisa dirajam dengan 100 kali cambukan bagi selaku zina nan belum menikah hingga diasingkan. Sedangkan pelaku zina nan sudah menikah, hukumannya adalah dirajam sampai meninggal dunia. Allah SWT berfirman:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿٢﴾ الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ ۚ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Pezina wanita dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas iba kepada keduanya mencegah Anda untuk (menjalankan) kepercayaan (hukum) Allah, jika Anda beragama kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) balasan mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang nan beriman,” (QS An -Nur ayat 2)

Karenanya Islam sangat menentang perilaku tersebut, sampai-sampai menerapkan balasan nan berat kepada pelakunya. Namun sayangnya, peringatan ini tidak diindahkan sehingga begitu banyaknya kasus-kasus mengandung sebelum menikah, dan banyaknya perceraian nan disebabkan oleh hadirnya pihak ketiga namalain perselingkuhan.

Perselingkuhan merupakan perbuatan merusak keselarasan rumah tangga orang lain. Dalam Islam, perbuatan semacam ini merupakan perbuatan nan dibenci oleh Allah Swt. Pelakunya tidak hanya berdosa besar, tetapi juga menjadi musuh-Nya di hari hariakhir kelak.

Dikutip dari kitab “Para Musu Allah” karya Rizem Aizid, hadirnya orang ketiga menimbulkan jarak antara suami dan istri dalam sebuah rumah tangga dan hadirnya orang ketiga ini, kerap kali menjadi awal dimulainya perselingkuhan nan bakal berujung perzinaan dan perceraian.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam