Ini Sunnah Nabi Di Bulan Syawal Yang Pasti Disukai Kaum Jomblo

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ilustrasi melaksanakan sunnah Nabi Muhammad.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Ada sejumlah kepercayaan dan mitos nan telah mendarah daging dalam warisan budaya Arab di era jahiliyah. Salah satunya kepercayaan bahwa menikah di bulan Syawal membawa kesialan. Akibatnya, banyak dari mereka nan menghindari untuk melangsungkan pernikahan pada bulan tersebut.

Bukan hanya menikah nan dihindari, apalagi wanita nan sudah menikah pun enggan untuk berasosiasi intim dengan suami mereka di bulan Syawal. Mereka meyakini, melakukan hubungan intim di bulan ini merupakan perbuatan dosa nan besar.

Jika kemudian dari hubungan tersebut lahir seorang anak, diyakini bahwa anak tersebut bakal terkena kutukan akibat dosa orang tua mereka. Dipercaya bahwa anak nan lahir dari hubungan intim di bulan Syawal bakal diliputi oleh nasib buruk, apalagi sampai pada tingkat lumpuh.

Namun, datangnya Islam mengubah semua itu, ialah ketika Nabi Muhammad memilih bulan Syawal sebagai waktu untuk menikahi Aisyah RA. Aisyah berkata:

- تزوّجَني رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم في شوالَ ، وبَنَى بي في شوالَ . وكانت عائشةُ تستَحِبّ أن يُبْنَى بنسائِها في شوالَ

"Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama di bulan Syawal. Istri Rasulullah mana nan lebih beruntung dari diriku di sisi beliau?" (Perawi berkata), "Aisyah senang menikahkan wanita pada bulan Syawal." (HR. Tirmidzi)

Mengimbangi Tradisi Jahiliyah

Maka berasas perihal itu juga, pernikahan di bulan Syawal dibolehkan. Imam Nawawi menyampaikan, Aisyah RA melalui riwayatnya itu mau merespons kultur di masa jahiliyah, karena kala itu orang-orang Arab enggan menikah di bulan Syawal karena dugaan apes tadi.

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam