Inilah Tiga Kunci Kebahagiaan Hidup Di Dunia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA — Ustadz Abu Fahd Ega menyebutkan, ada tiga kunci kebahagiaan hidup di bumi ini, ialah bersyukur, bersabar, dan beristighfar. Bersyukur dalams etiap nikmat nan diberikan Allah SWT, bersabar dengan segala persoalan hidup serta ujian nan datang silih berganti, dan segera memohon maaf ketika melakukan dosa maupun maksiat.

Dalam kajian “Menjadikan Masalah sebagai Sumber Pembelajaran dan Pertumbuhan” berbareng Wearing Klamby, ustadz Abu Fahd mengatakan, bahwa manusia sejatinya dalam hidup tidak lepas dari masala. Hidup, kata dia, hanya beranjak dari satu masalah ke masalah nan lain, dan bakal terus berputar seperti itu.

“Jadi kita hidup ini hanya gimana kita menyikapi masalah-masalah ini, dan masalah nan kita hadapi di kehidupan kita, rupanya hanya berputar pada 3 hal. Pertama,  jika diberi nikmat maka bersyukur, kedua, jika diuji maka sabar, nan ketiga, jika melakukan dosa maka segera istighfar,” ujar Ustadz Abu Fahd di area Menteng Jakarta Pusat, Ahad (2/6/2024). 

Lalu apa saja nikmat nan telah Allah berikan itu? Menurut Ustadz Abu Fahd, jika manusia mau menghitung-hitung nikmat Allah, maka tidak bakal pernah cukup lantaran begitu besarnya nikmat nan telah Allah berikan. Dari bangun tidur tetap bisa melakukan sholat subuh, tetap bernafas, tetap bisa membuka mata, tetap bisa menggerakkan tangan dan personil tubuh nan lain adalah contoh sederhana dari nikmat nan Allah berikan kepada hamba-Nya.

“Sudah sholat subuh tadi pagi? Sudah sholat dzuhur? Itu adalah nikmat dari Allah swt lantaran ada orang di luar sana, muslim-muslimah, sehat dan kaya raya, tapi subuhnya bablas. Ini adalah nikmat agama,” ujar ustadz Abu Fahd.

Ada juga nan disebut sebagai nikmat dunia, seperti mata nan sehat dan bisa melihat, mulut nan bisa berbicara, telinga nan bisa mendengar. Karena ada  beberapa orang nan tidak diberikan nikmat tersebut, mata nan buta, telinga nan tuli, tidak mempunyai tangan, tidak mempunyai kaki, dan tetap banyak lainnya. Menurut ustadz Abu Fahd, ini adalah sederet kenikmatan nan sudah semestinya kita syukuri. 

“Makanya disebutkan salah satu kunci kebahagiaan adalah mensyukuri apa nan kita miliki. Karena ada orang nan tidak berterima kasih (hidupnya) tidak bakal bahagia, dikasih gunung emas minta berlian, rakus terus hidupnya,” ujar Ustadz Abu Fahd.

Kedua, sabar ketika menghadapi musibah alias masalah. Misalnya, ada orang nan diuji dalam ekonominya, bisnisnya bangkrut, tidak sukses, ditipu, alias masalah dalam keluarga, seperti suaminya nan tidak memberikan nafkah dengan sempurna, suaminya selingkuh, anaknya durhaka, dan macam-macam ujian lainnya nan dialami oleh setiap orang.

Menurut ustadz Abu Fahd, sabar di sini bukan berfaedah tak bersuara saja ketika mendapatkan masalah, namun tetap kudu ada ikhtiar gimana caranya keluar dari masalah tersebut dan dengan langkah nan tidak dibenci Allah swt. Karena bisa jadi, lanjut Ustadz Abu Fahd, masalah nan menimpa seorang hamba adalah corak penggugur dosanya di dunia.

“Jadi kudu kita pahami, musibah jika dihadapi dengan sabar, menjadi penghapus dosa. Masalahnya dosa jika tidak dihapus di sini maka kelak tanggung jawabnya di akhirat. Jadi mau dihapus di bumi apa kelak di akhirat?” tanya ustadz Abu Fahd.

Kunci kebahagiaan nan ketiga adalah jika melakukan dosa maka segera beristighfar alias memohon ampun. Menurut ustadz Abu Fahd, Allah menciptakan manusia sepaket dengan hawa nafsunya. Jadi ada kalanya kita sangat getol beragama dan melakukan amal namun ada kalanya kita melakukan maksiat. 

“Setiap anak Adam pasti melakukan kesalahan dan banyak, tapi sebaik-baiknya nan melakukan kesalahan adalah nan mau bertaubat. Dan inilah nan membedakan antara orang nan soleh dan bukan,” ujar ustadz Abu Fahd.

Orang soleh ketika melakukan maksiat maka dia bakal segera bertaubat. Sedangkan orang nan tidak saleh maka akan terus bermaksiat dan terus tercebur dalam maskat lain dan tidak mau bertaubat. 

“Dengan adanya orang-orang nan bertaubat, di sanalah Allah SWT telah memberikan cintanya. ‘Allah mencintai orang nan bertaubat dan orang nan bersuci’ (Al Baqarah ayat 222),” terangnya.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam