Israel Tunggu Sapi Merah Dan Kaitannya Dengan Kuil Sulaiman Di Balik Robohnya Al Aqsa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Haikal (kuil) Sulaiman dikenal luas di kalangan orang-orang Yahudi, dan menjadi argumen bagi mereka untuk menguasai Masjid Al Aqsa. Apakah Alquran menjelaskan ihwal Haikal Sulaiman itu?

Tidak ada penyebutan Haikal Sulaiman dalam Alquran, tetapi Alquran menyebut istana nan lantainya dilapisi kaca. Sebagaimana disebutkan dalam Surat An Naml ayat 44, Allah SWT berfirman:

قِيْلَ لَهَا ادْخُلِى الصَّرْحَۚ فَلَمَّا رَاَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَّكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَاۗ قَالَ اِنَّهٗ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّنْ قَوَارِيْرَ ەۗ قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمٰنَ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

"Dikatakan kepadanya (Balqis), “Masuklah ke dalam istana.” Maka ketika dia (Balqis) memandang (lantai istana) itu, dikiranya kolam air nan besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, “Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana nan dilapisi kaca.” Dia (Balqis) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, saya telah melakukan kejam terhadap diriku. Aku bertawakal diri berbareng Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam." (QS An Naml ayat 44)

Ayat tersebut menunjukkan tanda keelokan dan mukjizat nan luar biasa. Bahkan Ratu Syeba alias Ratu Balqis, masuk Islam setelah memandang keajaiban tersebut. 

Alquran juga menunjukkan sungguh jin-jin tunduk kepada Nabi Sulaiman AS dengan membantu membangun gedung-gedung tinggi nan dia inginkan, sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT.

يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

"Mereka (para hantu itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa nan dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung nan tinggi, patung-patung, piring-piring nan (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk nan tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai family Dawud untuk berterima kasih (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku nan bersyukur." (QS. Saba ayat 13)

Pembangunan tempat ibadah saat itu merupakan pembangunan nan sangat megah, bagus dan presisi. Tidak seperti pembangunan bangsa Asiria dan Babilonia pada masa itu. 

Nabi Sulaiman membangun negara nan bisa mencapai kebangkitan budaya secara menyeluruh, termasuk gedung arsitektur terunggul dan terkenal pada masa itu.

Adapun dugaan keberadaan Haikal Sulaiman, dan teks-teks nan digambarkan oleh para penulis sejarah Yahudi bahwa letaknya ada di Masjid Al Aqsa, adalah murni rekayasa dan pemalsuan fakta. Ada pertentangan nan jelas dalam penuturan kitab-kitab nan berbincang tentang Kuil Sulaiman.

Narasi nan bergulir sejak awal tentang letak keberadaan Kuil Sulaiman tidak bisa dipercaya. Narasi tersebut tidak bisa dipercaya bukan hanya lantaran tidak berasal dari wahyu ilahi, melainkan juga lantaran ada banyak perbedaan pendapat di antara para sarjana Yahudi dan para rabi mereka mengenai letak Kuil Sulaiman. Ini menjadi bukti kuat bahwa Kuil Sulaiman adalah bohong dan mitos.

Dalam kitab Al Quds Al Tarikh Al Mushowwir, disebutkan bahwa keberadaan Masjid Al Aqsa jauh sebelum disangka Bait Suci merupakan salah satu bukti sejarah terkuat nan membantah klaim kaum Yahudi dan mengungkap kredibilitas visi Islam mengenai kewenangan umat Islam atas Masjid Al-Aqsa dan Palestina.

Sejak abad ke-19

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam