Istri Ambil Uang Suami Untuk Sedekah Tanpa Izin, Bolehkah?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Salah satu jenis infak adalah infak, ialah bederma dengan harta. Keutamaannya sangat besar. Allah SWT berfirman, nan artinya, "Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman nan baik maka Allah melipatgandakan tukar kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah Anda dikembalikan" (QS al-Baqarah: 245).

Ayat di atas bertindak umum. Artinya, baik Muslim laki-laki maupun wanita bakal mendapatkan ganjaran nan sama saat bersedekah. Seorang Muslimah, terlebih nan sudah bersuami, tentu bakal mendapatkan ganjaran nan besar jika dia tulus menginfakkan hartanya.

Harta seorang istri bisa didapat dari dua jalan. Pertama, nan dia usahakan sendiri. Selain itu, ada kekayaan pemberian dari suami.

Lantas, gimana hukumnya jika seorang istri bersedekah dengan kekayaan suaminya tanpa izin?

Ulama berbeda pendapat soal kebolehan perihal itu. Ada nan mengharamkan perkara ini lantaran dilakukan si istri tanpa izin suaminya. Persetujuan suami menjadi sesuatu nan sangat krusial dalam kehidupan istri.

Misal, seorang istri tidak boleh menemui tamu tanpa seizin suami. Istri juga tidak boleh berpuasa sunah tanpa izin suami. Sebelum keluar dari rumah pun, istri mesti dengan sepengetahuan dan restu suaminya.

Lebih unik soal membelanjakan kekayaan suami tanpa izin, para ustadz nan melarangnya juga mendasarkan pada sebuah hadis. Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak boleh bagi seorang wanita nan bersuami untuk membelanjakan kekayaan pribadinya (tanpa seizin suaminya)" (HR Nasai, Ibnu Majah dan Abu Dawud).

Menurut Syekh Nasiruddin al-Albani, sabda di atas termasuk sahih. Jadi, tak dibenarkan jika seorang istri membelanjakan kekayaan suami, termasuk untuk sedekah, tanpa seizin suami.

Sebagian ustadz lain membolehkan istri bersedekah meski tanpa sepengetahuan suami. Pada dasarnya, norma "harta istri adalah kekayaan istri sendiri; kekayaan suami adalah kekayaan bersama" bisa dipakai di sini.

Ulama nan membolehkan perihal itu juga mendasarkan pendapatnya pada sebuah hadis. Ibnu Abbas berkata,  "Aku bersaksi bahwa Nabi SAW pergi ditemani Bilal saat shalat id. Nabi SAW mengira bahwa para wanita tidak mendengar khutbah nan beliau sampaikan.

Oleh lantaran itu, Nabi SAW nasihati mereka secara unik dan Nabi SAW perintahkan mereka agar bersedekah. Para wanita pun melemparkan anting-anting dan cincin mereka ke arah kain nan dibentangkan oleh Bilal, dan Bilal memegang ujung kainnya" (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas menunjukkan kebolehan istri untuk menginfakkan sebagian hartanya nan diberikan suami tanpa kudu izin suaminya.

Hal ini diperkuat oleh sabda riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dari Kuraib, jejak budak dari Ibnu 'Abbas: sesungguhnya ummul mukminin Maimunah binti al-Harits pernah bercerita kepada Ibnu 'Abbas bahwa dia memerdekakan budak perempuannya tanpa meminta izin kepada Nabi SAW terlebih dahulu.

Pada saat hari giliran Nabi SAW menginap di rumah istrinya itu, dia berbicara kepada Nabi SAW. "Wahai Rasulullah, apakah kau tahu bahwa saya telah memerdekakan budak wanita nan kumiliki?" tanya Maimunah.

Nabi SAW bersabda, "Benarkah kau telah melakukannya?"

"Ya", jawab sang ummul mukminin.

"Jika kau berikan budak wanita tersebut kepada pamanmu, tentu pahalanya lebih besar," timpal Rasulullah SAW.

Hadis di atas menujukkan, Nabi SAW tidak melarang alias menegur istrinya nan memerdekakan budak. Artinya, seorang istri boleh menggunakan kekayaan pemberian suaminya untuk sedekah. Allahua'lam.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam