Isyarat Nabi Muhammad Tentang Kepuasan Manusia Yang Tiada Batas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Umat Muslim diingatkan untuk menjauhi bujukan kekayaan duniawi nan seringkali menguasai pikiran dan hati manusia. Kecenderungan untuk terobsesi dengan kekayaan bumi dapat mengakibatkan hilangnya rasa syukur dan kepuasan dalam diri seseorang.

Ketika seseorang terus-menerus terpaku pada pencarian kekayaan material, hatinya condong terbelenggu oleh ambisi dan kemauan nan tidak terbatas, sehingga merugikan dirinya sendiri dalam memandang berkah nan telah diberikan Allah SWT.

Keberanian untuk menolak bujukan kekayaan bumi merupakan bagian krusial dari keagamaan seorang Muslim. Memahami bahwa kekayaan sejati bukanlah hanya nan tampak di dunia, melainkan juga kekayaan spiritual dan kebahagiaan jiwa nan didasarkan pada hubungan nan baik dengan Allah dan pengabdian kepada sesama manusia.

"Meskipun sudah kaya, tetapi ketika obsesinya adalah harta, kekuasaan, maka enggak bakal ada puasnya," demikian penjelasan Ustadz Muhammad Azizan Lc MA, dalam kajian online Riyadusshalihin.

Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya seorang anak Adam mempunyai satu lembah emas, tentu dia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak bakal memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang nan bertaubat." (Muttafaqun 'alaih).

Terhadap hadits itu, Ustadz Azizan memaparkan, orang nan terobsesi pada bumi tidak bakal pernah merasa puas dan serba-kecukupan. Orang tersebut bakal menjadi budak bumi oleh Allah SWT.

"Ketika obsesi seseorang itu sudah dunia, maka pertama, Allah SWT bakal buat dia jadi budaknya dunia, dan kedua, enggak bakal pernah merasakan serba-kecukupan. Hidupnya selalu mengeluhkan tentang kefakiran, padahal di bawah dia ada jutaan orang lebih fakir," kata alumnus Universitas Al Imam Muhammad bin Su'ud Riyadh Cabang Jakarta ini.

Padahal, sebanyak-banyaknya harta, berapa nan bisa masuk ke dalam perut. Paling tidak, hanya sepiring hidangan makanan nan bisa masuk, sementara orang tersebut setiap waktunya digunakan untuk mencari kekayaan dengan meninggalkan ibadah-ibadah kepada Allah SWT.

"Mencari kekayaan sampai meninggalkan kajian, shalat sunnah, ninggalin sedekah, sampai segitunya. Maka, persis kata Nabi SAW, ketika orang itu sudah terobsesi pada dunia, kekayaan dan kekuasaan, Allah SWT jadikan kefakiran itu ada di pelupuk mata," ucapnya.

Padahal, setiap Muslim kudu menyari bahwa mempunyai makanan untuk disantap di pagi hari, dan bisa bangun di pagi hari dengan sehat, itu adalah nikmat dari Allah SWT. Dan ketika seorang Muslim ditimpa masalah, Allah SWT bakal memberinya solusi kepada mereka nan bertakwa.

"Ketika terjadi kesulitan ekonomi, impitan hidup, jangan bermaksiat, justru bertakwa kepada Allah SWT dan bertawakal. Karena janji Allah SWT itu pasti. Allah nan kasih rezeki dari jalan nan tidak pernah disangka-sangka. Maka ini warning buat kita. Musuh kita di dalam kehidupan itu adalah kekayaan kita sendiri. Kalau salah mengaturnya, menyikapinya, maka dia bakal membinasakan kita," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam