Jadi Single Parent? 7 Pekerjaan Ini Punya Jam Kerja Lebih Fleksibel dan Bisa Disesuaikan dengan Anak

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 505x dilihat
Jadi Single Parent? 7 Pekerjaan Ini Punya Jam Kerja Lebih Fleksibel dan Bisa Disesuaikan dengan Anak

Bagikan Postingan

Menjadi single parent berfaedah kudu membagi waktu antara mencari nafkah, mengurus rumah, dan mendampingi anak. Pekerjaan dengan jam kerja elastis bisa jadi salah satu pilihan.

Menjadi single parent bukan hanya soal mencari pekerjaan yang menghasilkan uang. Ada antar-jemput sekolah, anak sakit, pekerjaan rumah, sampai momen ketika anak tiba-tiba butuh kita—semuanya tetap kudu melangkah meski pekerjaan juga menunggu.

Karena itu, pekerjaan dengan jam kerja elastis bisa menjadi pertimbangan menarik bagi single parent. Bukan berfaedah pekerjaannya lebih mudah alias tuntutannya lebih sedikit, tetapi elastisitas dalam menentukan kapan dan di mana pekerjaan dilakukan dapat memberikan ruang lebih besar untuk mengatur kebutuhan keluarga.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa elastisitas kerja memang berangkaian dengan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Meta-analisis terhadap 38 studi dari 19 negara dengan total 83.951 partisipan menemukan adanya hubungan positif antara flexible work arrangements dan work-life balance.

BACA JUGA: Daftar lowongan pekerjaan yang mencari virtual assistant

1. Freelance Writer atau Editor

Photo by LinkedIn Sales Solutions on Unsplash

Punya keahlian menulis alias mengedit? Freelance bisa jadi pilihan lantaran pekerjaan umumnya berbasis deadline, sehingga waktu pengerjaan lebih mudah disesuaikan dengan agenda anak.

2. Social Media Specialist atau Content Creator

Pekerjaan ini cukup fleksibel, terutama jika dilakukan secara remote alias freelance. Mulai dari membikin konten, caption, hingga mengelola almanak media sosial bisa dikerjakan dari rumah.

BACA JUGA: Rekomendasi pekerjaan remote untuk para ayah

3. Virtual Assistant

Virtual assistant membantu pekerjaan administratif seperti mengatur jadwal, email, dokumen, hingga meeting. Sebelum menerima pekerjaan, pastikan memahami jam kerja, area waktu klien, dan ekspektasi respons.

BACA JUGA: Rekomendasi tempat kursus untuk menjadi virtual assistant, cocok untuk ibu rumah tangga

4. Online Tutor

Photo by Arnel Hasanovic on Unsplash

Punya skill tertentu? Menjadi tutor online memungkinkan agenda mengajar disesuaikan dengan waktu yang tersedia, misalnya saat anak sekolah alias sedang ada yang membantu mengasuh.

5. Graphic Designer alias Illustrator

Pekerjaan kreasi freelance umumnya berbasis proyek dan deadline. Sistem ini memberikan ruang untuk mengatur waktu pengerjaan tanpa kudu selalu berada di kantor.

BACA JUGA: Bisa kerja dari rumah? Ini 10 situs terpercaya untuk cari pekerjaan remote

6. Konsultan alias Pekerja Berbasis Proyek

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Bagi yang sudah punya pengalaman profesional, pekerjaan konsultasi alias project-based bisa menjadi pilihan. Misalnya konsultan marketing, HR, keuangan, alias pendidikan.

7. Online Seller alias Bisnis Rumahan

Menjalankan upaya sendiri memberikan kontrol lebih besar terhadap waktu kerja. Namun, jangan lupa, upaya rumahan tetap memerlukan komitmen, terutama saat membangun upaya dari awal.

BACA JUGA: Rekomendasi AI tools terbaik di 2025 untuk mempermudah pekerjaan

Fleksibel Tidak Selalu Berarti Freelance

Photo by Look Studio on Unsplash

Single parent tidak kudu meninggalkan pekerjaan kantoran untuk mendapatkan fleksibilitas. Perusahaan dengan kebijakan remote work, flexible hours, alias hybrid working juga bisa membantu orang tua mengatur pekerjaan dan keluarga.

Survei Pew Research Center terhadap 2.242 working parents di Amerika Serikat menemukan bahwa 71% orang tua mengatakan elastisitas dalam menentukan kapan bekerja bakal sangat membantu, dan persentase yang sama mengatakan elastisitas bekerja dari rumah juga bakal membantu. Namun, hanya 25% yang merasa mempunyai banyak alias cukup elastisitas untuk menentukan kapan bekerja.

Studi yang sama juga menunjukkan bahwa orang tua dengan agenda kerja yang tidak dapat diprediksi lebih mungkin mengalami kesulitan menyeimbangkan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga.

Jadi, saat mencari pekerjaan, jangan hanya memandang gaji. Pertimbangkan juga jam kerja, fleksibilitas, kemungkinan bekerja dari rumah, gelombang lembur, dan seberapa mudah menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan anak.

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Pekerjaan untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Tetap Aktif dan Cuan

Lantas, pekerjaan apa saja yang bisa dipertimbangkan?

Photo by Walls.io on Unsplash

Artinya, ketika mencari pekerjaan, jangan hanya memandang berapa besar gajinya. Pertimbangkan juga hal-hal seperti:

  • Apakah jam kerjanya bisa diprediksi?
  • Apakah bisa bekerja dari rumah?
  • Seberapa sering kudu lembur?
  • Apakah ada elastisitas ketika anak sakit?
  • Apakah meeting sering dilakukan di luar jam kerja?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan?
  • Apakah perusahaan memahami kebutuhan orang tua?

Penelitian tahun 2026 yang menganalisis beragam studi tentang flexible work arrangements mengingatkan bahwa elastisitas juga bisa mempunyai sisi lain. Jika tidak ada batas yang jelas, bekerja dari rumah alias mempunyai jam elastis justru dapat membikin pemisah antara pekerjaan dan kehidupan family semakin kabur.

Jadi, untuk single parent, pekerjaan yang paling “cocok” bukan selalu pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah. Yang lebih krusial adalah pekerjaan yang memungkinkan kebutuhan finansial, tanggung jawab pengasuhan, dan waktu untuk diri sendiri tetap punya ruang.

Karena elastisitas bukan tentang bekerja lebih sedikit. Fleksibilitas adalah tentang punya sedikit lebih banyak kendali atas kapan dan gimana pekerjaan dilakukan.

Cover: Photo by Vitaly Gariev on Unsplash

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads