Jakarta -
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering menyerang anak di beragam usia, Bunda. Kondisi ini bisa tampak ringan pada awalnya, tapi bisa menjadi serius ketika sudah menunjukkan tanda ancaman ISPA pada anak.
Enggak hanya orang dewasa saja, apalagi anak dan balita juga rentan mengalami jangkitan saluran pernapasan yang bisa memburuk dalam waktu cepat. Risiko ini bisa semakin tinggi ketika daya tahan tubuh Si Kecil sedang melemah.
Seorang Dokter Spesialis Anak, dr. Mulki Angela, CIMI, Sp.A, Ph.D, menyampaikan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tetap menjadi ancaman besar bagi kesehatan anak di Indonesia. Ia menyebut bahwa penyakit ini menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian pada bayi dan balita.
"Di Indonesia memang ISPA ini sebagai urutan pertama kematian pada bayi dan balita dan berada pada 10 daftar penyakit terbanyak di rumah sakit," kata dr. Mulki dalam kegiatan Hospital Activation Transpulmin x Supermom di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Mengenal ISPA pada anak
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan jangkitan yang terjadi pada saluran napas, mulai dari area hidung hingga paru-paru. Oleh lantaran itu, penyebarannya lebih mudah terjadi terutama saat daya tahan tubuh Si Kecil melemah.
ISPA dapat menimbulkan flu, batuk, alias sesak lantaran infeksinya menyerang jalur pernapasan. Gejalanya juga bisa berkembang sigap jika tidak segera ditangani dengan tepat, Bunda.
"Gejalanya bisa muncul ringan, tetapi tetap perlu diawasi lantaran dapat memburuk dalam waktu yang singkat. Contohnya tadi ada flu batuk yang terjadi di saluran napas," ujar dr. Mulki.
Menurut dr. Mulki, jangkitan ini berkarakter akut dan biasanya berjalan hingga 14 hari. Jika indikasi berjalan lebih lama, kondisi ini tidak lagi dianggap akut, tapi sudah masuk ke dalam kategori kronis.
"Infeksi ini berkarakter akut, umumnya sampai di 14 hari. Kalau sampai lebih dari 14 hari, sudah tidak akut lagi, tetapi kronis," jelasnya.
Selain menjelaskan sifat infeksinya, dr. Mulki juga menyampaikan adanya tanda ancaman ISPA pada anak yang kudu diwaspadai. Bila tanda itu muncul, Bunda perlu segera membawa Si Kecil ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Jadi, jika muncul tanda ancaman ini segera bawa Si Kecil ke IGD," tuturnya.
Tanda ancaman ISPA pada anak menurut dokter
Berikut ini penjelasan tentang ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak menurut dr. Mulki Angela:
1. Napas anak terlihat lebih sigap dari biasanya
Napas yang terlalu sigap menunjukkan bahwa tubuh Si Kecil sedang berupaya keras mendapatkan oksigen. Kondisi ini tentunya tidak boleh disepelekan ya, Bunda.
"Jadi, harusnya jika kita napas itu terjadi secara natural, sedangkan napas Si Kecil cepat. Kalau Bunda memandang napasnya mulai terburu-buru alias lebih sigap dari biasanya, itu tanda yang perlu diwaspadai," ujarnya.
2. Ada tarikan tembok dada ke dalam
Tarikan tembok dada ke dalam menjadi tanda jika anak sedang berjuang untuk bernapas. Saat bernapas normal, dadanya semestinya tidak tertarik ke dalam secara kuat.
Apabila tarikan ini tiba-tiba muncul, itu berfaedah anak mulai mengalami sesak napas. Kondisi ini kudu segera diperhatikan lantaran menunjukkan adanya upaya dari tubuh Si Kecil untuk mendapatkan udara.
"Jika muncul sesak itu bakal ada tarikannya. Jadi ada usahanya untuk bernapas gitu," ucap dr. Mulki.
Bila anak tampak sangat lemah, sering mengantuk alias susah dibangunkan, kondisi ini bisa menjadi tanda bahaya. Situasi seperti ini pastinya memerlukan pemeriksaan segera.
"Anak bisa sampai lemah alias kesadaran menurun seperti banyak tidur, susah dibangunkan anaknya. Kalau sudah seperti ini, orang tua perlu membawa anak ke akomodasi kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut," jelasnya.
4. Bibir alias lidah anak tampak membiru
Bibir alias lidah yang tampak kebiruan menandakan kurangnya oksigen dalam tubuh Si Kecil, Bunda. Ciri ini juga dikenal sebagai sianosis dan merupakan indikasi yang serius.
"Kalau bagian bibir alias lidah sudah mulai membiru, itu artinya tubuh anak tidak mendapatkan oksigen yang cukup," ujar dr. Mulki.
5. Tidak bisa minum dan mengalami kejang
Ketika anak tidak mau minum alias sampai mengalami kejang, ini berfaedah kondisi pernapasannya semakin memburuk. Maka dari itu, Bunda perlu membawa Si Kecil ke IGD apabila perihal ini terjadi.
"Pada anak usia dua bulan sampai lima tahun itu bisa juga anaknya enggak mau minum, apalagi sampai tegang alias tidak sadar. Jika muncul tanda seperti ini, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis," tuturnya.
6. Bayi di bawah dua bulan menolak menyusu
Pada bayi di bawah dua bulan, tanda ancaman ISPA bisa muncul dengan langkah yang berbeda. Meski tak selalu terlihat dari tarikan napas, bayi yang mulai menolak menyusu bisa saja sedang mengalami sesak.
"Pada anak usia di bawah dua bulan itu biasanya meskipun enggak muncul sampai ada tarikan napas di tembok dada tadi, tetapi anaknya mulai menolak untuk menyusu," kata dr. Mulki.
"Nah, itu kita kudu udah aware ya jika bayi di bawah dua bulan susah untuk menyusu alias malah menolak. Mungkin saja dia memang sesak," tuturnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·