Jangan Tinggalkan Shalat Sunah Sebelum Subuh

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Salah satu ibadah sunah nan rutin dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah shalat sunah fajar atau shalat sebelum (qabliyah) subuh. Ini termasuk shalat nan tidak disunahkan untuk dikerjakan secara berjamaah.

Waktu pelaksanaannya adalah pada saat terbit fajar shidiq alias setelah azan subuh berkumandang. Ia dikerjakan sebanyak 2 (dua) rakaat.

Berbagai sabda menegaskan keistimewaan ibadah sunah ini. Misalnya, sebagaimana nan diriwayatkan oleh ummul mukminin, Aisyah RA, bahwa Nabi SAW bersabda, “Dua rakaat fajar (qabliyah subuh) lebih baik daripada bumi dan seisinya” (HR Muslim, an-Nasa'i, at-Tirmidzi).

“Tidak ada shalat sunah nan lebih diperhatikan Nabi SAW daripada dua rakaat shalat sunah fajar” (Muttafaq ‘alaih).

Beliau juga pernah bersabda, “Dua rakaat sebelum subuh itu lebih baik daripada bumi dan seisinya” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah engkau tinggalkan kedua rakaat sunah fajar itu meskipun engkau dikejar oleh tentara berkuda” (HR Abu Dawud dan Baihaqi).

Hadis-hadis di atas menegaskan, sungguh pentingnya kita melaksanakan shalat sunah fajar. Sebab, besaran pahalanya mengungguli kehidupan bumi dan segala isinya. Dalam sebuah ceramahnya di kanal resmi YouTube, Ustaz Adi Hidayat menyebut keistimewaan alias ganjaran bagi mereka nan tidak pernah meninggalkan shalat qabliyah subuh.

“Orang nan shalat sunah dua rakaat sebelum subuh mendapatkan bumi dan seisinya. Ada nan menafsirkan itu hidupnya mudah. Ada nan menafsirkan pahala besar di alambaka nanti. Ada nan menafsirkan, kemudahan dalam hidup, kenyamanan dalam hidup; orang (lain) sakit, dia sehat; nan harusnya macet, dia lancar,” ujar dai nan berkawan disapa UAH itu menjelaskan.

Ia juga mengingatkan, sabda Nabi Muhammad SAW itu mengisyaratkan kecilnya bumi ini jika dibandingkan dengan ketaatan kepada Allah. Mukmin nan mempunyai kesadaran demikian sungguh sedang merasakan manisnya iman.

"Ada nan menafsirkan, bumi ini dijadikan kecil. Jadi, tidak lupa dengan dunia, nafsunya ditahan, takwanya naik," ujar UAH.

Namun, gimana jika seseorang bangun telah sehingga azan subuh sudah terlewat lama? Apakah dia tetap bisa melaksanakan shalat sunah fajar? Jawabannya, tetap bisa. Bahkan, sekalipun dia bangun tidur dan sudah lewat waktu subuh, tetap bisa mengganti dengan langkah qadha shalat sunah, sebagaimana shalat fardhu.

Almarhum Syekh Ali Jaber semasa hidupnya pernah menyerukan agar umat Islam jangan pernah meninggalkan shalat qabliyah subuh. Misalkan orang malas mengerjakan shalat sunah rawatib, ialah nan dikerjakan tiap sebelum dan sesudah shalat fardhu, janganlah dia lalai dari sunah qabliyah subuh.

“Walaupun Anda malas qabliyah ba'diyah zuhur, isya, malas melaksanakan sunah-sunah, minimal jangan Anda tinggalkan shalat sunah (sebelum shalat fardhu) subuh. Pahalanya lebih besar daripada bumi dan isinya. Walaupun Anda telat bangun, sudah kesiangan, tetap wajib ambil air wudhu, melaksanakan sunahnya (qabliyah), baru shalat subuh,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam