Jika Allah Menghendaki Nabi Muhammad Bisa Baca Tulis, Tapi Mengapa Tidak Demikian?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW merupakan seorang ummi alias buta huruf. Beliau tidak bisa membaca dan menulis. Kendati demikian, Rasulullah SAW bisa menerima ayat-ayat suci Alquran nan berkata Arab.

Kitab suci Alquran berisi segala sesuatu nan dibutuhkan seseorang di bumi maupun di akhirat. Kitab umat Islam ini memuat aliran berupa akidah, syariat, sastra, akhlak, kisah-kisah, dan hal-hal lain nan tidak ada habisnya.

Betapa menakjubkannya, semua itu terjadi melalui tangan seorang Nabi nan buta huruf, nan tidak pernah membaca satu surat pun, dan tidak pernah menulis sepatah kata pun dengan tangan kanannya. Oleh lantaran itu, buta hurufnya Nabi Muhammad justru merupakan sumber kehebatannya, keikhlasannya, dan bukti kenabiannya.

Namun, buta hurufnya nabi ini kerap menjadi sasaran para kaum skeptis dan kaum ateis. Mereka berupaya menyangkalnya dengan beragam cara, apalagi mereka menyatakan bahwa nabi telah menyalin Alquran ini dari kitab-kitab sebelumnya.

Mereka juga mulai menafsirkan ayat-ayat nan menunjukkan buta hurufnya, dan mereka mengingkari sunnah shahih nan membuktikan buta huruf ini tanpa keraguan, dan semua kekhawatiran mereka di kembali itu adalah untuk menghancurkan bukti terbesar ketulusan Nabi SAW.

Hal ini juga diikuti dengan niat baik sebagian peneliti Muslim nan menyangkal buta huruf Nabi Muhammad SAW. Mereka beranggapan bahwa perihal itu tidak sesuai dengan kedudukan Nabi nan terhormat, dan buta hurufnya dianggap sebagai sifat kekurangan, bukan kesempurnaan.

Maka, para peneliti muslim berupaya dengan itikad baik untuk menghilangkan sifat tersebut dari kedudukan Nabi nan mulia. Walaupun sebenarnya, buta huruf itu justru merupakan sifat kesempurnaan dan mukjizat Nabi.

Jika menghendaki sebenarnya bisa saja Allah SWT membikin Rasulullah SAW bisa membaca dan menulis, namun kenapa tidak demikian?

Dalam tulisan ini, ada beberapa bukti nan jelas dan argumen nan meyakinkan bahwa buta hurufnya nabi adalah suatu kehormatan bagi beliau. Karena, Allah SWT lah nan memilihkannya untuknya, dan mentakdirkannya agar tetap menjadi bukti kebenaran sepanjang masa.

Bukti pertama

Dalam surat Al A'raf ayat 157, Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ

Artinya: “(Yaitu,) orang-orang nan mengikuti Rasul (Muhammad), Nabi nan ummi (tidak pandai baca tulis) nan (namanya) mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil nan ada pada mereka.” (QS Al A'raf: 157). 

Dalam ayat ini sangat jelas terlihat bahwa beliau adalah seorang nabi nan buta huruf. Para akademisi bahasa serta mahir bahasa juga sepakat bahwa nan dimaksud ummi atau buta huruf itu adalah seseorang nan tidak dapat membaca dan menulis.

Ibnu Qutaybah mengaitkan kata “buta huruf/Ummi” dengan bangsa Arab nan tidak bisa membaca dan menulis, dan beliau berkata: “Orang nan tidak menulis dikatakan buta huruf, lantaran dikaitkan dengan bangsa Arab, artinya kelompoknya, dan tidak seorang pun nan menulis berasal dari orang Arab, ialah kelompoknya, dan tidak ada seorang pun nan menulis berasal dari orang Arab selain beberapa". 

Bukti Kedua

Dalam surat Al Ankabut ayat 48, Allah SWT berfirman:

وَمَا كُنْتَ تَتْلُوْا مِنْ قَبْلِهٖ مِنْ كِتٰبٍ وَّلَا تَخُطُّهٗ بِيَمِيْنِكَ اِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُوْنَ

“Engkau (Nabi Muhammad) tidak pernah membaca suatu kitab pun sebelumnya (Alquran) dan tidak (pula) menuliskannya dengan tangan kananmu. Sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis,) niscaya orang-orang nan mengingkarinya ragu (bahwa dia dari Allah).” (QS Al-Ankabut: 48].

Ayat ini sangat jelas, Allah berfirman kepada Nabi: Wahai Muhammad SAW, sebelum Alquran diturunkan kepadamu, Anda tidak mempunyai keahlian untuk membaca kitab alias menulisnya dengan tanganmu. Jika Anda mempunyai keahlian ini, orang-orang nan skeptis bakal meragukan Alquran, dan mereka bakal berkata: "Itu ditulis oleh Muhammad". 

Sebagaimana beliau kutip dari kitab-kitab sebelumnya nan beliau baca, apa nan dinubuatkan Alquran betul-betul terjadi. Karena ada banyak serangan terhadap Alquran, dan sebagian besar kritik nan ditujukan padanya adalah bahwa Alquran disalin dari kitab-kitab kuno.

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam