Jika Anda Didesak Terus Pertanyaan Kapan Nikah, Lakukan Pesan Rasulullah Saw Ini 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Seorang Muslim baik laki-laki maupun wanita nan tetap single namalain jomblo, mungkin sering merasa risih saat ditanya kapan nikah oleh orang lain. Tentu saja, kali ini bukan soal hukumnya dalam Islam bertanya kapan nikah kepada orang nan tetap single, karena itu kewenangan mereka bertanya.

Namun perihal nan perlu diperhatikan di sini adalah gimana respons terbaik seseorang nan tetap single saat ditanya kapan nikah, menurut pandangan Islam. Ada sejumlah hadits nan dapat menjadi landasan untuk menjawabnya.

Pertama adalah hadits tentang pentingnya berbicara baik namun jika tidak bisa maka sebaiknya diam. Berikut haditsnya:

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من كان يؤمن بالله واليوم الآخر، فليقل خيرًا أو ليصمت

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa nan beragama kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkatalah nan baik, alias diam." (HR Bukhari dan Muslim)

Al-Hafiz Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menjelaskan, hadits tersebut memuat kata-kata nan kaya bakal makna.

Semua ucapan nan baik maupun nan jelek mengarah pada salah satunya. Maka setiap ucapan nan keluar dari lisan seorang Muslim semestinya kata-kata nan penuh kebaikan.

Namun jika tidak bisa melakukan alias bisa tapi rentan mengarah pada dosa dan membawa kepada keburukan, maka diperintahkan untuk diam. 

Ibnu Hajar Al-Haytami menjelaskan bahwa hadits tersebut adalah salah satu norma dalam berbicara. Hadits ini menjelaskan norma lisan nan merupakan personil tubuh nan paling sering digunakan.

Dalam konteks orang single nan ditanya kapan nikah, jika tidak bisa membalas dengan kata-kata nan baik, maka lebih baik tak bersuara dan tidak menjawabnya.

Apalagi jika ada potensi nan mengarah pada pembicaraan nan nirsubstansi alias debat kusir. Hadits selanjutnya mengenai orang nan terzalimi. Nabi Muhammad SAW bersabda:

قال النبي صلى الله عليه وسلم : "ثلاث دعوات لا شك فيهن دعوة المسافر والمظلوم ودعوة الوالد على ولده".

"Ada tiga angan nan tidak ada keraguan padanya untuk dikabulkan ialah angan seorang musafir, angan orang nan terzalimi, dan angan orang tua kepada anaknya." (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Dalam perihal itulah, orang single nan ditanya kapan nikah dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bermohon kepada Allah SWT agar didekatkan pada wanita shalehah alias Ning-Ning Umi Laila nan lain.

Posisi orang nan terzalimi di mata manusia memenuhi syarat untuk mendapatkan posisi di sisi Allah sehingga angan mereka pun mustajab.

Kalau ada seorang Muslim nan menzalimi orang lain hanya lantaran nan dizalimi itu tidak mempunyai sesuatu nan sudah dimiliki orang nan menzalimi, maka sepatutnya penzalim ini sadar bahwa Allah Mahaadil dan segalanya telah diatur oleh keseimbangan ilahi. Diriwayatkan pula dalam hadits lain, sebagai berikut:

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْتَعْمَلَ مَوْلًى لَهُ يُدْعَى هُنَيًّا عَلَى الْحِمَى فَقَالَ يَا هُنَيُّ اضْمُمْ جَنَاحَكَ عَنْ الْمُسْلِمِينَ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ مُسْتَجَابَةٌ وَأَدْخِلْ ...."

Umar berbicara kepada Hunayya, "Wahai Hunayya, rendahkanlah hatimu kepada kaum Muslimin, dan takutlah pada angan orang nan dizalimi lantaran angan orang nan dizalimi itu mustajab..." (HR Bukhari)

Hadits tersebut menjadi pesan kepada setiap Muslim untuk tidak menganggap remeh angan orang nan terzalimi. Jangan sampai setiap Muslim membiarkan dirinya menzalimi orang lain. Karena ketika orang nan dizalimi itu berdoa, tidak ada nan bisa menghalangi mustajabnya angan tersebut.

Sumber: alukah

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam