Jika Nabi Muhammad Saw Punya Jin Qarin, Bagaimana Kriterianya?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Dalam aliran Islam, konsep tentang hantu adalah topik nan sering diperbincangkan. Jin adalah makhluk nan terbuat dari api nan dapat berubah menjadi beragam bentuk. 

Jin juga makhluk nan tidak terlihat oleh manusia selain atas izin Allah SWT. Seperti manusia, hantu bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Ada di antara mereka nan beriman, kafir, berdosa, baik, dan jahat.

Muncul pertanyaan, apakah setiap orang mempunyai qarin nan selalu mendampinginya? Mungkin pertanyaan ini tebersit dalam pikiran sebagian orang. Lantas gimana dengan Nabi SAW, apakah juga didampingi hantu qarin?

ما مِنكُم مِن أحَدٍ، إلَّا وقدْ وُكِّلَ به قَرِينُهُ مِنَ الجِنِّ، قالوا: وإيَّاكَ يا رَسولَ اللهِ؟ قالَ: وإيَّايَ، إلَّا أنَّ اللَّهَ أعانَنِي عليه فأسْلَمَ، فلا يَأْمُرُنِي إلَّا بخَيْرٍ.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan dikuasai pendamping (qarin) dari kalangan jin." Mereka (para sahabat) bertanya, "Engkau juga, wahai Rasulullah?"

Beliau menjawab, "Aku juga, hanya saja Allah membantuku mengalahkannya lampau dia masuk Islam, dia hanya memerintahkan kebaikan padaku." (HR Muslim)

Dari hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW memberitahukan keberadaan hantu di sekitar kita. Di antara mereka ada nan ditugaskan untuk tidak pernah meninggalkan manusia, merencanakan kejahatan dan dosa bagi mereka.

Bahkan, seberapa pun tingginya pengetahuan dan ibadah seorang Muslim, dia tetap didampingi qarin dari kalangan hantu nan ditugaskan untuk menggoda dan menyesatkan mereka.

Qarin ini adalah setan nan ditugaskan untuk menyesatkan manusia, meragukan kepercayaan mereka, dan membujuk mereka untuk melanggar perintah Allah SWT.

Sangat krusial untuk berhati-hati terhadap pengaruh qarin ini, dan waspada terhadap bujukan dan tipu dayanya.

Dalam hadits tersebut, para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW apakah beliau juga didampingi qarin. Lalu Nabi SAW mengiyakannya dan mengatakan bahwa beliau juga mempunyai qarin dari hantu seperti halnya setiap orang mempunyai qarin dari jin. 

Namun Allah SWT membantu Nabi SAW sehingga selamat dari kejahatan dan bisikan-bisikan qarin. Hingga kemudian, qarin pendamping Nabi SAW menjadi Islam, nan berfaedah mengimani dakwah dan risalah kenabian nan dibawa Nabi Muhammad SAW.

Nabi SAW pun mendapat perlindungan dari tipu daya dan bujukan qarin tersebut. Beliau dilindungi dan dijaga dari kejahatan dan fitnahnya. Qarin pendamping Nabi SAW tidak memerintahkan beliau SAW selain untuk kebaikan. Hal ini sebagaimana disebutkan Imam az-Zurqani dalam Syarh al-Mahawib berikut ini: 

والإجماع على عِصْمَة النبي ـ ﷺ ـ مِنَ الشيطان، وإنما المُراد تحذيرُ غيره من فتنة القرين ووسوسته وإغوائه، فأعْلَمَنَا أنه معنا لنحْترز منه بحسب الإمكان

“Ulama sepakat keterjagaan Nabi SAW dari setan, maksud dari hadits ini mengabarkan sekalipun ada qarin di dalam diri Nabi SAW, tetapi nan dimaksud disini adalah mengingatkan umat beliau atas ancaman qarin, bisikan, dan penyesatan qarin. Rasulullah memberitahukan ke kita, sesungguhnya qarin itu berbareng kita dan hendaknya kita waspada sebisa mungkin.”   

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam