Kapan Batas Waktu Shalat Tarawih?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kincaimedia– Kapan pemisah waktu shalat tarawih? Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab menjelaskan waktu shalat Tarawih bahwa shalat Tarawih dikerjakan setelah melaksanakan shalat Isya. Waktu awal shalat Tarawih dimulai tepat setelah shalat Isya selesai.

Sedangkan pemisah akhir waktu shalat Tarawih adalah sebelum terbit fajar. Imam Nawawi menjelaskan bahwa waktu ini sama dengan waktu shalat witir. Imam Nawawi berkata;

 يدخل وقت التراويح بالفراغ من صلاة العشاء ذكره البغوي وغيره، ويبقى إلى طلوع الفجر

Artinya; Waktu Tarawih dimulai setelah selesai shalat Isya, sebagaimana disebutkan oleh Al-Baghawi dan ustadz lainnya. Waktunya bersambung hingga terbit fajar.

Mayoritas ustadz beranggapan bahwa waktu shalat Tarawih adalah setelah sholat Isya’ hingga terbit fajar. Artinya, sholat tarawih boleh dikerjakan kapan saja setelah sholat Isya’ hingga sebelum terbit fajar.

وأما وقتها، فقد اختلف مشايخنا فيه قال بعضهم: وقتها ما بين العشاء والوتر فلا تجوز قبل العشاء، ولا بعد الوتر، وقال عامتهم: وقتها ما بعد العشاء إلى طلوع الفجر فلا تجوز قبل العشاء، لأنها تبع للعشاء فلا تجوز قبلها كسنة العشاء.

Artinya; Tentang waktunya, para ustadz berbeda pendapat. Sebagian ustadz berkata: Waktunya adalah antara salat Isya dan salat witir. Jadi, tidak sah salat tahajud sebelum salat Isya alias setelah salat witir.

Mayoritas ustadz berkata: Waktunya adalah setelah salat Isya hingga terbit fajar. Jadi, tidak sah salat tahajud sebelum salat Isya lantaran salat tahajud merupakan ibadah nan mengikuti salat Isya. Oleh lantaran itu, salat tahajud tidak sah dilakukan sebelum salat Isya, seperti halnya sunnah salat Isya.

Faedah Shalat Tarawih

Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah nan sangat dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Ramadhan. Keutamaannya begitu banyak, salah satunya mendapatkan pahala nan berlipat ganda.

Shalat tarawih dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya; “Barangsiapa nan berdiri (shalat) di malam hari pada bulan Ramadhan lantaran ketaatan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya nan telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mawaddah Nadzifa

Mawaddah Nadzifa

Penulis tertarik dengan rumor gender, keislaman, dan kebangsaan dan juga mahasiswi di UIN Raden Fatah, Palembang

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah