Kapan Koreksi Bitcoin Akan Selesai?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kincaimedia – Pada hari Minggu (17/3/2024), euforia penanammodal mata uang digital seakan sekarang berubah seakan mengheningkan cipta, lantaran nilai Bitcoin (BTC) tengah turun sebesar 5,88 persen ke nomor US$ 65.803 dalam waktu 24 jam.

Namun, heningnya para penanammodal ini bukanlah sebuah momen duka, melainkan menunggu apa nan bakal terjadi pada Bitcoin terkiat halving nan sejenak lagi bakal tiba.

Salah satu analis terkenal di media sosial X berjulukan Rekt Capital, telah memberikan pandangan menarik mengenai penurunan ini. Dia mengatakan bahwa Bitcoin bakal segera masuk ke apa nan dia sebut sebagai “Zona Bahaya” dalam postingannya baru-baru ini.

“Dalam 3 hari, Bitcoin secara resmi bakal memasuki “Zona Bahaya” (oranye) di mana sejarah Pra-Halving Retrace telah dimulai,” ungkap Rekt Capital.

Dia menjelaskan, Bitcoin memang sering mengalami penurunan nilainya sebelum Halving tiba. Saat ini, Halving pun hanya berjarak 31 hari lagi. 

“Secara historis, Bitcoin telah melakukan Pra-Halving Retrace 14-28 hari sebelum Halving,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pada tahun 2020 Bitcoin turun nilainya sebanyak 20 persen sebelum Halving. Dan pada tahun 2016, penurunannya apalagi mencapai 40 persen. Sekarang, Bitcoin turun 11 persen dalam seminggu terakhir.

“Saat ini, BTC berjarak 31 hari lagi dari Halving dan harganya telah menurun 11 persen pada minggu ini,” kata Rekt Capital.

#BTC

In 3 days, Bitcoin will officially enter the "Danger Zone" (orange) where historical Pre-Halving Retraces have begun

Historically, Bitcoin has performed Pre-Halving Retraces 14-28 days before the Halving

In 2020, this retrace was -20% deep

In 2016, this retrace was -40%… pic.twitter.com/t0EHA6bpWY

— Rekt Capital (@rektcapital) March 16, 2024

Di sisi lain, seorang analis aset mata uang digital asal Belanda berjulukan Michael van de Poppe juga unjuk opini mengenai prediksi nilai BTC selanjutnya. Dari apa nan dia sampaikan di platform X, Poppe telah menyoroti aspek krusial nan bakal memengaruhi seberapa dalam koreksi nilai Bitcoin bakal terjadi.

Dalam cuitannya, Poppe menyatakan bahwa jika Bitcoin mengalami koreksi menuju kisaran US$ 57.000 – US$ 61.000. Kemudian, pergerakan bakal dilanjutkan dengan konsolidasi di level tersebut, kemungkinan besar bakal terjadi rotasi menuju altcoin. Dari sini, altcoin bakal mengejar kembali untung nan telah terjadi.

“Misalkan kita koreksi ke arah US$ 57.000 – US$ 61.000 dan melakukan konsolidasi dari sana, kemungkinan besar perihal tersebut bakal memberikan perputaran ke arah altcoin. Akan menjadi periode nan signifikan dalam kasus ini,” pungkas Poppe.

Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, minta simak disclaimer di bawah artikel.

An important factor on how deep will #Bitcoin correct.

If, for instance, we correct towards $57-61K and consolidate from there, it's likely providing a rotation towards altcoins, and they'll catch up on the returns.

Going to be a significant period in that case.

— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) March 16, 2024

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis