Karies Pada Gigi Anak, Kenali Gejala Hingga Cara Mencegahnya

Oct 24, 2025 02:35 PM - 5 bulan yang lalu 180559

Jakarta -

Bunda, tidak hanya menjaga kesehatan tubuh si Kecil, kesehatan rongga mulut terutama gigi Si Kecil juga perlu diperhatikan. Sama seperti orang dewasa, anak juga dapat mengalami karies alias gigi berlubang,- sering disebut juga gigi geripis alias gigis. Karies gigi adalah masalah gigi yang paling sering terjadi pada anak-anak.

Anak-anak sedang berada dalam masa pertumbuhan sehingga mereka memerlukan nutrisi yang optimal. Gigi yang rusak bakal mengganggu pengunyahan, hingga membikin nafsu makan Si Kecil berkurang dan berakibat pada berat badan yang tidak naik dengan adekuat.

Selain itu, rasa sakit yang ditimbulkan juga dapat menyebabkan gangguan tidur sehingga secara keseluruhan tumbuh kembang anak tidak optimal.

Apa yang dimaksud dengan karies pada gigi anak?

Karies adalah jangkitan kuman yang terjadi pada gigi, dipicu akibat konsumsi gula alias karbohidrat berlebihan (baik jumlah, frekuensi, alias lama makan), yang juga tidak disertai dengan pembersihan gigi yang optimal.

Karies gigi dapat terjadi pada gigi depan maupun belakang. Karbohidrat diproses kuman dalam mulut dan menghasilkan asam. Asam mengikis permukaan gigi sedikit demi sedikit, sehingga ukuran gigi mengecil alias tidak utuh seperti semula. Kondisi inilah yang disebut dengan lubang gigi.

Apakah penggunaan botol dot memengaruhi gigi karies?

Perlu dilihat terlebih dulu apa isi botolnya, jika botol dot berisi susu (baik ASI, UHT, apalagi susu formula), alias minuman manis seperti saribuah alias yang mengandung gula tambahan dan dibawa tidur, maka memang berisiko menyebabkan karies untuk anak berumur di atas satu tahun.

Bahkan, pemakaian botol dot yang berisi ASI pun dapat menyebabkan karies, jika terbiasa digunakan dalam waktu lama. Misalnya, susu dalam botol dot diminum sampai anak ketiduran dan gigi anak tidak dibersihkan lagi, terutama jika usianya di atas 1 tahun.

Ketika Si Kecil disusui secara langsung oleh Bunda, otot mulut anak bakal bekerja lebih keras saat anak menyusu secara langsung dibandingkan menyusu dengan botol.

Saat minum susu menggunakan botol, Si Kecil tidak perlu menyedot terlalu keras agar susu keluar dari botol. Selain itu, biasanya Si Kecil minum susu dari botol hingga dia tidur, sehingga sisa susu menggenang di gigi depan rahang atas.

Kebiasaan tidur dengan minum susu dari botol dot berisiko membikin gigi anak rusak. Banyak anak menyukai sensasi 'mengenyot' dot untuk menenangkan tidurnya. Namun, sisa susu yang tergenang, terutama di gigi depan atas, bakal menyebabkan nursing bottle caries.

Nursing bottle caries alias karies gigi yang disebabkan oleh penggunaan botol susu umumnya terjadi di gigi depan rahang atas. Risiko ini lebih besar jika isi botol adalah susu formula lantaran kandungan glukosanya lebih tinggi.

Meski begitu, tidak semua anak yang menyusu dengan botol dot bakal mengalami karies, Bunda. Bahkan pada beberapa kasus, anak yang disusui secara langsung juga dapat mengalami karies.

Semua tergantung pada gimana pembersihan gigi Si Kecil, karena karies itu multifaktorial, tidak hanya disebabkan oleh satu aspek saja.

Perlu dipahami bahwa Bunda tetap perlu menjaga kesehatan gigi Si Kecil, baik ketika mereka menyusui secara langsung maupun melalui dot. Pastikan Bunda membersihkan gigi Si Kecil dua kali sehari, ialah pagi dan malam sebelum tidur. Jika saat tengah malam Si Kecil menyusu lagi, maka sebaiknya Bunda menyikat alias mengusap gigi Si Kecil dengan kasa dan air matang hangat.

Aturan penggunaan botol dot agar gigi anak tidak rusak

Kebiasaan tidur dengan minum susu dari botol dot berisiko membikin gigi anak rusak. Penggunaan botol dot di atas usia Si Kecil satu tahun berisiko lebih besar terhadap terbentuknya karies gigi.

Merujuk American Academy of Pediatrics (AAP), dianjurkan botol dot selesai digunakan pada anak usia 18 bulan. Pada usia dua tahun, sebaiknya Si Kecil sudah betul-betul tidak diberikan botol dot. Pada usia tiga tahun, gigi susu anak sudah tumbuh komplit sehingga penggunaan botol berisiko memengaruhi posisi giginya menjadi lebih maju alias rahang atasnya menjadi lebih maju.

Rahang yang berbentuk seperti huruf U, jika terus menerus didorong dan mendapat tekanan, baik dari botol alias empeng, dapat berubah strukturnya menjadi huruf V dan terlihat lebih runcing. Hal ini bakal mempersempit ruang gigi permanen yang ukurannya lebih besar untuk tumbuh dan membikin gigi jadi bertumpuk. Gigi yang bertumpuk menyebabkan susunan gigi kurang rapi sehingga lebih susah untuk dibersihkan, perihal ini nantinya juga bakal memicu karies. Selain itu susunan gigi yang kurang rapi juga bisa mengganggu pengunyahan.

Gejala anak alami karies

Gigi anak mempunyai tiga lapisan penting, Bunda. Karies yang terbentuk pada setiap lapisan gigi bakal menunjukkan indikasi yang berbeda-beda berasas lapisannya, sebagai berikut:

1. Lapisan enamel

Lapisan enamel adalah lapisan paling luar dari gigi anak. Ketika si mini mengalami karies di lapisan ini, umumnya mereka belum merasakan sakit dan orang tua kemungkinan tidak dapat memandang karies secara kasat mata.

2. Lapisan dentin

Lapisan dentin mempunyai warna kuning kecokelatan. Ketika karies mencapai lapisan dentin, maka bakal terlihat cekungan alias lubang berwarna kuning alias cokelat pada gigi anak.

Ketika sampai di lapisan ini, biasanya anak mulai dapat merasakan nyeri saat mereka mengonsumsi makanan yang terlalu panas, dingin, manis, alias asam. Rangsangan ini dapat membikin Si Kecil merasa tidak nyaman saat mengunyah makanan.

3. Lapisan pulpa

Di dalam lapisan pulpa terdapat saraf pembuluh darah. Ketika karies mencapai lapisan ini, Si Kecil dapat merasakan nyeri apalagi ketika mereka sedang tidak makan, misalnya saat sedang tidur, main, alias belajar. Tentunya perihal ini dapat mengganggu keseharian Si Kecil.

Jika karies sudah sampai pada lapisan pulpa, perlu dilakukan perawatan saraf alias perawatan saluran akar. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini dapat menyebabkan gusi bengkak dan terkadang disertai dengan jerawat mini di gusi yang disebut bisul berisi nanah.

Selain itu bibir alias pipi si mini juga dapat bengkak yang terkadang disertai dengan demam.

Perawatan pada gigi karies

Dokter gigi ahli kedokteran gigi anak umumnya bakal melakukan perawatan dengan langkah menambal gigi si mini yang mengalami karies alias gigi berlubang. Sama seperti jalanan yang berlubang, gigi yang terkena karies juga dapat ditambal sehingga dapat berfaedah seperti sedia kala.

Jika lubangnya terlalu dalam dan mencapai saraf, si mini bakal disarankan untuk melakukan perawatan saraf terlebih dahulu. Saraf bakal dibersihkan dan diberikan obat agar tidak menimbulkan infeksi. Setelah itu, gigi baru bisa ditambal.

Untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat, Bunda perlu membawa si mini berkonsultasi dengan master gigi ahli kedokteran gigi anak. Dokter gigi bakal melakukan pemeriksaan untuk menentukan rencana perawatan yang tepat.

Pencabutan gigi merupakan opsi paling akhir yang bakal dilakukan. Jika gigi susu dicabut terlalu cepat, gigi yang ada di sebelahnya bakal bergeser sehingga merapat dan menutup ruang untuk gigi permanen yang bakal tumbuh. Inilah yang dapat menyebabkan anak mempunyai gigi gingsul dan berantakan.

Untuk mencegah gigi acak-acakan pasca pencabutan gigi susu, maka master gigi umumnya memberikan perangkat yang dinamakan space maintainer untuk menjaga ruang gigi yang dicabut, Bunda.

Risiko karies gigi pada anak

Karies dapat menyebabkan beragam akibat kesehatan gigi dan mulut pada anak. Jika karies semakin dalam dan mencapai saraf, maka dapat menyebabkan gusi bengkak yang diikuti dengan terjadinya bisul berisi nanah.

Anak yang mengalami kondisi ini bakal merasa sakit dan tidak nyaman saat makan, serta mengganggu waktu tidur. Jika tidak segera diatasi, maka kondisi ini dapat mengganggu masa pertumbuhan.

Pada jangka waktu lebih lama, karies yang sudah parah dapat mengganggu performa anak di sekolah. Anak jadi lebih sering izin lantaran sakit gigi, dan tampilan gigi yang rusak lama-kelamaan dapat menurunkan rasa percaya dirinya.

Nah, itu tadi penjelasan tentang penyebab gigi karies komplit dengan tanda, perawatan, serta tips memilih pasta gigi yang baik untuk Si Kecil. Semoga info ini bisa memberikan manfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya