Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Dan Keutamaan Penegak Hukum Yang Adil

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kasus Pembunuhan Vina Cirebon dan Keutamaan Penegak Hukum nan Adil. Foto: Palu pengadil (Ilustrasi).

KINCAIMEDIA, CIREBON -- Kasus pembunuhan Vina Cirebon nan terjadi pada 2016 kembali mencuat. Ini lantaran investigasi kasusnya dibuka kembali.Masyarakat berambisi agar penegak norma melakukan tugasnya dengan adil.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Hakim itu ada tiga macam, (hanya) satu nan masuk surga, sementara dua (macam) pengadil lainnya masuk neraka. Adapun nan masuk surga adalah seorang hakim yang mengetahui al-haq (kebenaran) dan memutuskan perkara dengan kebenaran itu. Sementara pengadil yang mengetahui kebenaran lampau melakukan kejam (tidak adil) dalam memutuskan perkara, maka dia masuk neraka. Dan seorang lagi, pengadil nan memutuskan perkara (menvonis) lantaran 'buta' dan tolol (hukum), maka dia (juga) masuk neraka." (HR. Abu Dawud).

Dalam memahami hadits tersebut, Dosen PTIQ Ustaz Ahmad Ubaydi Hasbillah mengatakan, sabda tersebut menggunakan istilah qudlot, alias qadli. Secara umum makna pengadil dalam redaksi sabda tersebut adalah adalah hakim.

"Tapi itu biasanya untuk menyebut lebih luas lagi, bukan hanya hakim. Tapi juga perangkat-perangkatnya. Dan juga penegak norma lainnya," kata Ustaz Ubaid saat dihubungi Republika beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan bahwa dalam pengetahuan metode memahami hadits, makna seperti itu dinamakan makna tadlamun. Yakni makna nan otomatis terkandung di dalam kata. Atau bisa juga sebagai jenis makna lawazim, ialah perangkat-perangkat nan melekat pada suatu perkara itu mempunyai status norma nan sama dengan perkara tersebut.

Baca di laman selanjutnya...

sumber : Dok Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam