Kebahagiaan Orang Miskin Di Akhirat, Begini Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Dzikir berambisi mendapatkan ridha Allah.

KINCAIMEDIA, JAKARTA--Tidak usah berduka jika di bumi termasuk orang miskin. Adapun bagi orang kaya tidak usah senang berlebihan lantaran dikaruniai kekayaan melimpah. Sebab orang miskin akan lebih dulu masuk surga dibandingkan orang kaya.

Ahli hadis, As-Samarqandi dalam bukunya "200 Motivasi Nabi & Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa" mengungkapkan perihal tersebut. Sahal bin Sa'ad berkata, "Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin mendahului orang-orang kaya di hari hariakhir sejauh 40 musim gugur.'" (HR Muslim dan Ahmad).

As-Samarqandi menambahkan bahwa Fatimah lebih dulu masuk surga daripada Aisyah. Salah seorang Syekh terkemuka berkata, "Aku mimpi memandang Rasulullah dalam tidurku. Beliau berbincang kepadaku mengenai keugaman orang miskin, juga kelebihan miskin dari kaya. nan kuingat beliau bersabda, 'cukuplah bagimu (sebagai pelajaran) bahwa Aisyah masuk surga 500 tahun sebelum orang-orang kaya. Putriku, Fathimah, masuk surga sebelum Aisyah 40 tahun karena bagiannya di bumi lebih sedikit dibandingkan Aisyah."

Dari sabda tersebut jelas bukan jarak waktu sejenak menanti giliran masuk surga. Mengenai waktu memang ada beberapa perbedaan pendapat lantaran tergantung teori nan dipakai. Namun menurut tafsir tahlili dalam Quran Kemenag tentang ayat 47 Surah al-Hajj menerangkan bahwa Allah telah mengatur urusan dari langit ke bumi dan kembali lagi ke langit dengan kecepatan sangat tinggi sehingga semuanya hanya berjalan satu hari nan lamanya sama dengan 1000 tahun menurut hitungan waktu manusia.

Relativitas waktu seperti ini juga terdapat pada Surah As-Sajdah ayat 5 dan al-Ma'arij ayat 4. Dalam ayat ini satu hari setara dengan 50 ribu tahun. Hal ini bisa saja terjadi tergantung kepada kecepatan malaikat bergerak.

Berikut Surah As-Sajdah ayat 5:

يُدَبِّرُ الْاَمْرَ مِنَ السَّمَاۤءِ اِلَى الْاَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗٓ اَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ

Yudabbirul-amra minas-samā'i ilal-arḍi ṡumma ya‘ruju ilaihi fī yaumin kāna miqdāruhū alfa sanatim mimmā ta‘uddūn(a).

Artinya: "Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (segala urusan) itu naik kepada-Nya) pada hari nan kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."

Lihat laman berikutnya >>>

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam