Kebaikan Tidak Berarti Tanpa Disertai Delapan Hal Ini

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Tidak ada kebaikan dalam sholat tanpa kekhusyuan. Foto: Ilustrasi ibadah di rumah.

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad meriwayatkan perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu nan menyampaikan bahwa kebaikan tidak berfaedah tanpa disertai delapan hal.

وعن على رضى الله عنه لا خير في صلاة لا خشوع فيها ولا خير في صوم لا امتناع فيه عن اللغو ولا خير في القراءة لا تدبرفيها ولا خير في علم لاورع فيه ولاخير في مال لاسخاوة فيه ولا خير في اخوة لاحفظ فيها ولا خير في نعمة لابقاء فيها ولاخير في دعاء لا اخلاص فيه

Diriwayatkan dari Sayyidina Ali Karramallaahu wajhah Radhyalahu anhu. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, "Tidak ada kebaikan dalam sholat tanpa kekhusyuan. Tidak ada kebaikan dalam berpuasa tanpa menahan pembicaraan nan tidak ada manfaatnya. Tidak ada kebaikan dalam membaca Alquran tanpa disertai menghayati kandungannya. Tidak ada kebaikan dalam pengetahuan tanpa wira'i. Tidak ada kebaikan dalam kekayaan barang nan tidak disertai kedermawanan. Tidak ada kebaikan dalam persahabatan nan tidak diikuti saling menjaga (dari kejelekan). Tidak ada kebaikan dalam kenikmatan nan tidak abadi. Tidak ada kebaikan dalam angan nan tidak dipanjatkan dengan ikhlas."

Mengenai wira'i dalam berilmu adalah menjaga diri dari perkara nan syubhat dan nan haram. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW nan artinya sebagai berikut,

مَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبْهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ

"Barangsiapa nan menjauhi syubhat, maka berfaedah dia telah membersihkan diri bagi kepercayaan dan nilai dirinya. Barangsiapa nan terjerumus pada nan syubhat, maka dia bakal terjerumus pula kepada nan haram."

مَا فَتَحَ رَجُلٌ بَابَ عَطِيَّةٍ بِصَدَقَةٍ أَوْصِلَةٍ إِلَّا زَادَهُ اللهُ بِمَا كَثَرَهُ وَمَا فَتَحَ رَجُلٌ بَابَ مَسْئَلَةٍ يُرِيدُ بِهَا كَثْرَةً إِلَّا زَادَهُ اللهُ بِمَا قِلَّةٌ

"Tidak ada seorangpun nan membuka pintu pemberian, baik infak maupun relasi, melainkan Allah bakal menambahnya lebih banyak lagi. Tidak ada seorangpun nan membuka pintu permintaan agar dia memperoleh lebih banyak lagi, melainkan Allah bakal memperbesar kekurangannya."

عَلَيْكُمْ بِإِخْوَانِ الصَّفَا فَإِنَّهُمْ زِيْنَةٌ فِي الرَّحَاءِ وَعِصْمَةٌ فِي الْبَلَاءِ

"Hendaklah Anda berkawan dengan kawan nan tulus hatinya, lantaran mereka menjadi hiasan di kala senang dan menjadi perisai di saat bencana."

الْمَرْءُ كَثِيرٌ بِأَخِيْهِ وَلَا خَيْرَ فِي صُحْبَةِ مَنْ لَا يَرَى لَكَ مِنَ الْحَقِّ مِثْلَ مَا تَرَى لَهُ

"Seseorang itu banyak temannya, bakal tetapi tidak ada kebaikan berkawan dengan orang nan tidak memandang kebenaran nan ada padamu, seperti engkau memandang kebenaran nan ada padanya."

إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ أَوْعِيَةٌ فَخَيْرُهَا أَوْعَاهَا فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ فَاسْأَلُوْهُ وَأَنْتُمْ وَاثِقُوْنَ بِالإِجَابَةِ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءَ مَنْ دَعَا مِنْ ظَهْرِ قَلْبٍ غَافِلٍ

"Sesungguhnya hati ini adalah wadah, maka sebaik-baik wadah adalah nan dapat menghimpun. Jika Anda sekalian memohon kepada Allah, maka memohonlah kepada-Nya dengan penuh kepercayaan bahwa bakal dikabulkan, lantaran Allah tiada berkenan mengabulkan angan dari orang nan memanjatkannya dengan hati nan lalai."

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam