Ilustrasi wanita ahli sedang bekerja di meja instansi sembari tersenyum/Foto: pexels.com/Pavel Danilyuk
Beauties, pernah merasa jika untuk terlihat ahli di instansi Anda kudu selalu menjadi orang yang paling sibuk, paling sering bicara saat meeting, alias selalu terlihat mengejar target?
Padahal, ahli bukan berfaedah kudu selalu menunjukkan bahwa Anda punya ambisi besar. Kadang, justru kebiasaan-kebiasaan mini yang dilakukan secara konsisten membikin seseorang terlihat lebih ahli di mata rekan kerja maupun atasan.
Misalnya, membalas pesan kerja dengan jelas, datang tepat waktu, mencatat perihal krusial saat meeting, alias memberi tahu lebih awal ketika pekerjaan mengalami kendala. Hal-hal tersebut memang terlihat sederhana, tetapi menunjukkan bahwa Anda bisa diandalkan dan memahami tanggung jawabmu.
Menurut American Psychological Association (APA), komunikasi yang efektif, penyelesaian konflik, dan kompetensi ahli merupakan beberapa perihal yang berkedudukan dalam keberhasilan seseorang maupun organisasi di tempat kerja.
Profesionalisme juga tidak kudu membikin seseorang kehilangan pemisah antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dalam survei APA, sekitar 95% pekerja mengatakan bahwa merasa dihargai di tempat kerja merupakan perihal yang krusial bagi mereka. APA juga menekankan pentingnya pemisah antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar pekerja tetap bisa melakukan pemulihan dari tuntutan pekerjaan.
Jadi, jika Anda mau terlihat ahli tanpa kudu terkesan terlalu ambisius, tidak perlu tiba-tiba mengubah kepribadian alias menjadi orang yang paling menonjol di kantor.
Cukup mulai dari beberapa kebiasaan mini berikut ini, Beauties!
1. Selalu Datang Tepat Waktu

Ilustrasi wanita berangkat kerja/Foto: pexels.com/Gustavo Fring
Beauties, datang tepat waktu mungkin terdengar seperti perihal yang terlalu sederhana untuk disebut sebagai kebiasaan profesional. Namun, justru dari kebiasaan mini inilah orang lain bisa memandang seberapa serius Anda menghargai pekerjaan.
Datang sesuai jam kerja membuatmu tidak perlu terburu-buru membuka laptop, menyiapkan dokumen, alias mencari file ketika pekerjaan sudah kudu dimulai. Kamu juga punya waktu untuk mengecek agenda dan mengetahui apa saja yang perlu dikerjakan hari itu.
Hal yang sama bertindak ketika menghadiri meeting. Jika meeting dijadwalkan pukul 10.00, berupaya sudah siap beberapa menit sebelumnya bakal membuatmu terlihat lebih siap dibanding baru masuk ketika meeting sudah dimulai.
Bukan berfaedah Anda kudu selalu datang paling pagi alias pulang paling malam. Profesionalitas lebih terlihat dari konsistensi dalam memenuhi waktu yang sudah disepakati.
Jadi, daripada sibuk menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang paling ambisius di kantor, membiasakan diri menghargai waktu sendiri dan orang lain justru bisa memberikan kesan ahli yang lebih natural.
2. Kalau Belum Bisa Menyelesaikan, Kamu Selalu Memberi Kabar

Ilustrasi wanita sedang memberi tau jika pekerjaan belum bisa selesai/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio
Pernah mendapat pekerjaan dengan deadline tertentu, tetapi di tengah jalan rupanya ada hambatan yang membuatnya tidak bisa selesai sesuai rencana? Daripada tak bersuara sampai pemimpin alias rekan kerja bertanya, biasakan memberi berita lebih awal.
Misalnya, Anda bisa mengatakan, "Kak, untuk bagian ini tetap ada informasi yang belum masuk. Kalau datanya baru saya terima sore ini, kemungkinan pengerjaannya mundur. Apakah boleh saya kirim besok pagi?"
Kalimat sederhana seperti itu menunjukkan bahwa Anda memahami tanggung jawab atas pekerjaanmu. Kamu juga memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menentukan solusi sebelum masalahnya menjadi lebih besar.
Sebaliknya, menghilang ketika pekerjaan belum selesai bisa membikin orang lain kesulitan mengetahui apakah pekerjaan tersebut tetap berjalan, mengalami kendala, alias apalagi terlupakan.
Komunikasi yang terbuka juga berangkaian dengan lingkungan kerja yang sehat. APA menjelaskan bahwa tempat kerja dengan psychological safety mendorong orang untuk menyampaikan masalah alias kesalahan secara konstruktif tanpa takut langsung disalahkan.
Jadi, ahli bukan berfaedah kudu selalu punya jawaban alias selalu sukses menyelesaikan semuanya tepat waktu. Terkadang, keahlian mengatakan "ada hambatan dan ini solusinya" justru menunjukkan bahwa Anda bisa bertanggung jawab atas pekerjaanmu.
3. Selalu Mencatat Hal Penting saat Meeting

Perempuan sedang mencatat poin krusial saat mengikuti meeting di kantor/Foto: pexels.com/cottonbro studio
Beauties, Anda termasuk yang langsung membuka notes begitu meeting dimulai?
Kebiasaan sederhana ini rupanya bisa membuatmu terlihat lebih profesional. Bukan lantaran Anda kudu mencatat setiap kalimat yang diucapkan, tetapi lantaran Anda menunjukkan bahwa pembahasan dalam meeting memang Anda perhatikan.
Cukup catat beberapa perihal krusial seperti keputusan yang sudah disepakati, tugas yang menjadi tanggung jawabmu, deadline, alias info yang perlu Anda tanyakan kembali. Dengan begitu, setelah meeting selesai Anda tidak perlu mengandalkan ingatan untuk mengingat apa saja yang kudu dikerjakan.
Jadi, Anda tidak perlu terlihat paling aktif berbincang selama meeting. Mendengarkan dengan baik, mencatat poin penting, lampau betul-betul menindaklanjutinya setelah meeting justru bisa memberikan kesan bahwa Anda adalah orang yang bisa diandalkan.
4. Membiasakan Diri Mengecek Pekerjaan Sebelum Dikirim

Perempuan sedang mengecek kembali arsip pekerjaan/Foto: pexels.com/Pavel Danilyuk
Beauties, pernah tidak sengaja mengirim file yang salah, typo di email, alias baru sadar ada bagian pekerjaan yang tertinggal setelah semuanya terlanjur dikirim?
Kesalahan mini memang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, membiasakan diri melakukan pengecekan sebelum menekan tombol "send" bisa membikin pekerjaanmu terlihat jauh lebih rapi.
Tidak perlu sampai memeriksa sesuatu berkali-kali. Luangkan beberapa menit untuk memastikan nama file sudah benar, nomor alias informasi tidak tertukar, lampiran sudah masuk, dan petunjuk dari pemimpin alias pelanggan sudah Anda ikuti.
Kamu tidak perlu mengumumkan bahwa Anda orang yang teliti. Biarkan hasil pekerjaanmu yang menunjukkan perihal tersebut.
Sebab, ahli bukan tentang siapa yang paling sering mengatakan dirinya perfeksionis alias paling sibuk. Terkadang, cukup dengan memastikan pekerjaan yang Anda kirim sudah betul dan mudah dipahami, orang lain sudah bisa memandang bahwa Anda serius dengan tanggung jawabmu.
5. Tidak Ikut Panik saat Ada Masalah, Tapi Fokus Mencari Solusi

Ilustrasi wanita tetap tenang saat meeting/Foto: pexels.com/Pavel Danilyuk
Beauties, masalah di instansi pasti pernah terjadi. File tiba-tiba tidak bisa dibuka, deadline berubah, informasi belum lengkap, alias ada pekerjaan yang rupanya kudu direvisi.
Dalam situasi seperti ini, orang yang terlihat ahli bukan selalu orang yang paling banyak bicara. Terkadang, justru orang yang tetap tenang, memahami masalah, lampau mencari langkah berikutnya yang paling dibutuhkan.
Misalnya, daripada langsung berkata, "Waduh, ini gimana ya?" Anda bisa mencoba mengatakan, "Bagian datanya belum lengkap. Aku cek dulu sumber datanya, lampau saya kabari lagi setelah ketemu kendalanya."
Cara berkomunikasi seperti ini menunjukkan bahwa Anda tidak mengabaikan masalah, tetapi juga tidak memperbesar kepanikan.
Jadi, Beauties, terlihat ahli tidak berfaedah kudu selalu terlihat ambisius, serius, alias mau menjadi yang paling menonjol di kantor.
Kadang, ahli justru terlihat dari hal-hal yang tidak terlalu mencolok seperti datang tepat waktu, memberi berita ketika ada kendala, mencatat perihal penting, mengecek pekerjaan, dan tetap tenang ketika sesuatu tidak melangkah sesuai rencana.
Kebiasaan mini yang dilakukan secara konsisten itulah yang perlahan membikin orang lain melihatmu sebagai seseorang yang dapat dipercaya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)