Kecelakaan Beruntun Di Gt Halim Utama, Begini Tuntunan Adab Bepergian Dalam Islam

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pemudik memperlambat laju kendaraannya di KM 187 Ruas tol Cipali, Jawa Barat.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Bepergian merupakan aktivitas seseorang nan pergi meninggalkan rumah menuju letak tujuan, baik jaraknya dekat maupun jauh. Dalam Islam, ada hal-hal nan perlu kita perhatian agar perjalanan itu berfaedah dan terhindar dari bahaya.

Rasulullah saw sendiri mengatakan berjalan alias safar merupakan sebuah siksaan lantaran bakal ada akibat lapar, dahaga, dan kelelahan. Belum lagi akibat lainnya, seperti kemacetan hingga kecelakaan nan dapat menyebabkan luka- luka hingga korban jiwa.

Oleh karena itu, agar perjalanan nan dilakukan berbobot kebaikan saleh, maka kita perlu melakukannya sesuai dengan etika Islam. Berikut etika bepergian, dikutip dari situs Muhammadiyah.

Adab Bepergian (Safar) dalam Islam

1. Persiapan

Ketika hendak bepergian, sebelumnya kudu menetapkan niat terlebih dahulu, kemudian menyiapkan hal-hal nan dibutuhkan selama dalam perjalanan. Jangan lupa untuk menyiapkan kesiapan bentuk dan juga kendaran nan bakal digunakan. 

2. Melakukan sholat sunnah safar dua rakat 

Hadits dari Mukmin bin Miqdad menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata: “Tidaklah sesuatu nan sangat utama bagi seseorang nan hendak meninggalkan sesuatu pada keluarganya melampaui shalat 2 rakaat nan di tengah mereka jika dia hendak bepergian,” (HR Thabrani).

3. Berpamitan

Berpamitan termasuk etika sebelum bepergian. Tujuannya agar kepergian kita diketahui dan mendapatkan ridha dan angan dari mereka nan ditinggalkan. Berpamitan juga merupakan corak penghormatan kita kepada keluraga di rumah.  

Selanjutnya...

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam