Kedermawanan Nabi Muhammad

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 1013x dilihat
Kedermawanan Nabi Muhammad

Bagikan Postingan

Kincai Media, MADINAH -- Sebagai utusan terakhir, Rasulullah mempunyai sifat yang perlu dicontoh bagi pengikutnya. Salah satu dari banyak sifat baiknya adalah kedermawanan dan keramahannya.

Diriwayatkan dari Jabair bin Abdillah, “Nabi belum pernah dimintai oleh seseorang tentang sesuatu kemudian menjawabnya tidak,” (HR Muslim).

Ibnul Jauzi mengatakan dalam Al-Wafa Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad, beberapa contoh sifat kedermawanan dan keramahan Rasulullah tercantum dalam sejumlah hadits. Pertama dari Ibnu Abbas, dia berbicara “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan beliau sangat tampak ketika bulan Ramadhan, ialah ketika berjumpa malaikat Jibril. Setiap malam selama Ramadhan, beliau berjumpa dengan malaikat Jibril untuk tadarus Alquran di hadapannya. Sungguh kebaikan Rasulullah lebih nikmat dirasakan daripada semilirnya angin yang sepoi-sepoi,” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad).

Dalam riwayat Muslim yang lain, disebutkan Anas menceritakan “Rasulullah tidak diminta sesuatu untuk kepentingan Islam kecuali beliau memberikannya. Suat saat, ada orang yang meminta-minta kepada Nabi. Beliau menyuruh sahabatnya untuk memberikan orang itu sejumlah kekayaan yang banyak dari kantong zakat. Dengan membawa kekayaan tersebut, kemudian orang itu pulang menemui kaumnya. Dia berbicara ‘Wahai kaumku, masuk Islamlah kalian! Muhammad telah memberikan kekayaan yang banyak. Sebuah pemberian yang diberikan oleh orang yang tidak takut bakal kefakiran.’”

Jubair bin Muth’im menceritakan saat Rasulullah berbareng para prajuritnya pulang dari perang Hunain, mereka dalam keadaan memakai tutup kepala. Tiba-tiba orang-orang Arab badui ramai meminta kepada beliau hingga beliau terseret ke samping Samurah. Samurah pun langsung menyambar selendang beliau.

Melihat segmen itu, Rasulullah berakhir sejenak dan berbicara “Kembalikan selendangku! Apakah kalian takut saya melakukan kikir pada kalian? Seandainya saya punya banyak emas berlian, tentu saya bakal membagikannya pada kalian lantaran saya bukanlah orang yang kikir, pendusta, ataupun pengecut,” (HR Bukhari dan Ahmad). 

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads