Beberapa tahun kebelakang ini, kejadian aplikasi web semakin mendominasi Windows 11 apalagi setelah banyak di kritik pengguna, mulai dari WA jenis Desktop, Microsoft Teams apalagi aplikasi bawaan seperti Clipchamp sekarang berbasis web.
Secara umum sih aplikasi seperti ini tidaklah jelek lantaran memang pengalamannya jadi lebih konsisten terutama pengembangannya jadi lebih sederhana lantaran developer tidak perlu membikin aplikasi baru agar native sepenuhnya di Windows 11.
Namun rupanya guys, menurut perspektif developer, masalahnya rupanya jauh lebih dalam dari sekadar “malas” mengembangkan aplikasi lantaran realitanya keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh ekosistem Windows itu sendiri.
Jadi aplikasi web memang dianggap lebih praktis lantaran lebih murah dikembangkan, bisa melangkah cross-platform dan tidak perlu maintain banyak codebase. Namun argumen banyak perusahaan lebih milih mengembangkan web app bukan hanya lantaran efisiensi namun juga lantaran kurangnya kepercayaan developer terhadap arah platform Windows.
Tidak ada Kepastian dan Terlalu Banyak Framework
Nah berbeda dengan ekosistem Apple, Microsoft selama bertahun-tahun terus menghadirkan beragam framework baru untuk pengembangan aplikasi.
Mulai dari Win32, MFC, WinForms, WPF, Silverlight, UWP hingga saat ini WinUI 3 dan MAUI. Bukan lantaran teknologi ini buruk, namun lantaran arahnya terus berubah.
Ketika awal dirilis, setiap framework sempat dipromosikan sebagai “masa depan”, namun kemudian perlahan ditinggalkan alias digantikan, hasilnya developer menjadi ragu untuk berinvestasi waktu dan tenaga pada teknologi yang belum tentu memperkuat lama, yah contohnya kita lihat saja UWP, dulu dianggap masa depan Windows, tapi faktanya malah ditinggalkan.
Di era Windows 7 dan dibawahnya, developer aplikasi cukup menggunakan Win32, satu API, satu pendekatan, dan arah yang jelas, oleh lantaran itu hingga saat ini aplikasi Win32 tetap banyak digunakan.
Namun sekarang, jika developer mau membikin aplikasi Windows, pilihannya malah terlalu banyak, apakah mau tetap pakai Win32, WPF yang lebih stabil, WinUI 3 yang lebih modern, MAUI untuk cross-platform, alias pakai web seperti Electron, PWA dan WebView?
Jalan Aman ya Web App
Dikarenakan kebingungan tersebut dan ketidak pastian dari ekosistem Windows, banyak developer akhirnya memilih pendekatan Web. Dengan pendekatan ini, teknologi seperti Electron, PWA, dan WebView2 (berbasis Chromium) memungkinkan aplikasi dibuat sekali dan dijalankan di beragam platform.
Contohnya nih aplikasi besar seperti Spotify, Discord, Slack, Zoom, Microsoft Teams, WhatsApp, dan lainnya di Windows sekarang sudah berbasis Web.

Meskipun memang banyak kekurangan seperti performa kurang optimal dan makan lebih banyak RAM, tapi bagi developer ini adalah kompromi yang lebih kondusif dibanding mengambil akibat pada framework yang tidak pasti.
Sementara itu, MacOS tetap konsisten dari jaman dulu lantaran framework seperti Cocoa, AppKit, hingga SwiftUI terus dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh lantaran itu Mac sering kali lebih dipercaya developer, terutama dalam perihal investasi jangka panjang.
Inilah yang pada akhirnya membikin banyak aplikasi di Mac tetap datang dalam corak native, dengan performa yang lebih optimal dan integrasi sistem yang lebih dalam dibandingkan aplikasi berbasis web yang umum ditemui di Windows.
Apakah Windows mulai Berbenah?
Jawabannya bisa dibilang iya lantaran pada dasarnya Microsoft mulai menyadari perihal ini, oleh lantaran itu mereka mendorong aplikasi native kembali, mengembangkan WinUI 3 sebagai solusi modern dan mulai mengurangi ketergantungan pada komponen web (meski faktanya tetap banyak sih).
Namun kembali lagi, tantangan terbesarnya sekarang bukan mengenai teknologi apa yang dipakai, tapi kepercayaan developer itu sendiri.
Tapi gimana menurutmu? komen dibawah guys, nah seumpama saja dulu Windows Phone sukses dipasaran, mungkin visi One Platform Microsoft bisa tercapai.

Dengan ekosistem yang kuat, Universal Windows Platform bisa saja berkembang menjadi standar utama, di mana satu aplikasi betul-betul melangkah mulus di beragam perangkat, mulai dari PC, tablet, hingga smartphone. Developer pun kemungkinan bakal lebih percaya diri untuk berinvestasi di platform tersebut lantaran pedoman pengguna yang besar dan arah yang jelas.
Tapi sayangnya, setelah kegagalan Windows Phone, Microsoft sering merubah strategi yang akhirnya membikin banyak developer menjadi lebih berhati-hati.
Referensi : jsnover
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
English (US) ·
Indonesian (ID) ·