Kenapa Harga Altcoin Mengalami Penurunan Ketika Bitcoin Naik?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia – Dalam beberapa waktu terakhir, para pengamat pasar telah memperhatikan gelombang ketidakpastian nan melanda pasar altcoins. Hal ini pun tidak jarang menyebabkan ketegangan di antara para investor. Ketegangan dan kekhawatiran ini terlihat paling banyak terjadi di kalangan penanammodal altcoin.

Di tengah gejolak ini, sebuah thread di Twitter dari seorang analis dengan nama samaran Tren Rider, memberikan penjelasan nan mendalam tentang faktor-faktor nan mempengaruhi keahlian altcoins. Tidak hanya itu, Rider juga bakal menjelaskan hubungan keahlian altcoin dengan pasar saham nan lebih luas.

Gambar

Dalam penjelasannya, Rider menyoroti bahwa penurunan terbaru altcoins tidak hanya sekadar hasil dari perilaku pasar nan acak, tetapi lebih sebagai respons terhadap kondisi pasar secara keseluruhan. Para penanammodal dalam menghadapi ketidakpastian nan merajalela, condong mengambil sikap hati-hati dengan menarik investasi dari aset berisiko tinggi, termasuk altcoins. Ini tercermin dari pembelian berlebihan nan terjadi sebelumnya.

“Awalnya, penanammodal beranjak ke pendekatan risk-off (dalam jangka pendek) lantaran ketidakpastian. Ini artinya mereka untuk sementara waktu menarik diri dari investasi berisiko tinggi, termasuk sebagian besar mata duit kripto,” ungkap Rider.

Gambar

Menurutnya, perilaku pasar mata uang digital seringkali mencerminkan pola nan sama dengan pasar saham. Saat ini, pasar saham sedang mengalami perlambatan, ditandai dengan pergerakan di bawah garis merah parabola dari diagram di bawah ini. Hal tersebut dapat mengindikasikan periode koreksi alias pergerakan mendatar nan potensial. 

“Saat ini, saham-saham sedang mendingin, diperdagangkan di bawah garis merah parabolanya. Hal ini dapat mengindikasikan potensi fase koreksi pada saham alias pergerakan sideways dalam jangka waktu singkat,” ujarny.

Sebagai hasilnya, penanammodal condong mengambil untung dari aset mata uang digital nan telah overbought, seperti altcoins, dan menunggu tanda-tanda stabilisasi sebelum kembali berinvestasi.

Kendati situasinya tampak menakutkan bagi sebagian orang, namun pola historis menunjukkan bahwa pasar condong stabil setelah periode penurunan awal. Sinyal-sinyal positif di diagram juga memberikan angan bahwa pasar mungkin tidak bakal beranjak ke fase beruang dalam waktu dekat. 

“Untuk altcoins, menjaga posisi di atas garis merah parabola menjadi parameter potensial untuk pemulihan dalam jangka pendek,” kata Rider.

Rider juga menambahkan bahwa meskipun perubahan pasar dapat menimbulkan kecemasan, namun nan terpenting adalah tetap konsentrasi pada kebenaran dan info nan tersedia, daripada terjebak dalam ketakutan. 

“Tidak ada ruang untuk rasa takut, hanya kebenaran dan kesabaran,” pungkas Rider.

🧵Why are altcoins struggling lately?

It's not just random market behavior.

Let's unpack what's really happening with crypto and stocks.

Thread📉👇 pic.twitter.com/SKD1U0ilLK

— Trend Rider (@TrendRidersTR) April 12, 2024

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis