Kepercayaan Sapi Merah, Tobat Yahudi, Dan Kehancuran Masjid Al Aqsa, Begini Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kondisi Masjid al Aqsa.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Dalam kepercayaan kaum Yahudi, kelahiran sapi merah ini dianggap sebagai tanda-tanda akhir era alias kiamat. 

Sapi merah, alias dalam bahasa Ibrani disebut "Bara Aduma", adalah sapi nan ditunggu-tunggu kelahirannya oleh bangsa Yahudi untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa dan membangun Kuil ketiga.

Disebut dengan sapi merah, lantaran sejak lahir mempunyai bulu berwarna merah. Dalam Kitab Taurat, kelahiran sapi merah ini dipandang sebagai tanda krusial dari kehadiran Mesias dan pembangunan kembali Bait Suci di Yerusalem. 

Sapi merah ini juga disebut sebagai sapi betina nan tetap sempurna, belum mengandung dan belum diperah. Namun, saat 

Hewan ini mempunyai langkah penyembelihan nan unik sampai dibakar menggunakan langkah nan berbeda dari hewan lainnya. Yaitu dengan ditambahkan kayu cedar, hisop, wol, dan benang kirmizi nan diwarnai. 

Hal ini dilakukan lantaran orang Yahudi meyakini bahwa abu hasil penyembelihan sapi merah ini bisa digunakan dalam proses menyucikan orang-orang Yahudi dari dosa dan najis. 

Kepala Rabi Israel melarang umat Yahudi memasuki Masjid Al Aqsa sebelum menyucikan diri menggunakan abu dari sapi merah. Itulah sebabnya umat Yahudi menunggu-nunggu kelahiran sapi merah untuk bisa masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa. 

Namun, sapi merah nan mereka tunggu-tunggu kudu lahir dalam keadaan nan bebas dari kecacatan, tidak mempunyai aib, dan hal-hal nan buruk. 

Lihat laman berikutnya >>>

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam