Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Asn Tahun 2024

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) Tahun 2024

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, diterbitkan dengan pertimbangan: a) bahwa dalam rangka melaksanakan petunjuk Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara; b) bahwa untuk memenuhi kebutuhan pegawai Aparatur Sipil Negara dipandang perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024.

Diktum PERTAMA Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) Tahun 2024, menyatakan bahwa Kebijakan pemenuhan kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2024 berfokus pada:

a. penataan pegawai non -ASN di Instansi Pemerintah;

b. pelayanan dasar di bagian pendidikan dan kesehatan;

c. perekrutan talenta-talenta baru; dan

d. pemenuhan talenta digital untuk mendukung program prioritas nasional dalam rangka mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Diktum KEDUA Keputusan Menteri PANRB Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, menyatakan Jenis Pengadaan Pegawai ASN Tahun Anggaran 2024 meliputi:

a. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja bagi Eks THK II dan pegawai non-ASN; dan

b . Calon Pegawai Negeri Sipil.

Diktum KETIGA Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, menyatakan bahwa Pengadaan Pegawai ASN sebagaimana dimaksud pada DIKTUM KEDUA terdiri dari:

a. Jabatan Fungsional; dan

b. Jabatan Pelaksana.

Diktum KEEMPAT Keputusan Menteri PANRB Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, menyatakan bahwa Instansi Pemerintah menyusun rincian kebutuhan pegawai ASN tahun 2024 sesuai dengan jumlah kebutuhan pegawai ASN yang disetujui oleh Menteri serta merujuk pada Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai ASN Tahun 2024 sebagaimana tercantum pada Lampiran nan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

Diktum KELIMA Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, menyatakan bahwa Rincian kebutuhan pegawai ASN sebagaimana dimaksud pada DIKTUM KEEMPAT paling sedikit memuat:

a. jenis pengadaan;

b. nama jabatan;

c. penjelasan jabatan;

d. kualifikasi pendidikan;

e. alokasi formasi;

f. unit penempatan; dan

g. rentang penghasilan.

Diktum KEENAM Keputusan Menteri PANRB Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, menyatakan Rincian kebutuhan sebagaimana dimaksud pada DIKTUM KELIMA disampaikan melalui jasa elektronik nan merujuk pada petunjuk teknis yang disusun oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Diktum KETUJUH Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, menyatakan bahwa BKN melakukan pengesahan terhadap rincian kebutuhan pegawai ASN yang terdiri atas jenis pengadaan, nama jabatan, kualifikasi pendidikan, dan unit penempatan pada masing-masing kategori kedudukan sesua1 ketentuan peraturan perundang-undangan.

Diktum KEDELAPAN Kepmenpan RB Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, menyatakan bahwa Hasil pengesahan kebutuhan pegawa1 ASN sebagaimana dimaksud pada DIKTUM KETUJUH disampaikan kepada Menteri dalam corak pertimbangan teknis untuk selanjutnya menjadi pertimbangan dalam menetapkan kebutuhan pegawai ASN .

Diktum KESEMBILAN Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024, menyatakan bahwa Keputusan ini mulai bertindak sejak tanggal ditetapkan.

Berikut ini Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) Tahun 2024 berdasarkan Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024.

A. LATAR BELAKANG

Dalam rangka melaksanakan mandat dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara nan ahli dengan hasil kerja tinggi dan perilaku sesuai dengan nilai dasar Aparatur Sipil Negara, proses seleksi menjadi Aparatur Sipil Negara memegang peranan krusial sebagai pintu awal dalam penyelenggaraan manajemen Aparatur Sipil Negara. Prinsip nan diterapkan adalah berasas prinsip kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Adapun di tahun 2024 beberapa prioritas dalam proses pemenuhan Aparatur Sipil Negara secara nasional, ialah memenuhi kebutuhan secara nasional untuk jasa dasar seperti tenaga pembimbing dan tenaga kesehatan, perekrutan talenta-talenta baru, pemenuhan talenta digital untuk mendukung program prioritas nasional dalam rangka mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan pemenuhan kedudukan untuk pengawasan program Pembangunan di Instansi Pemerintah, sehingga diharapkan putra-putri lulusan terbaik dapat ikut berkompetisi dalam seleksi calon ASN.

Selain itu, terdapat amanat untuk menyelesaikan penataan pegawa1 non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Dengan mempertimbangkan perihal tersebut di atas, maka perlu disusun kebijakan perencanaan kebutuhan sebagai dasar untuk melakukan penataan Aparatur Sipil Negara secara terencana dan berkesinambungan.

Selanjutnya, dalam rangka menjalankan pemerintahan di Ibukota Negara Nusantara, Pemerintah juga menyiapkan rekrutmen ASN untuk Ibukota Negara Nusantara, nan bakal menjadi pendorong lahirnya kota bumi baru dengan paradigma kerja baru sebagai SMART City nan agile, melayani sepenuh hati , dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Panduan penyusunan rincian kebutuhan pegawa1 ASN adalah kebijakan nan digunakan oleh Instansi Pemerintah sebagai referensi dalam menyusun kebutuhan pegawai ASN, sehingga didapatkan rincian jabatan dan syarat kedudukan nan sesuai dengan kebutuhan masing-masing Instansi Pemerintah, serta proses pemenuhan kebutuhan nan mempertimbangkan prioritas pemenuhan Aparatur Sipil Negara secara nasional.

B. PENGERTIAN

Dalam Keputusan Menteri ini, yang dimaksud dengan:

1. Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pekerjaan bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja nan bekerja pada instansi pemerintah.

2. Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah penduduk negara Indonesia nan memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki kedudukan pemerin tahan.

3. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah penduduk negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, nan diangkat berasas perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam ra:ngka melaksanakan tugas pemerintahan .

4. Eks Tenaga Honorer Kategori II (Eks THK-11) adalah Eks THK-11 nan terdaftar dalam pangkalan info (database) Eks THK-11 pada Badan Kepegawaian Negara (BKN).

5. Jabatan adalah kedudukan nan menunjukkan tugas, tanggung jawab, kewenangan , dan hak seseorang pegawai ASN dalam suatu satuan organisasi.

6. Jabatan Nonmanajerial adalah sekelompok kedudukan nan mengutamakan kompetensi yang berkarakter teknis sesuai bidangnya dan tidak mempunyai tanggung jawab langsung dalam mengelola dan mengawasi keahlian pegawai.

7. Jabatan Fungsional (JF) adalah sekelompok kedudukan nan berisi kegunaan dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional nan berasas pada skill dan keterampilan tertentu.

8. Jabatan Pelaksana (JP) adalah sekelompok kedudukan nan berisi kegunaan dan tugas pelaksanaan aktivitas pelayanan publik serta manajemen pemerintahan dan pembangunan.

9. Pengadaan ASN adalah aktivitas untuk meng1s1 kebutuhan kedudukan fungsional dan jabatan pelaksana.

10. Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) adalah pejabat nan mempunyru kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PPPK dan pembinaan manajemen PPPK di Instansi Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

11. Instansi Pemerintah adalah Instansi Pusat dan Instansi Daerah.

12. Instansi Pusat adalah kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, kesekretariatan lembaga negara, dan kesekretariatan lembaga nonstruktural.

13. Instansi Daerah adalah perangkat wilayah provinsi dan perangkat daerah kabupatenjkota nan meliputi sekretariat daerah, sekretariat majelis perwakilan rakyat daerah, dinas daerah, dan lembaga teknis daerah.

14. Instansi Pembina merupakan kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, atau kesekretariatan lembaga negara nan sesua1 kekhususan tugas dan fungsinya ditetapkan menjadi lembaga pembina suatu JF.

15. Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah lembaga pemerintah nonkementerian nan diberi kewenangan melakukan pembinaan dan menyelenggarakan Manajemen ASN secara nasional.

16. Menteri adalah menteri nan menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara.

C. JENIS JABATAN

1. Jenis Pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

2. Jenis kedudukan nan dapat diisi pada pengadaan pegawai ASN tahun 2024 merupakan jabatan nonmanajerial nan terdiri atas kedudukan fungsional (JF) dan jabatan pelaksana (JP).

3. Kategori kedudukan pada pengadaan pegawai ASN tahun 2024 terdiri atas JF Guru, JF di bagian kesehatan dan kedudukan teknis.

4. JF Guru di Instansi Pemerintah Daerah dipenuhi melalui Pengadaan PPPK.

5. JF di bagian kesehatan dipenuhi melalui Pengadaan PNS dan PPPK.

6. Jabatan teknis dipenuhi melalui Pengadaan PNS dan PPPK.

7. Daftar jenis kedudukan pada pengadaan pegawai ASN tahun 2024 tercantum pada Lampiran II.

8. Instansi Pemerintah nan menjadi prioritas dalam mendukung penguatan peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam pengawasan program pembangunan diwajibkan untuk membuka lowongan kebutuhan JF Auditor danjatau JF Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD). Daftar Instansi Pemerintah yang menjadi prioritas tercantum pada Lampiran III.

D. KUALIFIKASI PENDIDIKAN

1. Kualifikasi pendidikan nan digunakan dalam penyusunan perencanaan kebutuhan pegawai ASN merujuk pada ketentuan peraturan perundang­ undangan nan mengatur tentang JF dan ketentuan peraturan perundang-undangan nan mengatur tentang JP.

2. Instansi Pembina JF dan Instansi Teknis JP menyampaikan rekomendasi kualifikasi pendidikan kepada BKN.

3. Berdasarkan rekomendasi Instansi Pembina JF dan Instansi Teknis JP, BKN menuangkan kualifikasi pendidikan ke dalam jasa elektronik sebagai acuan bagi Instansi Pemerintah dalam menyusun rincian kebutuhan pegawai ASN.

4. Dalam perihal terdapat kualifikasi pendidikan nan tidak sesuai, Menteri dapat menyesuaikan kualifikasi pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

E. UNIT PENEMPATAN

1. Unit penempatan Pegawai ASN merujuk pada peta kedudukan nan disusun oleh PPK.

2. Unit penempatan pegawai ASN hanya pada satuan kerja Instansi Pemerintah, lembaga non struktural, badan jasa umumfbadan jasa umum daerah, alias lembaga penyiaran publik.

3. Unit penempatan pegawai ASN tidak dapat ditempatkan pada badan upaya milik negara/badan usaha milik daerah, lembaga internasional, badan norma lain nan dibentuk oleh peraturan perundang-undangan, dan badan swasta.

F. TATA CARA PENYUSUNAN RINCIAN KEBUTUHAN PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA TAHUN 2024

1. Setiap Instansi Pemerintah menyusun rincian kebutuhan pegawai ASN tahun 2024 berdasarkan pedoman sebagaimana ditetapkan pada Keputusan Menteri ini.

2. Rincian kebutuhan disampaikan kepada Menteri dan Kepala BKN melalui layanan elektronik nan berpatokan pada petunjuk teknis nan disusun oleh BKN.

3. Rincian kebutuhan pegawai ASN paling sedikit memuat jenis pengadaan, nama jabatan, penjelasan jabatan, kualifikasi pendidikan, alokasi formasi, unit penempatan, dan rentang penghasilan.

4. Sebagai upaya penataan pegawa1 non-ASN, Instansi Pemerintah menyusun rincian kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja diperuntukkan bagi Eks THK II dan pegawai non-ASN.

5. Instansi Pemerintah diwajibkan menyampaikan rincian kebutuhan pegawai ASN kepada Menteri dan Kepala BKN paling lama 15 (lima belas) hari almanak sejak menerima persetujuan prinsip jumlah kebutuhan pegawai ASN.

6. BKN melakukan pengesahan terhadap rincian kebutuhan pegawai ASN nan terdiri atas jenis pengadaan, nama jabatan, kualifikasi pendidikan, dan unit penempatan pada masing-masing kategori kedudukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan paling lama 15 (lima belas) hari almanak sejak Instansi Pemerintah menyampaikan rincian kebutuhan pegawai ASN.

7. BKN menyampaikan pertimbangan teknis hasil pengesahan nnCian kebutuhan pegawai ASN kepada Menteri paling lama 5 (lima) hari almanak sejak rincian kebutuhan pegawai ASN telah divalidasi.

8. Menteri menetapkan rmc1an kebutuhan pegawm ASN dengan memperhatikan pertimbangan teknis BKN.

9. Penetapan rincian kebutuhan pegawai ASN disampaikan oleh Menteri kepada PPK Instansi Pemerintah untuk selanjutnya diumumkan dalam lowongan kebutuhan.

G.PENUTUP

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini ditetapkan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.

Link download salinan dan lampiran Kepmenpan RB Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan ASN Tahun 2024

Demikian info tentang Birokrasi Keputusan Menteri PANRB alias Kepmenpan Rb Nomor 173 Tahun 2024 Tentang Panduan Penyusunan Rincian Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2024. Semoga ada manfaatnya.



Selengkapnya
Sumber Jelajah Informasi
Jelajah Informasi