Jakarta -
Menjaga kebersihan tubuh anak enggak hanya soal mandi teratur saja. Pemilihan produk seperti deodorant & antiperspiran juga krusial untuk memastikan tubuh Si Kecil tetap segar sepanjang hari.
Kedua produk ini memang sering terdengar mirip, tetapi kegunaan dan langkah kerjanya berbeda, lho. Mengetahui perbedaan ini bisa membantu Bunda memilih yang tepat sesuai kebutuhan anak.
Penggunaan yang sesuai usia sangat disarankan untuk menghindari iritasi kulit. Bunda bisa memperhatikan label produk dan kandungan bahan aktif sebelum memakaikannya pada Si Kecil.
Lantas, apa perbedaan deodorant dan antiperspiran untuk anak?
Si Kecil juga memerlukan perhatian ekstra dalam perihal kebersihan tubuh, Bunda. Nah, dalam perihal ini, Bunda perlu memilih produk yang tepat membantu kulit anak tetap sehat dan terhindar dari iritasi.
Deodorant mempunyai kegunaan untuk menghilangkan aroma badan yang muncul akibat bakteri. Selain itu, penggunaan deodorant dapat membantu Si Kecil merasa lebih segar dan nyaman sepanjang hari.
"Deodorant fungsinya menetralisir aroma akibat kuman di kulit," ujar Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi di Rumah Sakit UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, saat diwawancarai oleh HaiBunda, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, antiperspiran bekerja untuk mengurangi produksi keringat pada kulit anak, Bunda. Dengan begitu, tubuh Si Kecil bakal tetap kering, terutama saat dia beraktivitas seharian.
"Antiperspiran mencegah keluarnya keringat dengan bahan seperti aluminum salt," kata dr. Aisya.
Untuk anak-anak, deodorant yang tidak mengandung antiperspiran lebih dianjurkan, Bunda. Hal ini lantaran produk tersebut kondusif bagi kulit sensitif dan tidak mengganggu kegunaan alami kelenjar keringat.
"Untuk anak, deodoran tanpa antiperspiran lebih aman, lantaran tidak menghalang kegunaan alami kelenjar keringat," tutur dr. Aisya.
Apakah deodorant bisa mengganggu kelenjar keringat anak?
Nah, sebenarnya apakah deodorant itu bisa mengganggu kelenjar keringat anak? Menurut dr. Aisya, penggunaan deodorant biasa condong kondusif untuk anak-anak.
"Kalau deodoran biasa, tidak. Tapi jika antiperspiran digunakan terlalu sering, bisa menyumbat pori keringat sementara dan bikin kulit ketek iritasi," katanya.
Lebih lanjut, penggunaan produk yang terlalu kuat sebaiknya Bunda hindari untuk Si Kecil. Hal ini krusial agar kulitnya tetap sehat dan kelenjar keringatnya berfaedah normal.
"Jadi, sebaiknya hindari dulu produk yang terlalu 'kuat' buat anak kecil," tutur dr. Aisya.
Itulah ulasan mengenai perbedaan deodorant & antiperspiran pada anak. Semoga informasinya bermanfaat dan Bunda dapat memilih produk yang lebih tepat untuk Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·