Kincai Media , JAKARTA -- Di dalam Alquran, terdapat sebuah surah yang dinamakan al-munaafiquun. Arti surah Madaniyah itu kira-kira 'Orang-orang yang munafik.' Mereka bak musuh dalam selimut, ialah kerap membikin keonaran, tetapi tidak tegas menyatakan permusuhan terang-terangan.
Di Madinah, salah seorang pemuka kaum munafik adalah Abdullah bin Ubay. Surah al-Munaafiquun ayat ketujuh hingga kedelapan turun berkenaan dengan perkara tentangnya. Seperti diriwayatkan Imam Bukhari dari Zaid bin Arqam.
"Suatu ketika, saya (Zaid bin Arqam) mendengar Abdullah bin Ubay bin Salul berbicara kepada teman-temannya, 'Jangan sampai kalian memberikan support kekayaan kepada orang-orang yang berbareng Rasulullah. Dengan begitu, mereka bakal binasa. Lalu, jika kelak kita kembali ke Madinah, pastilah orang-orang yang mulia (kelompok munafik) bakal mengusir orang-orang yang buruk itu (Rasulullah dan para sahabat) dari kota ini.'
Maka saya pun menceritakan kata-kata tersebut kepada om saya, yang lantas menyampaikannya kepada Rasulullah SAW. Ketika Rasulullah SAW memanggil saya, saya pun menceritakan apa-apa yang telah saya dengar.
Beliau lantas memanggil Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya. Namun, mereka justru berjanji tidak pernah berbicara demikian. Rasulullah kemudian tampak menyalahkan saya dan, sebaliknya, condong mempercayai ucapan orang-orang (munafik) itu.
Itu membikin saya diliputi kesedihan yang belum pernah saya rasakan. Sesampainya di rumah, om saya ikut menimpali, 'Sesungguhnya engkau hanya membikin Rasulullah SAW menyalahi dan gusar kepadamu.'
Namun, kemudian diketahui bahwa Allah telah menurunkan ayat pertama dari surah al-Munaafiquun (terjemahannya: 'Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: 'Kami mengakui, bahwa sesungguhnya Anda betul-betul Rasul Allah.' Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya Anda betul-betul Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu betul-betul pendusta.').
English (US) ·
Indonesian (ID) ·