Ketika Musik Diperdebatkan Kembali, Ulama Awal Islam Justru Menginspirasi Barat

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA—Dalam catatan sejarah, khususnya, Kitab Al-Aghani nan ditulis sekitar abad kesepuluh, oleh Al-Isfahani (897-967), dinyatakan bahwa selama penyebaran Islam di wilayah Arabia, Persia, Turki, dan India musik berkembang pesat.

Kemudian terbawa sampai masa-masa awal kekhalifahan Islam dan mencapai puncaknya pada masa kekhalifahan Abbasiyah.

Selama tahun-tahun pertama kekhalifahan Muslim, telah bermunculan musisi-musisi Islam ternama, di antaranya adalah Sa'ib Khathir (683), Tuwais (710), dan Ibn Mijjah (705-714).

Kaum Muslim juga menerjemahkan sejumlah karya musik dari musisi Yunani, khususnya, pada saat masa kekhalifahan Al-Ma'mun nan merupakan bagian dari proyek Bait Al-Hikma. Proyek ini merupakan upaya untuk menerjemahkan karya-karya intelektual luar, khususnya Yunani.

Penerjemahaman itu dilakukan atas karya-karya Aristoxenos, Aristoteles, Euclid, Ptolemy, dan Nikomachos. Lalu karya musik tersebut diperbarui dan disesuaikan dengan patokan Islam agar tak berkarakter sekuler dan menyerupai praktik-praktik dalam penyembahan berhala.

Perkembangan nan terjadi pada masa Abbasiyah juga merupakan warisan pemikiran dari cendekiawan-cendekiawan Muslim terdahulu.

Sebelum masa kekhalifahan Abbasiyah, musik dianggap sebagai bagian dari makulat dan matematika. Tak heran jika kemudian Al Kindi, filosfof dan mahir matematika ternama, mempunyai pengatahuan nan luas pula tentang musik.

Makanya dia dianggap sebagai orang pertama nan meletakkan dasar teori musik. Ia membicarakan tentang konotasi kosmologikal musik.

Al Kindi juga dikenal sebagai orang nan pertama kali merealisasikan apa nan kemudian disebut sebagai terapi musik. Ini terbukti dengan upaya Al Kindi menggunakan terapi musik untuk menyembuhkan penyakit. 

Dalam bagian musik, dia meninggalkan 15 karyanya. Namun dari ke-15 karya itu, hanya 5 karyanya tentang musik nan tetap ada. Kata 'musik', diambil dari kata musiq, juga pertama kali dikenalkan olehnya dengan menjadikannya titel salah satu kitabnya.

sumber : Harian Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam