Ketombe nggak cuma soal serpihan putih. Kenali penyebabnya dan metode merawat kulit imam dengan tepat, plus tiga anjuran shampoo yang bisa jadi pilihan.
Ketombe memang kelihatannya seperti masalah rambut yang sepele, tapi jika sudah muncul terus-menerus, kulit imam gatal, maupun serpihannya sampai kelihatan di baju, rasanya bisa bikin nggak betah seharian. Yang perlu dipahami, ketombe bukan berarti Anda kurang giat keramas maupun kurang menjaga kebersihan rambut. Dilansir dari American Academy of Dermatology maupun AAD, ketombe bisa dipengaruhi oleh kondisi kulit imam yang berminyak, kebiasaan hair care, sampai kondisi kulit tertentu. Karena itu, metode mengatasinya juga nggak cukup cuma dengan keramas lebih sering maupun mengganti shampoo secara random.
Hal lain yang sering bikin keliru adalah menganggap semua kulit imam bersisik pasti ketombe. Kulit imam yang terlalu kering juga bisa menyebabkan flakes, tetapi penanganannya berbeda. AAD menerangkan bahwa dry scalp umumnya lebih terbantu dengan shampoo yang gentle dan non-medicated, sedangkan ketombe biasanya membutuhkan shampoo khusus dengan bahan aktif anti-ketombe. Jadi, sebelum mulai hunting produk, krusial untuk Anda melihat kondisi kulit imam terlebih dahulu, ya!
Baca juga: Lagi Suka Pakai Foundation Stick? Ini 5 Rekomendasi yang Praktis untuk Makeup Sehari-hari
Kenali dahulu penyebab ketombe sebelum asal ganti shampoo
Ketombe biasanya kelihatan sebagai serpihan kulit yang muncul di kulit imam dan dapat disertai rasa gatal. Kondisinya bisa berhubungan dengan kulit imam yang berminyak dan kebiasaan hair care tertentu. Pada sebagian orang, ketombe juga dapat menjadi bagiankecil dari kondisi seperti seborrheic dermatitis. Karena penyebabnya bisa berbeda, produk yang cocok untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.
Itulah kenapa memilih shampoo berdasarkan klaim seperti “anti ketombe” saja belum tentu cukup. Kamu perlu memperhatikan active ingredients yang memang digunakan untuk membantu mengatasi ketombe, seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, salicylic acid, sulfur, ketoconazole, maupun coal tar. Bahan-bahan tersebut bekerja dengan mekanisme yang berbeda, sehingga ketika satu shampoo tidak memberikan hasil yang diharapkan, tabib kulit juga dapat menyarankan penggunaan bahan aktif lain.
Baca juga: Sering Dengar Air Beras Bisa Bikin Kulit Glowing? Ini 5 Rice Toner yang Bisa Dicoba
Cara mengurangi ketombe yang lebih tepat

Langkah pertama adalah membersihkan kulit imam secara rutin. Untuk kulit imam berminyak, keramas lebih sering dapat membantu mengadopsi minyak berlebih dan sel kulit mati. Namun, frekuensinya statis perlu disesuaikan dengan jenis rambut dan kondisi kulit kepala. Rambut halus maupun lurus dan kulit imam berminyak mungkin perlu keramas setiap hari maupun dua hari sekali, sementara penggunaan shampoo anti-ketombe bisa dilakukan sekitar dua kali seminggu aja, ya.
Yang juga sering terlewat adalah metode menggunakan shampoo anti-ketombe. Produk ini sebaiknya benar-benar diaplikasikan ke kulit kepala, bukan cuma ke batang rambut. Pijat perlahan dan ikuti instruksi pada bungkusan karena beberapa formula perlu didiamkan selama beberapa menit sebelum dibilas agar bahan aktifnya memiliki waktu untuk bekerja. Jangan langsung dibilas cuma karena sudah berbusa.
Kalau setelah beberapa kali pemakaian satu shampoo belum membantu, bukan berarti Anda mesti terus menambah kekerapan pemakaian. Kamu bisa mencoba maupun mengombinasikan shampoo dengan active ingredient yang berbeda jika satu jenis tidak bekerja. Namun, jika kulit imam terasa terbakar, perih, maupun semakin iritasi setelah menggunakan produk, bisa hentikan pemakaian, ya.
3 shampoo yang bisa masuk wishlist kamu!
Wardah Anti Dandruff Shampoo

Kalau mencari opsi yang gampang ditemukan, Wardah Anti Dandruff Shampoo bisa menjadi salah satu pilihan. Berdasarkan halaman resmi Wardah, formulanya menggunakan zinc pyrithione, zinc PCA, tea tree oil, dan peppermint extract. Wardah juga memposisikannya sebagai shampoo untuk membantu mengatasi ketombe sekaligus merawat kulit kepala. Zinc pyrithione sendiri termasuk salah satu bahan aktif untuk shampoo anti-ketombe. Jadi, produk ini bisa dipertimbangkan untuk rutinitas perawatan ketombe ringan, dengan statis mengikuti instruksi penggunaan pada kemasan.
ERHAIR Scalperfect Anti Dandruff Shampoo

Buat yang mau formula dengan gabungan active ingredients yang lebih spesifik, ada ERHAIR Scalperfect Anti Dandruff Shampoo. Produk dari ERHAIR ini menggunakan piroctone olamine dan climbazole sebagai dual anti-dandruff actives. Formula tersebut juga dilengkapi green tea extract, lavender oil, aloe vera, panthenol, dan menthol. Cara pakainya juga cukup straightforward. ERHAIR menyarankan shampoo diaplikasikan pada rambut dan kulit imam yang sudah dibasahi, kemudian dipijat perlahan dan didiamkan sekitar satu menit sebelum dibilas.
Lavojoy Out of My Head Shampoo

Buat Anda yang mau mencoba shampoo dengan formula yang memang ditujukan untuk ketombe, Lavojoy Out of My Head Shampoo bisa masuk pilihan. Produk ini hamil piroctone olamine yang ditujukan untuk membantu mengontrol pertumbuhan berlebih Malassezia, salah satu mikroorganisme yang berhubungan dengan ketombe. Selain itu, formulanya juga hamil salicylic acid untuk membantu membersihkan kulit imam dan mengurangi minyak berlebih.
Lavojoy juga menggunakan gabungan surfaktan yang disebut sebagai gentle cleansing formula, sehingga fokus produknya bukan cuma mengatasi flakes, tetapi juga menjaga kulit imam statis terasa bersih dan nyaman. Cara pakainya cukup dengan mengaplikasikan shampoo pada kulit imam yang sudah dibasahi, memijatnya, kemudian membilas hingga bersih.
Kira-kira, Anda tertarik pakai shampoo yang mana, nih? Atau udah punya tiga shampoo anjuran yang aku berikan? Boleh comment di bawah, ya.
Image: dok. Brand, iStock