Keutamaan Dan Buah Istigfar (bagian 3)

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
  1. Memohonkan pembebasan bagi orang-orang nan beragama adalah bagian dari tugas para malaikat nan mulia, nan mana para malaikat adalah hamba Allah nan paling menginginkan kebaikan bagi hamba-hamba Allah lainnya.

Allah ta’ala berfirman,

وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَن فِى ٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

“Dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan maaf bagi orang-orang nan ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dialah nan Maha Pengampun lagi Penyayang.” (QS. Asy-Syura: 5)

Allah ta’ala berfirman,

ٱلَّذِينَ يَحْمِلُونَ ٱلْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِۦ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَٱغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا۟ وَٱتَّبَعُوا۟ سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ ٱلْجَحِيمِ

Donasi Semarak Ramadan YPIA

“Malaikat-malaikat) nan memikul ‘Arsy dan malaikat nan berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beragama kepada-Nya serta memintakan maaf bagi orang-orang nan beragama (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan pengetahuan Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah pembebasan kepada orang-orang nan bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka nan menyala-nyala.” (QS. Ghafir: 7)

Maka sungguh mulianya seorang nan beragama di hadapan Allah! Ia tidur di atas tempat tidurnya sedangkan malaikat memintakan pembebasan untuknya.

  1. Istigfar adalah di antara sifat bagi orang-orang nan beragama dan bertakwa, nan Allah sanjung mereka dengannya.

Allah ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ * وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ * أُو۟لَٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ

“Dan bersegeralah Anda kepada pembebasan dari Tuhanmu dan kepada surga nan luasnya seluas langit dan bumi nan disediakan untuk orang-orang nan bertakwa, (yaitu) orang-orang nan menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang nan menahan amarahnya dan mengampuni (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang nan melakukan kebajikan. Dan (juga) orang-orang nan andaikan mengerjakan perbuatan biadab alias menganiaya diri sendiri, mereka ingat bakal Allah, lampau memohon maaf terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi nan dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah pembebasan dari Tuhan mereka dan surga nan di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang nan beramal.” (QS. Ali Imran: 133-136)

Maka orang-orang beriman, masing-masing mereka memohon pembebasan untuk dirinya dan juga untuk kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya.

Allah ta’ala berfirman mengabarkan tentang perkataan Nuh ‘alaihissalam,

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang nan masuk ke rumahku dengan beragama dan semua orang nan beragama laki-laki dan perempuan.” (QS. Nuh: 28)

Dan Allah ta’ala berfirman mengabarkan tentang perkataan Ibrahim ‘alaihissalam,

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah saya dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)

Dan Allah ta’ala berfirman memerintahkan NabiNya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) nan berkuasa disembah selain Allah dan mohonlah pembebasan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)

Dan Allah ta’ala berfirman mengabarkan tentang hamba-hambaNya nan beriman, nan datang setelah para sahabat,

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang nan datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami nan telah beragama lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang nan beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berfirman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ الرجُلَ لتُرفَع دَرَجَتِه فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: أَنَّى لِي هَذَا؟ فَيُقَال: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sungguh seseorang diangkat derajatnya di surga, maka dia pun berkata, “Darimana datangnya perihal ini?” Maka dikatakan kepadanya, “Dari istigfar anakmu untukmu” (HR. Ibnu Majah [no. 3660] Ahmad [2/509] dan dihasankan oleh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah [1598])

Dari Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – طِيبَ النَفْسِ، قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ! ادْعُ اللَّهَ لي. فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَرَ، وَمَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ». فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ – رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ـ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِ رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ مِنَ الضَّحِكِ، فَقَالَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟»، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ؟ فَقَالَ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدَعْوَتِي لَأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»

“Ketika saya memandang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan gembira, saya berkata, “Wahai Rasulullah! Berdoalah kepada Allah untukku.” Maka beliau berdoa,

للَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَرَ، وَمَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ

“Ya Allah ampunilah ‘Aisyah dari dosa-dosanya nan telah lampau maupun nan bakal datang, nan tersembunyi maupun nan terang-terangan.” Maka ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tertawa hingga kepalanya terjatuh ke pangkuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (karena tertawa). Maka beliau pun bersabda, “Apakah engkau senang dengan doaku?” Maka saya pun menjawab, “Dan kenapa saya tidak senang dengan doamu?” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, sungguh itu adalah doaku untuk umatku setiap sholat.” (HR. Al-Bazzar di dalam Musnadnya [Kasyful Astar – 2658] dan dihasankan oleh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah [2254])

Kembali ke bagian 2: Keutamaan Dan Buah Istigfar (Bagian 2)

Lanjut ke bagian 4: Bersambung

Diterjemahkan dari Kitab Fiqhul Istighfar karya Syaikh Muhammad Isma’il Al Muqaddam secara ringkas.

Referensi:

  • Kajian Fikih Istighfar, Ustadz Aris Munandar, diakses dari https://youtube.com/playlist?list=PLVbmW1LOF7K3GUTtWXQh0jeHJX2pruIWf&si=FY64XF13CBNlQZ7b

Penulis: Annisa Auraliansa

Artikel Muslimah.or.id

Selengkapnya
Sumber Artikel Islami Muslimah.or.id
Artikel Islami Muslimah.or.id