Keutamaan Nisfu Sya’ban Dalam Hadis Nabi

Jan 21, 2026 02:23 PM - 3 bulan yang lalu 105024
Keutamaan Nisfu Sya’ban dalam Hadis NabiKeutamaan Nisfu Sya’ban dalam Hadis Nabi

Kincai Media – Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam yang mempunyai kedudukan spesial dalam khazanah keislaman. Umat Islam sejak generasi salaf hingga sekarang mengenalnya sebagai malam penuh rahmat, ampunan, dan limpahan karunia Allah SWT. Nah berikut ini keistimewaan nisfu Sya’ban dalam sabda Nabi Muhammad.

Tidak mengherankan jika para ustadz dari beragam ajaran memberikan perhatian unik terhadap malam pertengahan bulan Sya’ban ini, baik melalui penjelasan sabda maupun praktik ibadah yang dianjurkan.

Di antara sabda yang sering dijadikan landasan tentang keistimewaan Nisfu Sya’ban dalam sabda Nabi adalah riwayat dari Abdullah bin Mas‘ud dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا، فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ؟ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ؟ أَلَا كَذَا؟ أَلَا كَذَا؟ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Artinya: “Apabila datang malam pertengahan bulan Sya‘ban, maka bangunlah (untuk beribadah) pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Sesungguhnya Allah turun pada malam itu sejak terbenam mentari ke langit dunia, lampau berfirman: ‘Adakah orang yang memohon maaf kepada-Ku sehingga Aku ampuni? Adakah yang meminta rezeki sehingga Aku beri rezeki? Adakah yang tertimpa musibah sehingga Aku beri kesembuhan?’ Dan seterusnya hingga terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan bahwa keuatamaan malam Nisfu Sya’ban adalah waktu yang sangat lapang untuk memperbanyak istighfar, doa, dan ibadah. Turunnya rahmat Allah digambarkan dengan dibukanya pintu-pintu pembebasan dan karunia bagi hamba-hamba-Nya.

Keutamaan lainnya ditegaskan dalam sabda riwayat Imam Ahmad bahwa pada malam Nisfu Sya’ban Allah bakal menurunkan Rahmat. Nabi bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Ta‘ala turun pada malam pertengahan bulan Sya‘ban ke langit dunia, lampau Dia mengampuni lebih banyak daripada jumlah rambut kambing Bani Kalb.” (HR. Imam Ahmad)

Ungkapan perumpamaan ini menunjukkan sungguh luasnya pembebasan Allah SWT pada malam tersebut, apalagi melampaui sesuatu yang secara hitungan manusia susah dibayangkan.

Dalam riwayat lain yang dinukil oleh Imam Ad-Daruquthni dijelaskan bahwa sejatinya malam penetapan takdir dan kebaikan. Nabi bersabda:

يَفْتَحُ اللهُ الْخَيْرَ فِي أَرْبَعِ لَيَالٍ: لَيْلَةِ الْأَضْحَى، وَالْفِطْرِ، وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَان؛ يُنْسَخُ فِيهَا الْآجَالَ وَالْأَرْزَاقَ، وَيَكْتُبُ فِيهَا الْحَاجَّ، وَفِي لَيْلَةِ عَرَفَةَ إِلَى الْأَذَانِ

Artinya: “Allah membuka kebaikan pada empat malam: malam Idul Adha, Idul Fitri, malam pertengahan bulan Sya‘ban, di dalamnya ditetapkan ajal dan rezeki serta dicatat orang-orang yang bakal berhaji dan pada malam Arafah hingga azan (Subuh).” (HR. Ad-Daruquthni)

Riwayat ini semakin menegaskan bahwa Nisfu Sya’ban merupakan malam krusial dalam perjalanan hidup seorang mukmin, lantaran berangkaian dengan ketetapan rezeki, umur, dan beragam urusan besar lainnya.

Sejumlah ustadz sabda memberikan penilaian bahwa hadis-hadis tentang keistimewaan Nisfu Sya’ban, meskipun sebagian sanadnya diperselisihkan, namun saling menguatkan satu sama lain. Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwazi menegaskan:

باب ما جاء في ليلة النصف من شعبان.. فهذه الأحاديث بمجموعها حجة على من زعم أنه لم يثبت في فضيلة ليلة النصف من شعبان شيء

Artinya: “Bab tentang apa yang diriwayatkan mengenai malam pertengahan bulan Sya‘ban. Hadis-hadis ini secara keseluruhan menjadi hujah (dalil) atas orang yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu pun yang sahih tentang keistimewaan malam Nisfu Sya‘ban.” (Al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwazi, Jilid III, hlm. 364)

Berdasarkan beragam sabda dan penjelasan ulama, dapat disimpulkan bahwa malam Nisfu Sya’ban mempunyai keistimewaan yang besar dalam Islam. Malam ini menjadi momentum krusial bagi umat Islam untuk memperbanyak taubat, istighfar, doa, serta ibadah kepada Allah SWT.

Menghidupkan Nisfu Sya’ban dengan kebaikan saleh bukanlah bid‘ah tercela, melainkan corak pengamalan dari semangat sabda Nabi SAW dan tradisi keilmuan para ulama. Dengan demikian, Nisfu Sya’ban layak disambut sebagai malam penuh harap, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT.

Selengkapnya