Khutbah Idul Fitri Singkat; Keistimewaan Zakat Di Bulan Ramadhan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Pada kesempatan istimewa ini, marilah kita merenungkan salah satu ibadah krusial di bulan Ramadan, ialah zakat. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga mempunyai keistimewaan nan luar biasa, terutama di bulan Ramadan. Nah berikut “Khutbah Idul Fitri Singkat; Keistimewaan Zakat Di Bulan Ramadan“.

Khutbah Pertama:

ألْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى عِظَمِ نِعَمِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَخَلِيلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَسَلِّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللهَ – عِبَادَ اللهِ- حَقَّ التَّقْوَى. قال الله تعالى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُوْنَ.

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Pertama, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah Swt. atas limpahan nikmatnya kita bisa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan lancar, bisa beragama shalat Idul fitri dengan nyaman, ketika di waktu nan sama saudara-saudara kita di Palestina sedang merana dan terjebak dalam perang nan tak berkesudahan.

Mari kita bermohon mudah-mudahan Allah Swt menolong mereka, membebaskan mereka, menyudahi segala rana mereka, dan mengubah kesedihan menjadi senyuman, amin, ya rabbal alamin.

Kedua, salawat serta salam selalu tercurahlimpahkan kepada pemimpin agung, Nabi Muhammad Saw., Rasul pilihan, kekasih Allah Swt. Semoga rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw. menjadi wasilah dipersatukannya kita berbareng sang nabi, as-syafi’ al-musyaffa’.

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Sebelum khotib memulai khutbah pada siang hari ini, izinkanlah khotib beramanat kepada jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga ketakwaan, mematuhi perintah Allah Swt, dan menjauhi segala larangannya.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُوْنَ.

Artinya, “Wahai orang-orang nan beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah Anda meninggal selain dalam keadaan Muslim.” (QS Ali Imran: 102).

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Salah satu perihal nan tidak bisa dipisahkan dari bulan Ramadan adalah zakat. Rukun Islam ketiga ini menjadi semacam transisi dari Ramadan menuju Syawal, dari puasa menuju lebaran. Hal ini disebutkan dalam QS al-A’la,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

“Sungguh, beruntung orang nan menyucikan diri (dari kekafiran), dan mengingat nama Tuhannya, lampau dia shalat.” (QS al-A’la: 14-15)

Abu Said al-Khudri dan Ibnu Umar menyebut bahwa maksud dari dua ayat tersebut adalah Zakat Fitri dan shalat Idul Fitri. (al-Qurthubi)

Dalam sebuah sabda riwayat al-Bukari di sebutkan,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ (رواه البخاري)

“Rasulullah Saw mewajibkan amal fitri satu Sha dari kurma alias sha dari gandum bagi setiap hamba sahaya (budak) maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, mini maupun besar dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar menunaikanya sebelum orang orang berangkat untuk Shalat (Ied).” (HR. al-Bukhari)

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Allah Swt. sedemikian rupa mengatur agar ibadah kita tidak hanya enak-enak sendiri dengan-Nya tetapi juga dengan hamba-hamba-Nya nan memerlukan uluran tangan. Oleh lantaran itu, sebelum merayakan kemenangannya, seorang muslim diajak untuk menoleh kanan-kirinya, tetangga-tetangganya, sahabat-sahabatnya nan membutuhkan. Siapa tau, ada orang-orang nan tetap belum bisa merayakan kemenangan dengan kebahagian. Siapa tau, ada orang-orang nan alih-alih bersuka cita menyambut lebaran, mereka malah berduka lantaran tak bisa makan.

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Oleh lantaran itu, dalam beragam sabda Nabi, dijelaskan bahwa amal adalah satu perihal nan tidak boleh ditinggalkan jika seseorang mau masuk surga.

Dalam sebuah sabda dari Abu Ayyub al-Anshari, suatu hari ada seseorang nan bertanya kepada Nabi Saw. kiat-kiat masuk surga, Rasul kemudian menjawab,

تَعْبُدُ اللهَ، وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ،وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ» متفقٌ عَلَيْهِ

“Sembahlah Allah dan jangan menyekutukannya, dirikan shalat, dan tunaikan zakat, dan bersilaturrahim.” (HR Bukhari Muslim)

Karena amal adalah fase terakhir sebelum lebaran, maka kemenangan, lulus alias tidaknya orang-orang nan berpuasa, bakal sangat berjuntai pada zakatnya. Jika dia tidak menunaikan zakat, maka dia tidak bakal memperoleh kemenangan sejati.

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Selain sebuah kewajiban, amal juga mempunyai banyak hikmah dan keistimewaan. Para ustadz mengumpulkan beragam keistimewaan zakat. Syekh Wahbah al-Zuhaili menjelaskan setidaknya ada tiga hal. Pertama, zakat mengatasi ketimpangan sosial; Kedua, dapat membersihkan diri dari penyakit kikir; Ketiga, semakin besar rasa syukur kita kepada Allah swt.

Selain itu, ada keistimewaan lain nan dijelaskan dalam al-Akhalakul al-Islamiyah wa Ususuha, yaitu: munculnya sifat murah hati dan suka memberi, orang nan berzakat bakal merasa bahwa dia bagian dari masyarakat tersebut, bukan pribadi nan hidup sendiri, sehingga dia juga bakal merasakan apa nan dirasakan oleh masyarakat.

Ketika masyarakat sedang bergembira, dia ikut merasakan kegembiraanya, ketika masyarakat sedang bersedih, dia ikut merasakan kesedihanya. Sehingga, perihal ini memunculkan rasa saling mencintai antara sesame. Nabi Muhammad Saw. bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم(

“Orang-orang mukmin dalam perihal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi ibaratkan satu tubuh. Apabila ada salah satu personil tubuh nan sakit, maka seluruh tubuhnya bakal ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Muslim)

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Keutamaan lain dari amal adalah Allah bakal menghilangkan semua keburukan kita. Allah berfirman dalam surah at-Taubah ayat 24-25,

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Ambillah amal dari kekayaan mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. at-Taubah [9]: 24-25)

Dalam sabda riwayat al-Thabrani juga disebutkan,

منْ أَدَّى زَكَاةَ مَالِهِ، فَقَدْ ذَهَب عنْهُ شَرُّهُ

“Orang nan menunaikan amal hartanya, maka Allah bakal menghapus keburukannya.” (HR al-Thabrani)

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Sebenarnya tetap banyak sekali keistimewaan zakat. Dalam beragam kitab, para ustadz menjelaskannya dengan panjang lebar. Namun nan perlu digaris bawahi bahwa amal bukan hanya ibadah seorang hamba kepada Tuhan-nya, tetapi ibadah nan diminta Tuhan kepada hamba-Nya agar sang hamba memperhatikan hamba-Nya nan lain.

Hadirin Pendengar Khutbah Idul Fitri Singkat nan Berbahagia

Demikian khutbah singkat nan bisa al-faqir sampaikan. Mudah-mudahan bisa berfaedah bagi jamaah sekalian, khususnya bagi al-faqir pribadi.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

Khutbah Kedua

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، للهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ.  الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: )وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر(ِ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
————-

*Konten ini berasal dari kitab _Syiar Ramadan Perekat Persaudaraan: Materi Kuliah dan Khutbah di Masjid dan Musala selama Ramadan._, nan diterbitkan oleh Subdit Tim Layanan Syariah Subdirektorat (Subdit) Hisab Rukyat dan Syariah dan Badan Kesejahteraan Masjid.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah