Kisah Bani Israil Yang Mengabaikan Dakwah Nabi Ilyasa As

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Nabi Ilyasa (ilustrasi).

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Nabi Ilyasa A.S merupakan salah satu Nabi nan diutus oleh Allah SWT menjadi petunjuk bagi Bani Israil untuk kembali kepada kebenaran untuk menyembah Allah SWT. Nabi Ilyasa A.S meneruskan aliran Nabi sebelumnya untuk berceramah kepada Bani Israil nan sudah terlanjur tersesat.

Dikisahkan bahwa Nabi Ilyasa A.S terus berceramah kepada Bani Israil agar kembail ke jalan nan betul dengan menyembah Allah SWT. Dakwah Nabi Ilyasa A.S banyak sekali mendapat penolakan dari kaumnya. Bahkan pengikut Nabi Ilyas A.S nan terdahulu telah beragama dengan mudah ke jalan nan sesat.

“Setelah Ilyas, kemudian dilanjutkan oleh Ilyasa. Ia berceramah kepada umatnya untuk kembali ke jalan Allah, dan setelah sekian lama dia meneruskan aliran dan hukum nan dibawa oleh Ilyas, akhirnya ajal menjemputnya,” dikutip dari kitab karya Ibnu Katsir nan berjudul, Kisah Para Nabi, Selasa (5/3/2024).

Setelah Nabi Ilyasa A.S, kaum Bani Israil sangat berubah, mereka menyimpang dari aliran Allah dan selalu melakukan maksiat. Bahkan orang-orang nan bengis bermunculan, dan mereka tak segan- segan untuk membunuh para nabi nan diutus kepada mereka.

Kaum Bani Israil ini mengabaikan dakwah Nabi Ilyasa A.S apalagi tidak takut dengan balasan Allah SWT. Maka dari itu, Nabi Ilyasa A.S kemudian meninggalkan mereka. Tidak lama kemudian, Bani Israil mengalami kerusakan nan luar biasa lantaran ditaklukkan oleh kaum Assyiria.

Ketika memasuki usia senja, Nabi Ilyasa A.S menyadari bahwa masa dakwahnya telah memasuki masa akhir. Menurut sebuah riwayat, Nabi Ilyasa A.S mencari seseorang nan dapat bisa melanjutkan dakwahnya kepada Bani Israil. Hingga akhirnya, dia berjumpa dengan seorang laki-laki nan ibadahnya kuat serta mengamalkan aliran Nabi Ilyasa a.s., lampau dipilihnya laki-laki itu sebagai penerusnya. 

Sebagian ustadz meyakini bahwa laki-laki tersebut adalah Zulkifli nan nantinya juga bakal menjadi seorang nabi meneruskan aliran Nabi Ilyasa A.S setelah wafat. Seperti nan tertuang pada surat Shad ayat 48, 

وَٱذْكُرْ إِسْمَٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَذَا ٱلْكِفْلِ ۖ وَكُلٌّ مِّنَ ٱلْأَخْيَارِ

Artinya: “Dan ingatlah bakal Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang nan paling baik.” 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam