Kisah Bunda Alami Tangan Gatal Saat Hamil, Ternyata Idap Kondisi Fatal Ini

Mar 11, 2026 06:40 PM - 1 bulan yang lalu 14813

Jakarta -

Bunda, gatal saat mengandung memang sering dianggap perihal biasa. Tapi gimana jika rasa gatal muncul terus-menerus, terutama di telapak tangan, tanpa ruam sama sekali?

Inilah yang dialami oleh seorang ibu mengandung berjulukan Abbie Herbert. Saat mengandung anak ketiganya, dia mulai merasakan gatal dahsyat di kedua tangannya. Awalnya dia mengira itu hanya perubahan hormon biasa. Namun ternyata, kondisi tersebut menjadi tanda gangguan serius pada kehamilannya. Berikut kisahnya dikutip dari Today.

Awalnya hanya gatal biasa

Abbie membagikan pengalamannya melalui media sosial. Ia tampak terus menggaruk telapak tangannya lantaran rasa gatal yang sangat mengganggu, terutama pada malam hari. Tidak ada ruam, tidak ada bentol, hanya rasa gatal yang intens.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pada video kedua dan ketiga, dia menerima 'banjir' komentar dan pesan langsung yang mendesaknya untuk memeriksakan diri. Banyak pengikutnya yang menyarankan agar dia segera memeriksakan diri lantaran gatal di telapak tangan saat mengandung bisa menjadi tanda kondisi tertentu. Setelah menjalani tes darah, master menemukan bahwa kadar masam empedunya sangat tinggi.

Itu juga pertama kalinya dia menemukan istilah kolestasis, suatu kondisi hati yang menyebabkan tangan dan kaki gatal selama kehamilan. Kolestasis juga dapat menimbulkan akibat serius, apalagi menakut-nakuti jiwa bayi.

Ternyata mengalami cholestasis kehamilan

Abbie didiagnosis mengalami intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP) alias kolestasis kehamilan. Kolestasis kehamilan adalah kondisi ketika aliran empedu dari hati terganggu. Akibatnya, masam empedu menumpuk dalam darah dan menyebabkan rasa gatal yang parah.

Kondisi ini paling sering muncul pada trimester ketiga dan indikasi utamanya adalah:

  • Gatal dahsyat tanpa ruam
  • Biasanya terasa di telapak tangan dan kaki
  • Semakin parah pada malam hari
  • Tidak membaik dengan losion alias obat gatal biasa

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, akibat meningkat signifikan ketika kadar masam empedu mencapai ≥100 μmol/L. Artinya, semakin tinggi kadar masam empedu, semakin besar potensi komplikasi.

Selain itu, dr. Ron Cypher, OB-GYN dari Allegheny Health Network menuturkan bahwa kolestasis memiliki sedikit gejala, tapi komplikasinya berpotensi merusak. 

“Asam empedu tersebut dapat melewati plasenta ke bayi dan memengaruhi hati bayi. Hal itu juga menyebabkan gatal di tangan dan kaki, yang merupakan indikasi kolestasis yang paling umum," jelas dr. Cypher. 

Menurut master tersebut, jika tidak diobati, kolestasis dapat menyebabkan komplikasi termasuk kelahiran prematur alias masalah paru-paru pada bayi. Dalam skenario terburuk, kolestasis apalagi dapat menyebabkan kematian janin.

Kolestasis bukan sekadar rasa tidak nyaman. Jika kadar masam empedu terlalu tinggi, kondisi ini bisa meningkatkan risiko:

  • Kelahiran prematur
  • Gangguan pernapasan pada bayi
  • Dalam kasus berat, akibat bayi meninggal dalam kandungan

Bahkan, orang yang tidak mengandung juga dapat mengalami kolestasis. Tetapi para mahir berpikir perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan dapat membuatnya lebih mungkin terjadi. 

“Hormon tertentu mungkin menyebabkan hati bekerja terlalu keras yang mungkin menjelaskan kenapa kolestasis condong terjadi pada tahap akhir kehamilan,” kata Cypher, 

“Jika kondisi ini terdeteksi lebih awal dalam kehamilan, pasien mungkin mengonsumsi obat yang disebut ursodiol, yang membantu mengurangi masam empedu. Tetapi, jika seseorang sudah mengandung 36 minggu alias lebih,” sambungnya. 

Dalam kasus Abbie, menurut CYpher, angkanya nyaris dua kali lipat dari seharusnya. Karena hasil tes Abbie menunjukkan kadar yang sangat tinggi, tim medis memutuskan untuk melakukan persalinan lebih awal demi keselamatan bayinya. Untungnya, bayinya lahir dengan selamat.

Gatal saat hamil, kapan kudu waspada?

Tidak semua gatal saat mengandung berbahaya. Banyak ibu mengandung mengalami kulit kering alias peregangan kulit yang memicu rasa gatal ringan.

Namun, Bunda perlu segera berkonsultasi ke master jika mengalami:

  • Gatal dahsyat tanpa ruam
  • Gatal dominan di telapak tangan dan kaki
  • Gatal semakin parah di malam hari
  • Disertai urine gelap alias mata tampak kekuningan

Dokter biasanya bakal melakukan tes darah untuk memeriksa kegunaan hati dan kadar masam empedu. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya