Kisah Lahirnya Nabi Musa Di Bulan Dzulhijjah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Nabi Musa lahir di bulan Dzulhijjah. Foto: Maghaer Shuaib Tempat Nabi Musa Pernah Tinggal

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Dzulhijah merupakan bulan nan penuh dengan serangkaian peristiwa penting. Dimulai dari perintah Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji, kurban, dan juga lahirnya Nabi Musa. Berikut kisah Nabi nan mempunyai banyak mukjizat nan diberikan oleh Allah SWT.

Nabi Musa lahir ketika Fir'aun mengeluarkan kebijakan untuk membunuh semua anak laki-laki di Mesir. Tepatnya, pada tanggal 5 Dzulhijah, Ibu Nabi Musa yang baru saja melahirkan segera menghanyutkan Nabi Musa di sungai Nil dan kemudian ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun.

Ibunda Nabi Musa memasukkan Nabi Musa nan tetap bayi di dalam peti dan dihanyutkan ke Sungai Nil. Ditengah perjalanan peti tersebut hanyut dan ditemukan oleh istri Firaun. Melihat bayi tersebut di dalam peti, Asiyah mau mengangkat Nabi Musa menjadi anaknya. Asiyah pun akhirnya membujuk Firaun untuk tidak membunuhnya dan dia pun setuju.

Ketika Nabi Musa menangis kelaparan, para pelayan sibuk mencarikan ibu susu untuk-Nya. Tetapi Nabi Musa terus menangis dan menolak untuk menyusu kepada siapapun. Mengetahui perihal tersebut, kakak Nabi Musa memperkenalkan ibu kandung Nabi Musa kepada pelayan dan akhirnya Nabi Musa mau menyusu langsung dari ibunya.

Nabi Musa tumbuh dewasa menjadi anak nan tangguh, pemberani, dan tampan. Ketika Nabi Musa menginjak 40 tahun, Allah SWT menjadikan Nabi Musa sebagai rasul. Allah SWT juga memberikan Nabi Musa hikmah dan pengetahuan pengetahuan sehingga Nabi Musa tumbuh sebagai orang nan cerdas.

Allah SWT juga memberikan Nabi Musa beberapa mukjizat untuk membantunya berceramah kepada orang – orang nan ada di Mesir. Salah satu mukjizat Nabi Musa nan terkenal adalah tongkatnya nan bisa berubah menjadi ular. Mukjizat tersebut diberikan Allah SWT ketika Nabi Musa diminta untuk dibuktikan bahwa Allah SWT adalah tuhan semua manusia. Seperti nan tertulis pada surat Al A’raf ayat 107 nan berbunyi,

فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۖ

Arab Latin : Fa alqā ‘aṣāhu fa iżā hiya ṡu‘bānum mubīn(un).

Artinya : “Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba dia (tongkat itu) menjadi ular besar nan nyata.” 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam