Kisah Maryam Melahirkan Nabi Isa Di Bulan Dzulhijah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Pada bulan Dzulhijah terdapat serangkaian peristiwa nan sangat penting. Pada bulan tersebut merupakan bulan lahirnya Nabi Isa setelah dikandung oleh ibunya Maryam tanpa adanya sosok ayah. Berikut kisah lahirnya Nabi Isa nan juga ditulis di dalam Alquran.

Pada tanggal 4 Dzulhijjah Nabi Isa lahir, malaikat Jibril pernah berbicara kepada Maryam dalam surat Ali Imran ayat 42-44 bahwa dia bakal melahirkan anak laki-laki nan suci. Allah SWT telah memilih Maryam untuk dijadikan wanita paling suci di alam semesta.

وَاِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفٰىكِ عَلٰى نِسَاۤءِ الْعٰلَمِيْنَ

يٰمَرْيَمُ اقْنُتِيْ لِرَبِّكِ وَاسْجُدِيْ وَارْكَعِيْ مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۗوَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَامَهُمْ اَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ

Artinya : “(Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, ‘Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas seluruh wanita di semesta alam (pada masa itu). Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujudlah, dan rukuklah berbareng orang-orang nan rukuk.’ Itulah sebagian dari berita-berita gaib nan Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad). Padahal, engkau tidak berbareng mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka nan bakal memelihara Maryam dan engkau tidak berbareng mereka ketika mereka bersengketa.”

Malaikat Jibril menyampaikan kepada Maryam bahwa dia bakal diberikan anak nan shaleh dan termasuk orang nan dekat dengan Allah SWT, anak itu berjulukan Isa Almasih. Maryam juga bertanya gimana perihal itu bakal terjadi sedangkan dia tidak pernah disentuh oleh laki – laki. Seperti nan tertulis pada Ali Imran ayat 45 – 47 nan berbunyi,

اِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُۖ اسْمُهُ الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيْهًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَّمِنَ الصّٰلِحِيْنَ

قَالَتْ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ وَلَدٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكِ اللّٰهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Artinya : “(Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, ‘Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menyampaikan berita ceria kepadamu tentang (kelahiran anak nan diciptakan) dengan kalimat dari-Nya, namanya Isa Almasih putra Maryam, seorang terkemuka di bumi dan di alambaka serta termasuk orang-orang nan didekatkan (kepada Allah). Dia berbincang dengan manusia (sewaktu) dalam ayunan dan ketika sudah dewasa serta termasuk orang-orang saleh.’ Dia (Maryam) berkata, ‘Wahai Tuhanku, gimana mungkin saya bakal mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun nan menyentuhku?’ Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, Allah menciptakan apa nan Dia kehendaki.” Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berbicara padanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.” 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam