Kisah Nabi Muhammad Obati Anak Gadis Yatim Saat Idul Fitri 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Umat Islam telah memasuki 1 Syawal 1445 Hijriyah dan merayakan hari raya Idul Fitri atau Lebaran setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2024.

Suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW dikisahkan ada seorang anak mini yatim nan sedang berduka di momen hari raya Idul Fitri. Kemudian perlakuan Rasulullah SAW terhadap anak yatim tersebut membikin kesedihannya lenyap dan berubah menjadi bahagia.

Kisahnya, pada suatu hari ketika Idul Fitri, Nabi Muhammad SAW biasanya mengunjungi rumah ke rumah untuk mendoakan kaum Muslim. Di perjalanan, Nabi Muhammad SAW memandang banyak anak-anak sedang bermain dan tertawa. Mereka bermain sembari berlari-lari mengenakan busana bagus, mereka semua tampak senang dan bahagia.

Tiba-tiba, Nabi Muhammad SAW memandang di ujung jalan seorang anak gadis mini duduk bersedih. Anak itu terlihat memakai busana tambal-tambal dan sepatu usang. Nabi Muhammad SAW bergegas menghampirinya. 

Anak gadis mini ini menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lampau menangis tersedu-sedu. Nabi Muhammad SAW meletakkan tangannya dengan penuh kasih pada kepala anak gadis mini itu sembari bertanya dengan bunyi nan lembut, “Anakku, kenapa Anda menangis? Ini adalah hari raya bukan?”

Anak gadis mini itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepala dan memandang siapa nan bertanya. Sambil menjawab terbata-bata, anak gadis itu berkata, "Di hari raya ini semua anak merayakannya penuh ceria berbareng orang tuanya. Semua anak bermain senang. Namun, saya terkenang ayahku nan telah tiada. Karena itulah saya menangis. Hari raya terakhir, dia tetap ada bersamaku. Ia membelikanku busana berwarna hijau dan sepatu baru. Saat itu, saya sungguh berbahagia."

Anak gadis mini itu melanjutkan ceritanya, "Kemudian, suatu hari ayahku pergi bertempur berbareng Rasulullah hingga dia terbunuh. Kini, ayahku tiada. Aku menjadi anak yatim. Jika saya tidak menangis untuknya, lampau untuk siapa lagi?”

Mendengar cerita anak gadis itu, seketika hati Nabi Muhammad SAW diliputi duka nan mendalam. Dengan penuh kasih sayang, Nabi Muhammad SAW membelai kepala anak gadis itu sembari berkata, “Anakku, hapuslah air matamu, apakah kau mau saya menjadi ayahmu? Apakah kau suka jika Fatimah menjadi kakak perempuanmu dan Aisyah menjadi ibumu? Bagaimana, Anakku?"

Mendengar kata-kata itu, anak gadis itu kaget, dan berakhir menangis. Anak gadis itu menyadari nan berbincang dengannya adalah Rasulullah SAW. Anak gadis itu tentu saja sangat senang mendengar penawaran Rasulullah.

Kemudian, anak gadis itu melangkah berdampingan tangan dengan Nabi Muhammad SAW ke rumah beliau. Hatinya diliputi kebahagiaan nan susah dilukiskan, lantaran dia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah SAW nan lembut bagai sutra.

Tiba di rumah Rasulullah SAW, Fatimah membersihkan wajah dan kedua tangan gadis mini itu lampau menyisir rambutnya. Ia dipakaikan busana nan indah, diberi makanan, juga duit saku untuk hari raya. Kemudian dia diantar keluar, agar dapat bermain dengan anak-anak lain.

 Anak gadis nan tadinya murung dan menangis, sekarang bisa ikut bermain dan senang dengan anak-anak lainnya. Hingga anak-anak lain heran melihatnya, lantaran menjadi senang setelah sebelumnya menangis lantaran sedih.

 Kisah ini dikutip dari kitab 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW nan ditulis Fuad Abdurahman diterbitkan Penerbit Noura Books, 2015.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam